Archive for July, 2004

h1

I’m Like A Bird

July 25, 2004

You’re beautiful, that’s for sure
You’ll never ever fade
You’re lovely but it’s not for sure
That I won’t ever change
And though my love is rare
Though my love is true

[Chorus:]
I’m like a bird, I’ll only fly away
I don’t know where my soul is, I don’t know where my home is
(and baby all I need for you to know is)
I’m like a bird, I’ll only fly away
I don’t know where my soul is , I don’t know where my home is
All I need for you to know is

Your faith in me brings me to tears
Even after all these years
And it pains me so much to tell
That you don’t know me that well
And though my love is rare
Though my love is true

[Chorus]

It’s not that I wanna say goodbye
It’s just that every time you try to tell me that you love me
Each and every single day I know
I’m going to have to eventually give you away
And though my love is rare
And though my love is true
Hey I’m just scared
That we may fall through

[Chorus x 3]

h1

108998675809125790

July 16, 2004

dimanakah kau gadisku
aku membutuhkanmu saat ini
aku butuh kehangatanmu

aku ingin menyatu denganmu
melenguh dalam buaian cinta
bersama mendayuh gelombang asmara

Jakarta, 16 Juli 04 / 21.00 PM

h1

What u’re get..?

July 16, 2004

kutatap matahari pagi
dia tersenyum menyambutku
dan memelukku dengan lembut hangatnya

kutatap mentari siang
dia marah kepadaku
dan membakarku dengan panas cahayanya

kutatap mentari senja
dia melambai kepadaku
dan berkata apa yang kau dapat hari ini..?

Jakarta, 16 Juli 04 / 2.50 AM

h1

Kenikmatan Surgawi

July 16, 2004

erangan itu masih llirih
disela hembusan nafas
jiwa-jiwa lirih kusam
berselimut dosa

dengarlah jerit binatang mencela
pergumulan dua manusia didalam hangatnya cinta

kenikmatan surgawi menghampakan norma mencampakan rasa sesal
berdalih penyatuan jiwa mereka terlena akan bayangan asa

Jakarta, 16 Juli 2004

h1

Saksi Bisu

July 8, 2004

Dinding seakan menjerit
Menyaksikan kebejatan umat manusia
Yang telah bertempur melepas peluh
Mendekap kedalam surga dunia

Hina dina umat manusia
Yang termakan gejolak jiwa hampa
Terkuras guratan nafsu
Tetapi mereka bahagia setelah melepasnya

Tidakkah mereka sadar sadar
Bahwa mereka belum pantas melakukannya
Tidak untuk saat ini
Disaat mereka masih dalam tahap mencari jati diri
Mencaari pasangan hidup
Dan terikat dalam ikatan janji

Jakarta, 25 Juni 04 / 1:40 AM

h1

Duhai Manusia Malam

July 8, 2004

Duhai engkau manusia malam
Yang masih menggeliat disaat semua terbuai dialam mimpi
Yang masih berkeliaran didunia fana ini..

Beristirahtlah..
Sesungguhnya dunia indah sudah menunggumu
Dunia kasih telah menantimu
Agar kau bisa menjalani kehidupanmu diesok hari

Jakarta, 25 Juni 04 / 1:25

h1

Kekasih Bayangan

July 8, 2004

Aku kenal denganmu hanya lewat kata-kata
Aku dekat denganmu hanya lewat media
Tapi kau selalu hadir mengisi relung hatiku
Memupuk subur jiwa ragaku

Kau boleh berpikir aku gombal, tukang tipu, penjahat atau apa saja yang kau suka
Aku akan teriam itu semua dengan keikhlasan hatiku
Karena aku yakin waktulah yang akan menjawab semua itu
waktu akan memberi petunjuk untukmu
Siapa diriku..

Duhai kekasih bayanganku
Kapankah kau bisa hadir kedalam pelukanku..?
Kapankah aku bisa mendekap jiwa ragamu..?
Agar engkau tahu ketulusan hatiku..

Aku hanya lelaki yang butuh belaian
Belaian sayang dari seorang wanita sepertimu
Namun kapankah semua mimpi-mimpiku bisa terwujud..?

Jakarta, 25 Juni 04 / 01. 20 Am

h1

Malam Ini

July 8, 2004

Malam ini..
Aku masih merindukanmu, sama seperti malam-malam sebelumnya

Tapi malam ini lain…
Kerinduanku sudah sedikit terobati ketika bertemua kamu tadi sore

Seluruh isi hatiku kucurahkan padamu
Biar tidak ada lagi beban yang mengganjal didadaku
Mungkin aku hanya bagai punguk merindukan bulan
Dan apapun keputusanmu..
Aku terima dengan hati terbuka..

Mungkin benar kata manusia bumi
Yang menghayati makna cinta dan kasih sayang
Bahwa cinta tak harus memiliki..

25 Juni 04 / 01: 06 AM

h1

Sendiri

July 8, 2004

kesendirian terkadang menyejukan
namun tak jarang dia bagai racun yang merusak dari dalam
menggerogoti setahap demi setahap dari jiwa-jiwa hampa

Manusia tak ditakdirkan sendiri
Dia hadir bersama kehangatan jiwa
Menyatu didalam raga kita

Jakarta, 3 Juli 04

h1

Rindu..

July 8, 2004

Rinduku lumat bersama asa pedih kehidupan
Menangis memeluk mendamba ketenangan
Yang tak kunjung jua didapatnya

Semua sekarang telah menumpuk
Seperti sebuah gunung yang siap untuk memuntahkan lahar
Menghancurkan segala penghalang yang ada
Mencairkan dengan nyala membara
Mencari semua jalur yang bisa dilaluinya
Untuk mencari ketenangan abadi
Bersama dengan pujaan hati

angin malam
sampaikanlah salamku padanya
salam rindu cinta tulus asa
memupuk bagai didalam jiwa yang temaram

Meringkuh dalam cerita cinta abadi
Manapik jiwa-jiwa kosong hampa menepi
Menangis, menjerit bersama desiran hati

Jakarta, 3 Juli 04

h1

Kangen

July 8, 2004

Hi malam..
Adakah kau bisa dengar pintaku..?
Pinta tulus dari lubuk hatiku..?

Bisakah kau bawa aku malam ini
Terbang keangkasa dan hadir disisinya..?
Aku ingin sekali dengar canda tawanya..
Aku ingin sekali liat raut wajahnya..
Adakah dia saat ini bahagia..?

Aku ingin berdua dengannya menatap cahaya bulan
Melihat kerlap kerlip bintang dilangit sana..

Jakarta, 1 Juli 04 at 00.15 am

h1

to some one

July 8, 2004

tak ada keharusan didalam cinta
biarkan dia mengalir bagai tetesan embun di atas dahan
setahap demi setahap tapi pasti

dan kau tidak usah takut untuk menyakitinya
karena rasa sakit sudah bersemayam didalam jiwanya
namun dia akan terus berusaha untuk meraihnya
biarkanlah sang waktu yang membukakan jendela hatimu

Jakarta, 5 Juli 04