Hati kita tertunduk penuh duka atas terjadinya bencana alam gempa bumi di Yogyakarta dan kawasan Jawa Tengah sekitarnya Sabtu pagi lalu.
Belasungkawa sedalam-dalamnya dan doa kita tujukan kepada lebih dari 3.300 korban yang meninggal akibat bencana tersebut. Harapan kita, kepada saudara-saudara kita ini, demikian pula kepada mereka yang luka-luka dan yang harus mengungsi, dapat kita berikan pertolongan dan bantuan sebaik-baiknya.
Sekali lagi daulat alam memperlihatkan kuasa yang amat menggetarkan,menyentakkan sebagian besar warga Yogyakarta dan sekitarnya, yang selama beberapa bulan terakhir memusatkan perhatian pada Gunung Merapi yang sedang aktif luar biasa. Siapa menduga bahwa jauh di dalam kulit Bumi sana juga ada aktivitas lain yang lebih subtil untuk ditangkap indera manusia. Di lepas pantai Yogyakarta di Samudra Hindia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia bertumbukan dengan dahsyatnya, melepaskan energi yang menyebar dengan kekuatan tak tertahankan untuk ukuran manusia. Faktanya, fenomena yang terjadi di laut selatan Yogyakarta itu menyerupai apa yang terjadi di barat Sumatera, selatan Bali dan NusaTenggara.
Penjelasan di atas kiranya melegakan kita yang tergerak untukmengaitkan gempa kemarin dengan kemarahan Ratu Laut Selatan atau sinyal gaib kemurkaan pada bangsa ini. Kita menerima realitas,Yogyakarta dan sebagian besar wilayah Tanah Air kita lainnya memang rawan terkena bencana alam, baik yang disebabkan oleh aktivitas tektonik maupun gunung berapi.
Sebutan negeri zamrud di khatulistiwa beserta keelokan dan kekayaan alamnya seiring dengan sebutan lain yang menggetarkan, seperti pusat ring of fire dan area pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia yang amat aktif. Tak pelak lagi, letusan gunung api dan gempa seumur-umur akan menjadi bagian urusan kita.
Namun, justru oleh realitas alam itu, kita diamanatkan untuk menjadi bangsa yang cerdas dan waspada. Alam Indonesia mengamanatkan agar kita punya program mitigasi bencana yang aktif, canggih, dan kapabel.
Pada sisi lain, setiap kali terjadi musibah bencana alam, kita menyaksikan umat manusia dipersatukan tanpa memandang batas negara dan perbedaan-perbedaan. Solidaritas antarmanusia selalu terbangun manakala ada sesama dirundung bencana.
Seperti halnya di Aceh, di Nias, dan di wilayah-wilayah lain, pada musibah Yogyakarta ini kita melihat uluran bantuan segera datang dari berbagai pihak, di dalam dan di luar negeri. Semoga semangat kemanusiaan senantiasa juga hidup mewarnai pergaulan manusia pascabencana.
Di pihak lain, saudara-saudara kita yang sedang berjuang mempertahankan hidup di rumah sakit, para korban luka yang membutuhkan darah, mereka yang kehilangan rumah tinggal, di Bantul,di Klaten, dan tempat-tempat lain, pastilah sekarang ini sedang menunggu datangnya bantuan.
Mari kita sampaikan segera bantuan dan pertolongan kita bagi mereka, dan yakinkan mereka tidak sendiri di saat menderita sekarang ini. Read the rest of this entry ?





