Archive for February, 2007

h1

Good Charlotte – Good Morning Revival

February 28, 2007

Artis : Good Charlotte
Album : Good Morning Revival
Released : 2007
Song : 13 song

Good Charlotte sebuah band yang mengusung genre pop punk ini kembali merilis album keempatnya yang mereka beri judul Good Morning Revival. Berbeda dengan album yang sebelum-sebelumnya yang mungkin bagi sebagian orang terlalu bising dan ribet. Tetapi di album ini mereka menyajikan dalam berbagai warna yang rada berbeda.

Album ini belum dilepas kepasaran. Rencana awal mereka album ini akan di pasarkan pada June 2006, tetapi mereka mengundurkan kebulan oktober dan di undur lagi ke bulan February. Dan Lead Vokalnya Joel Madden mengatakan lagi dalam salah satu wawancara bahwa album ini akan di undur lagi dan dilepas kepasaran pada bulan March 2007.

Tetapi tidak masalah bagi penggemar berat Good Charlotte ini yang sudah tidak sabar untuk segera mendengarkan aroma musik mereka di album ini. Bisa kita dengarkan di web mereka (http://www.goodcharlotte.com/) karena salah satu personil mereka Benji Madden sudah memposting sebuah video klip dari “Keep Your Hands Off My Girl”.

Dan single pertama mereka dalam album ini yang berjudul “The River” featuring lead vokalnya Avenged Sevenfold M Shadow dan gitaris Synyster Gates, sudah online semenjak 4th January 2007.

Tracklisting :
1. Good Morning Revival! (Intro)
2. Misery
3. The River (featuring M. Shadows and Synyster Gates)
4. Dance Floor Anthem
5. Keep Your Hands Off My Girl
6. Victims Of Love
7. Where Would We Be?
8. Break Her Heart
9. All Black
10. A Beautiful Place
11. Something Else
12. Broken Hearts Parade
13. March On

Bonus Track :

* Face The Strange
* Keep Your Hands Off My Girl (Broken Spindles Remix)
* The River (Acoustic)

Download 

h1

D’Cinnamons – Good Morning

February 28, 2007

Artis: D’Cinnamons
Album: Good Morning
Jumlah Lagu: 10
Tahun: 2007
Website : http://www.dcinnamons.com/

Salah satu pendatang baru dikancah music Indonesia saat ini yang menamakan dirinya D’Cinnamons. Walau sepintas kalau kita mendengarkan lagu-lagu mereka di Album terbaru mereka Good Morning mengingatkan kita pada Alanis Morisette, Cranberies atau mungkin The Corrs tapi masih terdengar renyah ditengah hingar bingar industri music ditanah air.

D’Cinnamons sendiri berdiri semenjak Sept 2004 di Bandung. Dan Personilnya terdiri dari Dodo / Diana Widoera (Lead Vokal dan akustik gitar), Bona / Ismail Bonaventura (akustik gitar) dan Laut / Louise Laura Lalitanaya (backing vokal dan bass gitar). D’Cinnamons ini mengusung musik unpluged acoustic. “Kami hanya mengedepankan konsep easy listening, khususnya dengan dengan Instrumen Akustik, dan vokal yang renyah, soulful dan natural celoteh Dodo salah satu vokalisnya.

Album perdananya yang bertitle GOOD MORNING telah dirilis semenjak Januari 2007 menyuguhkan 10 lagu dan salah satu andalannya berbahasa inggris yang berjudul “I LOVE YOU”.

Daftar Lagu

Ku Yakin Cinta.
Mayday, I’m In Love.
Loving You.
Super Girl.
Tak Takut!
I.M.U.L.
Good Morning.
Semua Yang Ada.
I Love You. Aduh.
So Would You Let Me Be…

Download 

h1

The Best Smooth Jazz ever Vol. 3

February 27, 2007

101_alma_cogan_101_when_i_fall_in_love
102_Dakota_staton_102_dedicated_to_you
103_Dean_martin_-_kiss
104-dick_haymes_-_the_more_i_see_you
105-dinah_shore_-_ive_got_you_under_my_skin
106-fred_astaire_-_cheek_to_cheek
107-helen_reddy_-_and_i_love_you_so
108-helen_shapiro_-_little_miss_lonely
109-julie_london_-_love_letters
110-kay_starr_-_crazy
111-nat_king_cole_-_l-o-v-e
112-peggu_lee_-_the_folks_who_live_on_the_hill
113-ronnie_hilton_-_magic_moments
114-stanley_turrentine_-_what_the_world_needs_now_is_love
115-vikki_carr_-_cant_take_my_eyes_off_you

201-alma_cogan_-_dreamboat
202-bobby_darin_-_a_nightingale_sang_in_berkeley_square
203-dinah_washington_-_youre_nobody_til_somebody_loves_you
204-gordon_macrae_-_youre_the_cream_in_my_coffee
205-judy_garland_-_zing_went_the_strings_of_my_heart
206-kay_starr_-_baby_wont_you_please_come_home
207-lex_baxter_-_poor_people_of_paris
208-louis_prima_-_when_youre_smiling_(the_whole_world_smiles_with_you_the_sheik_of_araby)
209-matt_monro_-_i_love_you_because
210-nancy_wilson_-_and_i_love_him
211-nat_king_cole_-_on_the_street_where_you_live
212-peggy_lee_-_somethin_stupid
213-ruthie_henshall_-_all_that_jazz
214-shirley_bassey_-_kiss_me_honey_honey_kiss_me
215-the_ron_goodwin_orchestra_-_i_say_a_little_prayer
216-tina_turner_-_night_time_in_the_right_time
217-wikki_carr_-_you_dont_have_to_say_you_love_me

301-danny_williams_-_portrait_of_my_love
302-dean_martin_-_memories_are_made_of_this
303-dinah_shore_-_it_had_to_be_you
304-ella_fitzgerald_-_its_only_love
305-joss_stone_-_for_the_love_of_you
306-julie_london_-_diamonds_are_a_girls_best_friend
307-keri_noble_-_falling
308-louis_proma_-_just_a_gigolo
309-mel_torme_-_careless_hands
310-nancy_wilson_-_the_very_thought_of_you
311-nat_king_cole_-_mona_lisa
312-peggy_lee_-_a_taste_of_honey
313-sarah_vaughan_-_evry_time_we_say_goodbye
314-soyka_-_somebody
315-stanley_turrentine_-_little_girl_blue

401-blue_cafe_-_kontrabas
402-dianne_reeves_-_smile
403-earth_kitt_-_moon_river
404-flabby_-_miss_you_all_the_time_(parole_parole)
405-gabin_-_the_thousand_and_one_nights
406-irma_thomas_-_time_is_on_my_side
407-julie_london_-_i_got_it_bad_(and_that_aint_good)
408-kanal_audytywny_-_radiowa_piosenka_o_niczym
409-keely_smith_-_someone_to_watch_over_me
410-keri_noble_-_look_at_me
411-lee_morgan_-_ill_wind
412-matt_monro_-_on_days_like_these_(italian_job_theme)
413-nancy_wilson_-_wives_and_lovers
414-nat_king_cole_-_tenderly
415-peggy_lee_-_boy_from_ipanema
416-vic_damone_-_tonight

Download Album

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 10

February 27, 2007

Kuping Anggie sakit. Sejak pukul 8 pagi ruang kerja pak Paijo di-back-sound-i oleh lagu-lagu dangdut dari album milik Sofian Alami. Dengan biadabnya Romala mentertawai sahabatnya itu di pantry (sambil mamam mi instan bersama petugas cleaning service).

“…kadang kala guah suka mendengarkan lagu dangdut disamping lagunya Obbie Mesakh,” celetuk pak Paijo. Selain membelikan 1 album untuk Anggie, ia pun memiliki satu… “Biar kompak gitu, Anggie…”

HALAH!! GAK NANYA!!

***

Kian lama, Dira terlihat semakin manis saja. Surya suka memperhatikan wajah imutnya sambil berkhayal yang tidak-tidak. Tapi pikiran busuk itu segera ia singkirkan. Surya baru hendak memasuki ruang kuliah tatkala HPnya berdering. Sms dari Dira;

‘km yg namanya Surya yak?’

“Hmm??? Aneh.” Surya mengerut kening.

’sayank… ko nanyana gitu? wht happn?’

’sy tmnnya Dira. dia pingsan!’

“APAAAAAA???”

Kalut, Surya membolos. Ia mencari-cari Adit yang tengah asik makan soto bersama pacarnya di kantin.

“Hoi! Temani gue donk,” pinta Surya. Wajahnya memelas. Ia sangat kuatir pada isi sms tadi.

***

“Waaaa…. pangeran Kumbang dari Bandung kecewa donk?”

“Biarin. Bosan banget gak sih dengerin celotehannya yang norak itu? Coba bayangkan, sejak pagi aku cuma dengerin lagu dangdut aja! Argh!”

“Hahaha. Masih mendingan kan banyak lagunya… dari pada dengerin suara Obbie Mesakh selama berjam-jam? Hihihii.”

Anggie sedang bad-mood.
Pikirannya sedang kacau. Yang pertama; informasi yang dibocorkan Adit selalu membuatnya kesal. Surya berhasil selingkuh dengan cewek SMU yang…. ARGH!!
Yang kedua; magang di Bandung membuatnya harus merelakan Roxette dan Fort Minor tersingkir untuk sementara secara di kantor (khususnya di ruang kerja pak Paijo) hanya boleh mendengarkan lagu-lagu favorit si direktur. Benar-benar sengsara luar-dalam deh. Belum lagi Romala yang sukanya mentertawakan kesialannya menjadi sekretaris sementara pak Paijo… siaaaaaal!! Dan semua ini masih harus dijalani Anggie selama 2 minggu ke depan!!

Anggie merasa menjadi orang tolol sedunia.

“Rom, habis makan siang aku gak kembali ke kantor. Bilang aja aku sakit atau apalah gitu. Oke?”

“…ya oke…”

***

Seperti kata lagu milik Young Favorit;

Ingin marah? Silahkan!
Ingin diam? Silahkan!
Asal jangan kau putuskan cintaku…
*oyeaaaccch!!*

Surya dikerjai. Tiba di depan SMU Angkasa, Dira telah menantinya di dekat abang penjual es dan majalah. Tersenyum nista Dira berkata, “Maaf bang, tadi saya iseng sama abang hehehe. Tapi beneran hari ini saya lagi males sekolah… gak tau mau kemana… main ke kost abang aja yuk???”

-GUBRAK!!-

Adit pingsan. Dia sudah ngebut setengah mati… nabrak batu, menerobos lampu merah… ternyata hanya karena diisengin anak SMU! Wooiiihh… nyawa dibalas nyawa :p

Surya ingin marah… tapi senang juga. Atas kesepakatan sebelah pihak; karena Adit terus memprotes, akhirnya Adit mau juga kembali ke kampus sendirian, mengantongi 2 bungkus rokok. Surya dan Dira lantas mencegat angkot, pergi ke kost…

***

Pak Paijo cemas setelah mendengar laporan Romala.

“…karung beras gak bohong?”

“Pak, nama saya Romala! Bukan karung beras!”

“Gak penting! Yang penting itu Anggie. Aduuuh Anggie sayang sakit apa ya kira-kira??? Guah perlu nyari dokter nih… minta alamat tempat tinggal kalian donk, Rom.”

“Heeee….???”

MAMPUS KAMU, NGGIE!!

***

“Menurut pengarang buku Sex in the Kost, Iip Wijayanto, kondisi pergaulan dan perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa sudah pada tahap yang mengkhawatirkan lho bang,” tanggap Dira yang asik bermain game tatkala Surya membuka topik tentang freeseks lagi dan lagi.

Mereka tengah bersantai di kost Surya yang masih amburadul (Tak ada Anggie yang siap membersihkan sih). Menilik dari pertanyaan-pertanyaan Surya… sebetulnya dia ingin mencari selingkuhan atau teman tidur yang lain sih? Kalau sekedar teman tidur, banyak tempat yang menyediakan asal dia juga menyediakan duit.. iya kan????

“Oya???” tanya Surya seraya mendekati Dira dan memeluk pinggangnya dari belakang. Diciuminya rambut Dira….

“Aduh, bang.”

“Kenapa?”

“Geli ah…”

“Hehehe… sini lo…”

Daun-daun boleh berguguran lantas terpeta di atas bumi karena memang begitulah adanya perputaran hidup mereka. Namun tatkala mereka hancur termakan ulat waktu, mereka menjadi salah satu penyokong bekas kehidupan itu sendiri…

*lho.. kok jadi pelajaran Bilogisafah?*
(Fyi; penulis sedang tertawa-tawa sendiri :p)

Seharusnya paragraf sebelum *lho.. kok jadi pelajaran Bilogisafah?* adalah:
Daun-daun terbang tertiup bayu, memaksa bayu memetakan mereka di anak sungai yang mengalir… jernih… bening. Bakal ikan menari-nari di dalam air yang bening bak cermin. Mereka berpadu, mendendangkan nyanyian alam yang hanya bisa terdengar tatkala hati dihiasi ketulusan, keikhlasan dan keinginan.

Surya adalah cowok pertama yang mencium bibir Dira. Akan tetapi romantisme kesiangan mereka terpangkas… DIRA SEOLAH NGELINDUR!

“Hhhmm… sudut lancip adalah…”

-GUBRAK!!-

Semangat Surya untuk bertindak sebagai guru yang baik pun patah!!

“Kok???” Surya wagu.

Dira memerah gigi. “Maaf, bang. Saya gugup.”

-GLEGH!!-

Lanjut? Lanjuuutttt!!
Setelah beberapa kali Dira mengutarakan kegugupannya dengan;
“Menurut Galileo…”
atau
“Menurut riset sebuah universitas di Jerman, sebatang cokelat setiap hari justru membantu kerja jantung…”
atau
“Kentut itu rumusnya… apa yak? Rumus asam urat. Eh, asam sulfur… aduuhh… mfffppttt…”
Dan berkali-kali bibir Surya terpeleset akibat bibir Dira yang terus menerus mengoceh… ia berhasil menciumi cewek SMU ini!!

*horee… tepuk tangan penonton*

1 jam kemudian Surya yang kehabisan nafas. Sekali diajari, Dira langsung mengerti bahkan tidak pernah bisa melupakan… Smile

“UHMM… bang.”

“He’eh? Mau lagi?”

“Nanti.” Dira mengibas tangan di udara kosong.

“Tyus?”

“LAPER NIH!!”

HWA…

***

TOK TOK TOK!!

Teman internet Romala (sayang sekali sejak awal nasibnya sial; tak-bernama :p) membuka pintu. Dia terkejut dan nyaris pipis di celana. Kalau yang dilihatnya ini bukan penggila dangdut, tentu orang gila!!

1. Celana cutbray warna putih.
2. Kemeja jengki warna putih garis hitam vertikal.
3. Kacamuka selebar daun kelor.
4. Sepatu kulit mengkilap.
5. …..senyumnya sangat Indonesia. TTTT (Tulus Tulus, Tidak Tulus).

“HELLOW. Anggienya ada?”

“Kamuh… saha?”

“Guah PAIJO SURIJO IJONAKODOQUE.”

“Dipanggil… IJO??”

“Salah. Panggil saya PAIJO PAIJO PAIJO…”
*dalam irama lagu Bento milik Iwan Fals*

“Oyeee!!!!”

Anggie mendengar ribut-ribut di luar. Ia keluar kamar dan… ‘TUHAAAN, BERIKAN HAMBA KETABAHAN DALAM MENJALANI HIDUP YANG NISTA INI…’
Dikutipnya salah satu lirik laru milik Sofian Alami.

“Eh Anggie. Kata si karung beras elu sakit ya? Nih… Guah bawakan sekeranjang buah-buahan…”

Dan daun-daun pun ogah diterbangkan bayu!!

***

Bagaimana nasib Anggie?
Lebih penting lagi… bagaimana perselingkuhan Surya?

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 9

February 27, 2007

Selingkuh. Surya telah resmi berselingkuh. Pada Dira ia mengaku masih jomblo sedangkan kenyataannya dia sudah memiliki seorang kekasih selama 7 tahun!

Jalan bersama Dira rasanya sangat jauh berbeda waktu jalan bersama Anggie. Ya jelaslah! Usia dua cewek itu jauh berbeda. Anggie sudah hampir kepala dua sedangkan Dira baru 16 tahun. Dalam hati Surya mengakui keberadaan dirinya yang ganteng abis–maksudnya; gantengnya sudah habis, tersisa jeleknya :p

Untuk saat ini; 1 minggu selingkuh, Surya belum bisa memastikan apa yang sedang bersemai di dalam hati.
Surya cinta Anggie. Sangat. Bersama Anggie Surya bisa melakukan apa saja yang diinginkan secara mereka sudah tahu-sama-tahu meskipun hanya tersirat melalui tatapan. Anggie tahu kapan Surya marah, senang, ‘mupeng’ sampai lagi tak ada uang. Surya tahu kapanpun Anggie selalu membutuhkan pelukan hangatnya…
Bersama Dira, Surya belum bisa berbuat banyak selain meyakinkan cewek SMU itu bahwa pacaran itu indah. Sekalinya Dira dekat dengan cowok, cowoknya adalah Surya… pria yang mendekatinya hanya karena ingin berselingkuh!

Ah… benar kata Alanis Morissette, hidup ini IRONI sekali.

Sore ini Surya telah berjanji untuk berkunjung ke rumah Dira. Sebetulnya Surya enggan… toh hanya selingkuh ini… akan tetapi demi meyakinkan Dira dan agar perselingkuhan ini berjalan nyaman, aman, sejahtera, sentausa (seperti impian Indonesia sejak dulu hingga kini), ia merelakan waktu ‘gratisan’ nongkrong di Starbuck bersama Adit dan pacarnya. Rugi? Tidak juga… toh di rumah Dira juga tersedia secangkir capuccino yang harganya tak sampai puluhan ribu rupiah :p

Tapi oh la la…
Sebelumnya Surya membayangkan sore-sore berdua’an dengan Dira di ruang tamu yang adem ayem…
Yang terjadi justru sebaliknya. Selain Dira dan secangkir capuccino instan, juga ada mama Dira, abangnya Dira dan pembantu Dira. Surya mati langkah. Berkedip sekali aja, semua mata tertuju ke matanya. Bergerak sedikit saja, semua mata langsung ikut… setiap kali ia menelan ludah, lehernya jadi incaran tatapan abang si Dira.

Mampusssss.

“…ooo… jadi dik Surya ini masih kuliah tho. Tante sangka udah bekerja,” kata mama Dira seraya tersenyum sinis.

“Kerja sih pasti, tante. Tapi selesai’in kuliah dulu,” jawab Surya hormat.

Dan Dira yang sangat sangat sangat kritis menantang, “Tapi kan banyak tuh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Bekerja tuh sudah seperti keharusan untuk manusia yang hidup di era globalisasi seperti sekarang ini, bang Sur.” tuuuh kan. Surya menelan ludah pahit.

“Benar elo belum punya pacar?” kali ini yang bertanya abang si Dira.

“Be… belum, bang,” jawab Surya dengan kepala tertunduk. Tuh abang si Dira penampilannya preman banget. Tubuh kekar, banyak tatto dan kacamata hitam sebesar kepalan tangan tak pernah lepas. Padahal Surya mereka-reka dimana kacamata itu dibeli… di pasar Minggu? Emperan toko? Tanah Abang? Huhuhuhu. Limabelasribu juga dapat… GAYA!!

“Kalo boleh Jessica tau, kesukaan om Surya apa yah? Biar nanti kapan-kapan kalo main kesini lagi Jessica ndak perlu nanya… mau minum apa om?”

AIR COMBERAN!!!!!

Pembantu Dira memang ajaib deh. Namanya JESSICA!

“Kopi atau teh saja, Jess.”

Acara ngobrol-ngobrol bersama keluarga Dira yang lebih tepatnya disebut interogasi berjalan selama hampir 1 jam. Setelahnya barulah Surya menghela nafas lega.

“Maaf ya, bang Sur… keluarga saya emang begini. Banyak teman sekolah yang cowok pada tobat datang ke rumah… mereka diinterogasi… padahal kan mereka bukan pacar saya.”

“Jadi gue beneran resmi jadi pacar elo, Dir?” pertanyaan yang ini sudah seringkali dilontarkan Surya. Secara ia ingin pacaran yang betul-betul pacaran… bisa menjarah dan merampok :p

“Kan saya udah bilang IYA, bang.”

“Mana buktinya coba… hayo…,” pancing Surya.

“Nggg… Hmmm…”

“He’eh?”

“Jangan sekarang deh buktinya. Nanti aja. Tapi sebetulnya orang pacaran juga gak perlu banyak bukti lho, bang.”

“Kok bisa?”

“Iya. Yang penting kan hati berbicara… bukan kelakuan. Banyak orang pacaran jarak jauh… jadian jarak jauh… tapi hubungan mereka tetap awet. Intinya kan hati… Sama-sama cinta, sama-sama percaya, sama-sama yakin… jadi deh.”

-TETTOOOTT!!-

Surya kena batunya.

Dan apa yang dibilang oleh Dira masih terngiang-ngiang di kuping Surya meskipun ia telah pamit pulang dari rumah cewek itu. Dira memang kritis, seperti pengakuannya saat Surya menelepon. Dira bukan tipe cewek yang ‘iya aja’. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang jauh berbeda dari apa yang dipikirkan oleh Surya maupun… Anggie.

Pernah Surya membahas masalah freeseks dan jawaban Dira membuatnya tersenyum sendiri;

“Saya setuju sama freeseks, bang. Tapi ef es setelah merit.”

“Kenapa?” tanya Surya polos.

“Jawabannya mudah saja kok. Agama. Agama kan kontrol diri, bang. Hehehe… Pendapat orang berbeda tentang hal itu, saya juga gak selamanya benar kok… Tapi menurut saya pribadi, selama Agama masih dipegang teguh, kontrol diri akan selalu ada. Jangan menyalahkan nafsu, karena nafsu diciptakan untuk menggerogoti akal sehat… Selebihnya abang tentu tau maksud saya.”

Sederhana tapi daleeeeem dan tajaaaaaam. Hati Surya seperti disilet-silet.

‘Pendapat orang berbeda-beda…’ itu memang benar, Dir! Batin Surya. Dan oleh karena itu terjadinya kegairahan hidup… karena pendapat yang berbeda-beda. Dunia tak hanya hitam saja… ada merah, kuning, hijau, lumut… :p

Setiba di kost, Surya mendapati Adit sedang ber’aduh’ di kasur.

“HOIII! KETEMU JUGA GITUAN… JAUHAN JUGA GITUAN… Giling lo! Padahal baru aja balik dari Starbuck. Iya kan?” hardik Surya.

“Uhhhmmm sayank, pending dulu ya. Ada gorila lepas nih. See you, muwah!! Luv you, say…” Adit membanting HP ke ranjang lantas menurunkan sarung kotak-kotak cap ‘Gajah-Boker’. “Rokok donk!” pintanya ke Surya.

“Dih!”

“Elo tuh udah gangguin acara romantis gue, tau.”

“Masih Maghrib juga udah gituan… dasar!”

“Biarin! Tadi pas di Starbuck yayank tiba-tiba nemu ide buat sekali-kali ganti suasana pas tuker oli hehehe… Ah! Elo ma Anggie juga gitu kan? Hehehe. Jangan nuduh gue kalo diri sendiri juga iya.”

“Biarin. Selama gue masih bisa nasehatin elo…,”

“BHAHAHA… Mana ada Iblis nasehatin Setan? JIakakaka…”

“Weeee…”

“Gimana acara sama selingkuhan lo itu?” tanya Adit, bangkit dari kasur dan beranjak ke kamar mandi. Terdengar guyuran air.

“BAIK,” jawab Surya. Dilepasnya sepatu dan menukar kemeja dengan kaos oblong.

Adit keluar kamar mandi. “Baik bagaimana?”

“Ya Diranya kan elo tau… baik. Trus mamanya juga baik… abangnya juga…”

“Busyet? Elo kuncar ato kunkel sih? Orang sekampung diajak serta,” ledek Adit.

“Ya namanya juga pemanasan hehehe.”

“Uhm… gak ingat Anggie lo?” pancing Adit.

“Ingatlah! Tanpa dia, gue gak mungkin selingkuh. Tapi nih, Dit. Rasanya kayak gue baru dilahirkan lagi pas jalan sama Dira.”

“Ouw.”

“…”

Sementara itu, jauh dari kostan Surya dan Adit, Anggie sedang memukul-mukul pundak Romala gara-gara ditertawain. Iya, ditertawain karena pak Paijo membelikan album lagu dangdut si Pangeran Dangdut Indonesia; Sofian Alami berjudul ‘KADUNG CINTA, GENGSI TURUN’. Fyi; album lagu dangdut yang ber-pita…

“Udah donk, Rom! Aku cekik beneran nih kamu!”

“Hehehe. Dangdut boooooo!!! Coba denger liriknya nih…” Romala, menyingkirkan rasa malu, meminjam tape di teman internetnya itu. “Ini yang judulnya Cinta Sampai Malu,” kata Romala seraya membaca kulit kasetnya.

“Lagu lagu lagu cinta…
Aku dendangkan untukmu
Biarkan malu disandang badan
Ragaku tak malu mengakui…”

“IIIIGGGHHH! ROMALAAAAAA!!!”

“Yihaaa!! Serrr! Serrr!! Tarieeek maaaaang! Jempol di ubun-ubun!!”

-GUBRAK!!-

Romala yang bak karung beras gergoyang dangdut? Akibatnya;
1. Gempa tubuhnik 10 SR.
2. Lemak-lemak bergelimpangan.
3. Merusak pemandangan!!

***

Bagaimana kisah berselingkuh Surya selanjutnya?
Bagaigama tanggapan Anggie terhadap sikap pak Paijo?
Bagaimana dengan…. P heheheheh.

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 8

February 27, 2007

Sungguh aneh tapi nyata
Takkan terlupa
Kisah kasih di sekolah
Dengan si dia…

Pak Paijo menyukai Obbie Mesakh karena biduan jaman baheula itu masih termasuk orang dari daerah timur. Dan lagu yang liriknya berada di atas paragraf ini adalah lagu favorit pak Paijo. Seleranya memang rada-rada… ya gitu deh. Suka sama semut yang berbaris di dinding… suka corat-coret dinding sekolah dengan gambar hati yang tertusuk panah… huhiiii deh pak Paijo.

Ruang kerja pak Paijo. Ruang kerja beraroma kapur barus. Sungguh, Anggie heran kenapa orang seperti pak Paijo bisa sukses di dunia bisnis padahal seleranya segitu ‘doank’. Saat ini Anggie sedang mengetik surat keluar untuk beberapa perusahaan… kongsi dagang dan tetek bengek lainnya. Pak Paijo sedang sibuk menghadap laptopnya… sesekali batuk-batuk mesra dengan tujuan untuk menarik perhatian Anggie. Anggie sudah hafal betul tabiat pak Paijo yang satu ini; sebelumnya juga sudah dibocorin oleh pak Firman, “Kalo lagi naksir cewek, bos saya suka batuk mesra, batuk romantis, batuk cinta…”

“Batuk kejang dan batuk berdarah juga gak?” imbuh Anggie tempo hari.

“Uhuk!” tuh kan… pak Paijo batuk.

Sekali batuk tak digubris Anggie.

“Uhuk! Uhuk!”

Anggie terganggu. “Pak, minum obat aja kalo bengeknya udah parah begitu,” sarannya.

“Guah gak apa-apa kok, Anggie.”

“…” IYA! TAPI BATUKNYA ITU LHO! SEHARI EMPATRATUS KALI!

“Anggie, elu suka lagu ini?” tanya pak Paijo. Suara Obbie Mesakh masih terdengar sendu… berkali-kali hingga Anggie hafal liriknya. Oh, kemanakah Roxette atau Fort Minor????

“Enggak, pak.”

“Kok dari tadi guah liat elu menikmati sekali???”

“…” TERPAKSA!

“Pasti suka kan? Hayoooo… kalo emang suka bilang aja. Begitu juga kalo Anggie suka sama guah…”

-GUBRAK!!-

“Hehehe.” Anggie cengengesan. Tak tahu harus membalas apa. Pak Paijo oh pak Paijo! Benar kata pak Firman, “Kayaknya bos kami naksir dek Anggie. Dan Romala sebaiknya dipulangkan saja karena stok mi instan kami habis… padahal itu yang kadaluarsa lho… gimana kalo gak kadaluarsa? Bisa bangkrut perusahaan kami…”

“Anggie, nanti malam temani guah ya?”

“Kemana, pak? Miting lagi?”

“Bukan… makan malam. Kan gak mungkin makan siang.”

-TITUT!-

***

Ini adalah taman kota. Dimana? Ya di kota.
Surya dan Dira sedang duduk di bangku taman sembari tertawa-tawa. Surya bisa membuat Dira tertawa 3 kali sehari (sudah kayak orang minum obat aja nih).

“Hahaha. Ah, yang bener? Masa gitu?”

“Iya. Jadi nih, si Adit kan rada blo’on, trus gue minta dia ngetes arus listrik pake jarinya… kesetrum diah hahaha.”

“Hahaha… bisa aja bang Surya ini.”

Kata demi kata, jalin dengan indah… Surya menatap ke dalam bola mata Dira sehingga yang ditatap seperti diremote… kaku. Dira tersipu malu tatkala Surya menyingkirkan daun kering dari atas rambutnya. Dira tertunduk malu saat Surya menyibak anak rambut yang jatuh di kening. Dira terjungkal saat Surya menampar nyamuk di pipinya dengan sadis.

-PLAAK!!-

“Adduuuhhh maaf sayank… gak sengaja…”

Bangkit dari kejatuhan, Dira nyengir kuda. “Enggak apa-apa kok bang Surya.”

“Uhm.”

GILA NIH CEWEK, DIGAMPOL JUGA FINE-FINE AJAH.

“Dir, elo beneran belum punya pacar?” tanya Surya. Langkah-langkah berselingkuh telah ia jalankan satu per satu. Sekarang saatnya penentuan.

“Belum, bang.”

“Mmm… Dira mau seandainya jadi pacar gue?” tanya Surya, menggenggam jemari halus Dira.

“…”

“Dir?”

“Emangnya bang Surya belum punya pacar?”

“Udah donk…” Surya menyadari kekeliruannya. “Sudah berkali-kali ditolak cewek nih.”

“Masa? Cowok kayak bang Surya kan yang paling saya sukai. Humoris, pintar dan… ganteng.”

“He he he…” ketawa narsis.

“Emang beneran nih abang suka sama saya?” tanya Dira, tak yakin betapa mudah cinta hinggap di taman hatinya.

“Kalo gak suka, ngapain juga gue ngajak elo jalan, Dir?”

“Ngg… soalnya belakangan ini temen-temen saya juga diajak jalan sama…”

“Oh itu… itu mah akting. Kebetulan di kampus lagi ada les akting untuk mahasiswa yang ingin menjadi artis.” Otak Surya cepat sekali bekerja. Dasar kecoa.

“Jangan-jangan sama saya juga sekedar akting, bang?”

“Enggak lha yaw…” ENGGAK SALAH MAKSUDNYA HEHEHE.

“Mmmm…”

“Kita jadian nih?”

Dira, yang mana merasa yakin Surya adalah si single-man yang tengah mencari cinta, terjebak dalam film 30 Hari Mencari Cinta, mengangguk setuju.

“Gue sayang elo, Dir,” rayu Surya… rayuan pulau kelapa. Dikecupnya punggung tangan Dira lembut… dan.. “HUEEEKKK!!”

“Maaf, bang. Tadi saya olesin air remasan daun pepaya yang anti nyamuk itu, soalnya abang kan pengen ngajak ke taman. Takut banyak nyamuk.”

“…” biru-biru deh hati Surya. Pahit-pahit deh ujung lidah Surya.

***

Anggie sedang gundah gulana. Pulang makan malam bersama pak Paijo ia ditelepon Adit. Ternyata Surya berhasil mendapatkan selingkuhan. Omongan Adit membuat Anggie ketar-ketir, “Wuiihh si Dira tuh cakep banget!! Putih, mulus, pintar lagi!”

PINTAR??? AKU KAN GAK GITU PINTARRRRR!!

Di dalam lubuk hati yang paling dalam, ada sedikit penyesalan, mengapa dulu Anggie menyetujui usul Surya untuk selingkuh? Gila memang ide itu dan Anggie jadi ikut-ikutan gila dengan menyetujuinya. Ia ragu apakah nantinya Surya tak akan tergoda? Fisik boleh tergoda tapi bagaimana dengan hati? Anggie tak sanggup hidup tanpa Surya (klise). Sekian lama pacaran, hanya Suryalah cowok yang benar-benar mengerti keadaannya. Yang mengetahuinya luar-dalam… yang paling disayangnya se-Jakarta raya.

Duuuh. Gimana nih kalo Surya beneran selingkuh hati juga?
Payaaah!

Ingin curhat pada Romala, si gajah bledug sudah mendengkur dari tadi. Kecapean membantu tugas cleaning service membersihkan semua perabot. Dijamin sepulang magang bobot Romala susut 12 kg. Anggie mengetuk-ngetuk jari di meja… ngelamun. Teringat masa-masa indahnya bersama Surya. Akankah masa indah berakhir tragis karena kesalahan Anggie meluluskan keinginan Surya?

AKU SETUJU AJA KARENA AKU SAYANG DIA!

Where’d you go?
I miss you so…

Ibarat kata pepatah; bila nasi telah menjadi bubur. Jangan sampai Anggie atau Surya menyesal…

***

Kata orang Ende; STT aka Selingkuh Tipis Tipis.
Lha… kalau STTB?? Surat Tanda Tamat Belajar.. goblok!!

-bersambung-

h1

Tompi – Playful

February 27, 2007

Balonku
Lulu Dan Siti
Salahkah
Jangan engkau ganggu cintaku
Can You Feel My Music
Valentine’s Day
Aku Tak Mau
Kekagumanku
I’m Falling In Love
Engkaulah satu-satunya
Even if ft. Groofologi
Soft Shoe
T Scat

Download Album

h1

ART ENSEMBLE OF THE WORLD ACOUSTIC VOL.1

February 23, 2007

01. Everybody’s changing – Marian Dacal
02. Crazy in love – Marian Dacal
03. This love – Marian Dacal
04. Self control – Marian Dacal
05. Don’t phunk with my heart – Marian Dacal
06. Hey ya – Audrey Nicolas
07. You’re beautiful – Audrey Nicolas
08. The whole of the moon – Slow Release feat Nat
09. Tripping – Cristina Camacho
10. All the things she said – Pol Rossignani
11. Never leave you – Audrey Nicolas
12. It’s raining again – Audrey Nicolas
13. Ain’t got no (I got life) – Audrey Nicolas
14. Starman – Odette Telleria

Download

h1

Banjir dan Korupsi

February 23, 2007

Ibu Kota Jakarta, yang dulu pernah termasyhur sebagai Ratu dari Timur (Koningin van het Oosten) karena arsitek dan bangunannya yang mirip Eropa, akan terlihat seperti kolam raksasa bila dilihat dari atas ketika banjir menerjang Jakarta 2 Februari lalu.

Dalam sejarahnya, Jakarta sendiri pernah mengalami kegagalan dalam mengelola lingkungan hidupnya. Hal itulah yang menyebabkan dibentuknya Batavia baru (Niew Batavia) di Weltevreden (sekitar Gambir saat ini). Simon Stevin, arsitek pertama Batavia lama (Oud Batavia) pada tahun 1618, tentu tak pernah berpikir bahwa ratusan tahun kemudian hasil karyanya, pada hari nahas tersebut, lumpuh akibat hujan yang terus-menerus mengguyur Jakarta selama beberapa
jam.

Banjir hebat yang melanda Jakarta selama beberapa hari tersebut merupakan ulangan dari apa yang terjadi pada tahun 1621, 1654, 1918, 1942, 1976, 1996, dan terakhir tahun 2002. Curah hujan yang cukup tinggi, dataran yang hampir setengahnya lebih rendah dari lautan, serta berjejalnya 13 sungai yang mengelilingi Kota Jakarta, membuat
kota ini sulit menghindar dari serbuan bah.

Keadaan dan kondisi tersebut bukannya tidak diketahui oleh para pejabat yang berwenang dalam mengurus Kota Jakarta. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di istana wakil presiden (8 Februari 2007) mengatakan sebenarnya sudah diketahui cara mengatasi banjir karena konsepnya bukan sesuatu yang baru. Nah, mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari musibah tahun 2002 lalu? Bahkan banjir yang baru saja melanda Jakarta justru semakin dahsyat bila dibandingkan dengan banjir tahun-tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari jumlah korban dan kerugian yang ditimbulkannya. Sebanyak 55 korban meninggal dunia, serta tak kurang dari Rp 4,1 triliun kerugian ekonomi sampai triliunan rupiah kerugian materiil ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Pertanyaannya, mengapa banjir yang melanda Jakarta makin bertambah dahsyat saja. Berdasarkan data pada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) DKI Jakarta 2010, luas lahan terbangun di Jakarta Barat pada 1993 mencapai 55,45 persen dan meningkat menjadi 76,93 persen pada 2003.  Kenaikan luas lahan terbangun itu semakin cepat seiring dengan laju
membaiknya ekonomi.

Pada tahun 2006, lebih dari 30 pertokoan, apartemen, dan perkantoran skala besar dibangun di seluruh Jakarta. Pada periode 2007-2008, sekitar 80 pusat belanja, apartemen, dan perkantoran baru akan dibangun di Jakarta. Pembangunan gedung-gedung tersebut, juga bertambahnya permukiman, justru ditengarai menyebabkan hilang dan rusaknya banyak situ yang merupakan daerah resapan air, yang ada di wilayah Jabotabek.

Keadaan ini diperparah oleh menjamurnya pembangunan vila dan perumahan di kawasan Bogor, Puncak, Cianjur, dan sekitarnya yang menyebabkan daerah resapan air di wilayah tersebut semakin berkurang. Kerusakan yang terjadi pada situ ditandai dengan adanya pendangkalan situ, pengurukan situ, dan alih fungsi situ. Sebagian kerusakan itu terjadi karena terdesak oleh kawasan permukiman.  Sekitar 80 persen situ yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, dan Bekasi diketahui mengalami kerusakan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, ada 205 situ di Jabodetabek yang saat ini mengalami kerusakan. Dari jumlah itu, 115 di antaranya dalam kondisi kritis dan sisanya rusak sedang.

Banjir yang melanda Jakarta sebenarnya dapat diminimalkan kerugiannya bila para pejabat berwenang tak seenaknya menorehkan paraf dan tanda tangannya dalam mengeluarkan izin bagi pembangunan gedung dan perumahan. Penyebab utama terjadinya banjir hebat di Jakarta adalah akumulasi praktek-praktek korupsi yang berlangsung selama ini. Lemahnya koordinasi dalam perencanaan tata ruang, praktek korupsi dalam “jual-beli” izin peruntukan lahan, serta
lemahnya law enforcement bagi pelanggar izin karena adanya praktek patgulipat antara pejabat pemberi izin, aparat hukum, dan pemilik modal, merupakan faktor-faktor yang tak bisa diabaikan sebagai biang keladi banjir hebat yang melanda Jakarta.

Begitu mudahnya izin diberikan dapat terlihat dari variabel semakin sedikitnya ruang terbuka hijau sebagai kawasan tangkapan dan resapan air, serta semakin banyaknya kawasan parkir air yang hilang berupa situ, danau, dan rawa-rawa. Dalam master plan DKI 1965-1985, ruang terbuka hijau (RTH) masih 27,6 persen. Kemudian proyeksi versi
pemerintah pada tahun 1985-2005 RUTR DKI masih menyisakan RTH 26,1 persen. Tahun 2000-2010, menurut RUTR, DKI hanya memproyeksikan RTH 13 persen. Target RTH DKI pada tahun 2010 itu adalah 9.544 hektare. Padahal realisasi tahun 2003 hanya 7.390 hektare.

Hal ini memperlihatkan adanya eksploitasi besar-besaran terhadap RTH. Dari data tersebut terlihat bahwa hal ini terjadi pada tahun 1997 dan mengalami peningkatan tajam pada tahun 1999-2001. Contoh alih fungsi yang tampak kasatmata adalah pembangunan apartemen di wilayah selatan Jakarta, serta hutan kota di Cibubur yang dijual untuk dikonversi menjadi pembangunan kawasan komersial.

Nasi memang sudah menjadi bubur. Sekarang, bagaimana mengatasi bencana tersebut agar tak terulang kembali pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah sendiri berencana mengimplementasikan pembenahan dan penanggulangan banjir secara struktural dan menyeluruh dari hulu dan hilir secara serius dan terpadu dalam jangka menengah dengan anggaran yang cukup, terutama di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Langkah ini tentu harus kita dukung sepenuhnya. Hal ini tentu saja dibarengi dengan law enforcement yang harus berjalan tanpa pandang bulu dalam menertibkan dan melaksanakan tata ruang Kota Jakarta sebagaimana mestinya.

Sedangkan tiga rancangan undang-undang, yaitu RUU Pemerintahan Ibu Kota, RUU Bencana Alam, dan RUU Tata Ruang, sebagai landasan hukum untuk mengantisipasi bahaya banjir di masa mendatang, harus segera diselesaikan oleh DPR untuk segera diundangkan.

h1

Gosip

February 23, 2007

Rima dan teman-temannya sering bergosip ria. Apalagi kalau gosipnya seru. Rima tidak merasa ada masalah. Segala sesuatu digosipkan. Dari masalah kebiasaan makan, hingga masalah selingkuh. Dari masalah penyakit hingga masalah baju.

Mereka sering membicarakan berbagai gosip. Siapa yang bajunya baru, siapa yang sepatunya kotor, siapa yang terlambat ke kantor, siapa yang terlambat dijemput kemarin, siapa yang sedang jatuh cinta, siapa yang menerima bonus, dan seribu gosip lainnya.

Sampai tiga hari yang lalu, kebetulan Rima membaca sebuah kisah nyata di sebuah tabloid ketika sedang makan siang dan bergosip di warung dekat kantor. Di sana dikisahkan seorang wanita yang bekerja sebagai TKI di negara tetangga. Sebut saja namanya A. Wanita tersebut bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Dia bekerja di bagian produksi bersama banyak buruh lainnya.

Suatu hari, ternyata salah seorang buruh lain memusuhinya, entah karena merasa iri hati atau kurang suka dengannya. A sendiri tidak mengerti sebab musabab terjadinya permusuhan tersebut, karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Tak berapa lama kemudian, teman yang memusuhinya tersebut mulai menyebarkan gosip yang tidak benar. Katanya, A gila. Wah, benar-benar tidak tanggung-tanggung, berani mengatakan orang lain gila.

Perlahan-lahan gosip itu tersebar di antara para buruh lainnya. A juga mendengar gosip tersebut, tapi dia tidak memedulikannya. Di luar dugaan, gosip tersebut terus berkembang. Suatu hari A dipanggil oleh yayasan yang dulu mengirimnya ke luar negeri dan menyuruhnya berhenti bekerja. Bahkan, A diminta mengikuti test kesehatan untuk
memastikan bahwa dia tidak gila.

Dipulangkan

Ternyata gosip tersebut sudah sampai ke telinga para pengurus yayasan. Akhirnya, meskipun hasil test kesehatannya baik, A tetap dikirim pulang karena pihak pengurus yayasan masih merasa kuatir mengenai kondisi mentalnya. Benar-benar gosip yang menghancurkan. Kasihan sekali.

Membaca kisah itu, Rima menjadi ngeri. Memang gosip tertentu ada benarnya. Tapi tidak semua gosip itu benar. Seringkali gosip diceritakan ulang dengan ditambah bumbu atau dibesar-besarkan agar terdengar seru dan menarik. Semakin lama gosip menjadi semakin besar, seru dan hebat. Semua orang menambahkan sedikit bumbu.

Suatu hari Kiki, rekan sekantornya, pernah digosipkan sakit kaki parah. Entah penyakit apa, pokoknya parah, gawat lagi. Kalau sedang kumat, sakit sekali dan bisa pingsan. Semua karyawan membicarakan penyakit kaki yang diderita Kiki.

Ternyata ketika Rima menanyakan masalah penyakit kaki tersebut kepada yang bersangkutan, Kiki sangat kaget. “Sakit kaki apa?”, tanyanya terkejut. Ternyata Kiki tidak sakit apa-apa. Kakinya sehat kok.

Setelah diingat-ingat, memang Kiki dulu pernah beberapa kali mengeluh kakinya sakit ketika mengurus suatu event di kantor yang memang merupakan tugasnya. Rupanya dia terlalu banyak berdiri dan berjalan padahal dia mengenakan sepatu hak tinggi.

Seharian dia hampir-hampir tidak pernah istirahat. Memang setiap kali sibuk mengurus event, kakinya terasa sakit. Sampai senut-senut. Tapi keesokan harinya sudah sembuh dan sakitnya timbul karena terlalu banyak berdiri dengan mengenakan sepatu hak tinggi, bukan karena penyakit. Apalagi penyakit parah! Ada-ada saja.

Jono juga pernah digosipkan tidak makan daging sama sekali. Dia alergi berat terhadap daging, sehingga hanya makan sayur saja. Malah katanya, dia sempat masuk rumah sakit karena alergi daging. Dalam acara gathering, Rima siap mengatur agar untuk Jono disiapkan makanan khusus vegetarian.

Makan sayur

Untungnya Rima menyempatkan diri bertanya kepada yang bersangkutan. Ternyata Jono bukan vegetarian. Memang minggu lalu dia pernah tidak mau makan banyak karena sedang sakit perut. Menurut dokter, perbanyak makan sayur. Jadi selama dua hari, setiap makan siang,  Jono hanya makan nasi dan sayur saja. Setelah sembuh, dia makan seperti biasa lagi. Memang dia tetap banyak makan sayur, tapi bukannya tidak makan daging. Bukannya vegetarian. Apalagi alergi!

Amit-amit!

Sekarang Rima ingin lebih berhati-hati. Karena itu, Rima berinisiatif untuk membedakan antara gosip dan informasi. Rima ingin lebihberhati-hati dalam memilah-milah dan membedakan antara gosip daninformasi. Ketika anak kedua Pak Tarmo, karyawan bagian gudang, menderita penyakit demam berdarah, maka Rima tidak menganggapnya sebagai gosip, tapi sebagai informasi yang perlu diketahui oleh karyawan lain.

Informasi ini perlu disampaikan kepada karyawan yang lain agar mereka bisa membantu. Paling tidak, mereka bisa membantu menghibur, menguatkan, mendoakan atau menengok ke rumah sakit. Malah, kemudian para karyawan berinisiatif mengumpulkan uang sumbangan sukarela bagi anak Pak Tarmo. Lumayan, bisa membantu meringankan beban Pak Tarmo.

Rima akan mencoba mengurangi gosip yang dibesar-besarkan. Mulai  sekarang, dia akan menanyakan kepada orang yang digosipkan. Tentunya untuk masalah yang berhubungan dengan pekerjaan dan tempat kerja. Bukan untuk masalah yang terlalu pribadi. Paling tidak, dia bisa mengurangi risiko negatif. Be careful! Gossip can be wrong! Be positive!

h1

New Song Has been update

February 22, 2007

Blink 182

Song Title
1. Feeling This
2. Obvious
3. I Miss You
4. Violence
5. Stockholm Syndrome
6. Down
7. Fallen Interlude, The
8. Go
9. Asthenia
10. Always
11. Easy Target
12. All Of This
13. Here’s Your Letter
14. I’m Lost Without You

Take off your panst and jacket

Song Title
1. Anthem Part Two
2. Online Songs
3. First Date
4. Happy Holidays
5. Story Of A Lonely Guy
6. Rock Show, The
7. Stay Together For The Kids
8. Roller Coaster
9. Reckless Abandon
10. Everytime I Look For You
11. Give Me One Good Reason
12. Shut Up
13. Please Take Me Home
14. Bonus Track

Cheshire Cat

Blink 182 – Cheshire Cat -01 – Carousel.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -02 – M+M’s.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -03 – Fentoozler.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -04 – Touchdown Boy.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -05 – Strings.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -06 – Peggy Sue.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -07 – Sometimes.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -08 – Does My Breath Smell_.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -10 – TV.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -11 – Toast And Bananas.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -12 – Wasting Time.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -13 – Romeo And Rebecca.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -14 – Ben Wah Balls.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -15 – Just About Done.mp3
Blink 182 – Cheshire Cat -16 – Depends.mp3

il Divo – Siempre

01 Nights in White Satin (Notte di Luce)
02 Caruso
03 Without You (Desde el Dia Que Te Fuiste)
04 Come Primavera
05 Have You Ever Really Loved a Woman (Un Regalo Que Te Dio la Vida)
06 La Vida Sin Amor
07 Una Noche
08 you raise me up
09 amor venme a buscar
10 musica
11 bonus track – somewhere

Josh Groban – Closer

Song Title
1. Oceano
2. My Confession
3. Mi Mancherai (Il Postino) – (featuring Joshua Bell)
4. Si Volvieras A Mi
5. When You Say You Love Me
6. Per Te
7. All Improvviso Amore
8. Broken Vow
9. Caruso
10. Remember When It Rained
11. Hymne A L’Amour
12. You Raise Me Up
13. Never Let Go – (with Deep Forest)

JAMIE CULLUM – Catching Tales 

Song Title
1. Get Your Way
2. London Skies
3. Photograph
4. I Only Have Eyes For You
5. Nothing I Do
6. Mind Trick
7. 21st Century Kid
8. I’m Glad There Is You
9. Oh God
10. Catch The Sun
11. 7 Days To Change Your Life
12. Our Day Will Come
13. Back To The Ground
14. My Yard

 SERGIO MENDEZ AND BRAZIL 66 – The Best Album

01 – mais que nada.mp3
02 – scarborough fair.mp3
03 – with a little help from my friends.mp3
04 – like a lover.mp3
05 – look of love.mp3
06 – night and day.mp3
07 – fool on the hill.mp3
08 – norwegian wood.mp3
09 – going out of my head.mp3
10 – look around.mp3
11 – so many stars.mp3
12 – daytripper.mp3
13 – pretty world.mp3
14 – wave.mp3
15 – pais tropical.mp3
16 – watch what happens.mp3

All this album you can get at music.bocahklene.com and many more new album n song you can get it

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 7

February 22, 2007

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Surya dan Adit memutuskan untuk memilih si Regine Vallasduitz. Alhasil siang ini, Surya coba mengajak Regine pergi ke suatu tempat; kafe Beringin. Menu-menu di kafe Beringin juga murah meriah tapi menggigit lidah… yaaa sekali-kali menu menggigit lidah, jangan gigi menggigit menu melulu :p

Duduk berhadapan, Regine nampak malu-malu kucing sedangkan Surya berusaha untuk tidak tergoda tatkala melihat leher jenjang si cewek SMU. Kulit Regine yang putih mulus dan ekspresi mata yang sangat lugu membuat jantung Surya berdebar… namanya juga cowok normal.

“Mau pesan apa, Jin?” Wah… kok kedengarannya seperti Jin dan Jun? Atau Gin & Tonic? :p

“Apah ajah deh, bang,” jawab Regine malu-malu… wajahnya semakin imut di mata Surya… gemas.

Pelayan mencatat semua pesanan Surya dan Regine dan menghilang ke… dapur (emang ke mana lagi? :p ke sumur? :p). Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh Surya.

“Elo kok langsung iya aja waktu gue ajak jalan?” Oh Surya! Pertanyaan yang sedikit o’ot… o’ot bisep, o’ot trisep… *otot kaleee biggrin*

“Nggg…” mata Regine berputar-putar. Seandainya ini film Harry Potter, ingatkah anda pada profesor Moody? ;p

“Yaa??” Surya menunggu. Semakin gemas.

“Lu…pa…”

-GUBRAK!!-

***

“Timingnya sukses ya, Anggie. Sebentar lagi perusahaan kita akan bekerja sama dengan perusahaan mereka,” kata pak Paijo dengan mata berseri-seri. Saat ini Anggie sedang duduk di samping pak Paijo di jok belakang mobil milik pribadi pak Paijo.

“Iya, pak. Tapi bukan timing pak,” ralat Anggie lagi sembari mengeluh dalam hati, BEGO BEGO KOK JADI DIREKTUR SIH??

“Oya? Jadi apa donk….” pak Paijo bertanya manja manis madu.

“Miting. Meeting. Dibaca miting. Bijituh pak.”

“Oooo. Oke.”

“…”

“Elu sudah makan, Anggie?”

KAN DARI TADI PAGI AKU PERGI SAMA BAPAK??????

“Belum, pak.”

“Kita makan sama-sama ya. Eluh mau?”

“Boleh, pak,” jawab Anggie cepat secara lambungnya telah merintih dan mendesah. Ia lantas teringat sesuatu, “Tapinya, pak… saya gak biasa makan sendirian…”

“Kan ada guah,” jawab pak Paijo PD, “sekalian kalo mau disuapin, guah suapin deh…” penawaran huh?

“Maksud saya, kasian si Romala ntar dia makan siangnya sama siapa donk, pak?”

“Oooo si karung beras. Kan gampang… di pantry banyak mi instan… biar dia habisin aja sekalian. Lagipula udah pada kadaluarsa.”

TEGA! TEMAN AKU DISUMPAHIN CEPET MATI???? ARGGHH!!

***

Surya berusaha meredam emosi jiwa yang melanda kalbu. Regine sangat sangat sangat pelupa. Saat Surya berusaha mencairkan ketegangan dengan cerita-cerita lucu, Regine cekikikan geli.

“Hihihi…. lucuh! Lucu banget, bang! Abang inih humoris yah?”

“Hehehe. Dikiiittt….”

“Engg…”

“Ya??”

“Tadih ceritah lucuhnyah tentang apah yah?”

“…” keluh!!

Bagaimana bangsa dan negara ini bisa maju kalau para pelajarnya seperti Regine?? Rumus Kimia dipakai untuk rumus Matematika? Kalimat pasif dipakai untuk menjawab pertanyaan Sejarah? Fosil-fosil bisa mengajukan protes donk….

‘Nama saya Homo Hidrokensis… dan teman saya Pitagoras Erectus Calculus…’

Daripada banyak ngelantur sedangkan tujuan utama belum tersampaikan, Surya mulai menyusun kalimat pamungkas untuk Regine. “Jin… elo udah punya pacar???”

“Hmmm….”

“Belum kan?”

PLEASE, JAWAB BELUM DONK!

“Udah? Belum? Udah? Belum?” Surya menebak-nebak, kayak bermain petak umpet… ‘oiiih… ngumpetnya jangan di perut ibu donk!’

“Nggg…”

“Pasti belum!”

“Lu…pa…”

Betapa malang nasib Surya.

***

“HA HA HA HA HA!!” Adit terbahak-bahak mendengar cerita Surya tentang Regine. “Udah… besok lo ajak yang lain aja gih!”

“Iya nih. Bete gue.”

“Masih banyak stok ceweknya kan?”

“He’eh…” Surya mengeluarkan HP dari kantung jins. Malam ini ia ingin memulai aksi lagi…

Dan entah mungkin Tuhan memang sedang kasihan sama Surya, ia dengan acak memilih nama; Indira Dandang.

“Selamat malam,” sapa Indira. Suaranya merdu.

“Malam juga.”

“Siapa?”

“Gue Surya. Masih ingat tiga hari yang lalu di depan sekolah elo…”

“Oh ya. Masih ingat. Bang Surya. Apa kabar??”

WAH, HUJAN DURIAN NIH MALAM!

“Kabar baik. Indira apa kabar?”

“Baik juga. Thanks for asking. Baidewei, panggil saja Dira.”

“Olrait, Dira. Lagi ngapain nih?”

“Belajar, bang. Besok ada ujian…”

“Oooo. Maaf ganggu, Dira.”

“Gak apa-apa kok, bang. Ini juga tar lagi selesai ngafalin rumus terakhir.”

“Rajin belajar donk, elo…” Surya memulai.

“Kalau gak rajin belajar, gimana orangtua bisa bangga sama kita? Benar gak, bang? Namanya pelajar tugasnya belajar.”

Merasa mendapat lawan bicara yang cukup jenius, Surya tertantang, “Tapi kan pelajar gak selamanya belajar terus… terus… ntar otaknya malah blank.”

“Ya enggaklah. Kan ada selingan sama eskul, jalan-jalan ma teman…,”

Surya memangkas, “Pacaran. Hehehe…”

“Ah, saya belum punya pacar, bang.”

“MASA IYA?????”

Surya meloncat-loncat kegirangan. Ia merasa sudah saatnya perselingkuhan dimulai!! Darahnya berdesir kian hebat… lebih hebat dari petikan gitar Belawan. Pokoknya dia senang sekali.

“Iya. Gak ada yang suka sama saya.”

“Oyaaaa??? Emang kenapa?”

“Katanya saya terlalu kritis memandang suatu hal…”

“Bukannya malah bagus?”

“Hehehe….”

Singkat kata singkat cerita, Surya dan Dira menetapkan hari untuk bertemu. Malam minggu 2 hari ke depan… sebenarnya banyak yang masih ingin Surya obrolin bersama Dira secara cewek SMU yang satu ini lumayan cerdas menanggapi omongan Surya. Akan tetapi Dira dengan bijak mengatakan ingin tidur dulu karena harus mempersiapkan otak dan fisik untuk mengikuti ujian.

Adit menatap Surya, Surya menatap Adit… “SUKSES DIT!! Kayaknya si Dira bakal jadi selingkuhan gue.”

“Yakin lo?”

“Banget.”

***

“APA? UDAH DAPET?? Huhuhuhu…”

“Tenang aja… semua bakal gue laporin kok!”

“Jangan laporin aja! Kamu harus pastikan Surya gak jatuh cinta sama cewek itu. Siapa tadi namanya?”

“Dira.”

“Ya. Surya gak boleh jatuh cinta sama Dira.”

“Oke. Errr… Nggie…”

“Besok aku transfer duitnya!!”

***

Anggie kepanasan.
Surya kebiruan.
Adit kegirangan.
Yang nulis… kecapean kale :p

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 6

February 22, 2007

Orangnya ganteng, tapi sayang, wajah dan selera sangat jauh berbeda.

Nama; PAIJO SURIJO IJONAKODOQUE
Panggilan; Paijo
Keturunan; Setengah Bandung Setengah Flores
Jabatan; Direktur
Usia; 27, lagi nyari calon bini
Sifat; Baik Paijonya (baik budi kan udah terlalu lazim :p), suka menabung, gemar mencolek (duit), cinta negara dan agama, sayang sama calon istri (pastinya!) dan suka makanan Flores.
Pakaian kebesaran; Kemeja bunga-bunga, dasi kupu-kupu dan celana kumbang-kumbang (maksa… :p).

“…akyu heran deh…” Romala membolak-balik profil direktur P.T. MAJU DONK KALAU MUNDUR NTAR NABRAK. Ini malam ke-2 Anggie dan Romala berada di Bandung untuk urusan magang. Mereka tinggal sementara di rumah teman yang dikenal Romala via internet. Maunya sih tinggal di rumah orangtua asuh yang direferensikan oleh dosen, tapi mereka ogah aja.

“Heran? Heran kok aku dapat tugas jadi sekretaris pribadi-sementara pak Paijo sedangkan kamu jadi klining serpis?” tanya Anggie seraya mengulum senyum.

“Itu salah satunya. Aku heran aja sama pak Paijo. Tampang nyaris nyaingin Samuel Riza tapi seleranya makanan Flores! Huhuhu…”

“Tapi kue rambut ama dodol pulo… polu…. palu.. apa tuh namanya…”

“Dodol pulo Ende! Pulau di depan kota Ende… nyeberang laut… katanya pak Paijo sihh…”

“He’eh. Tuh dodol enak banget ya, Rom? Enggak salah kalo pak Paijo menggemari makanan Flores. Ternyata makanan khas Flores yang dua biji itu enak juga.”

“Huuu…”

Anggie cekikikan. “Hihihi… betewe, pa kabar hani bani tutti fruti aku di Jakarta ya?”

“Nelpon gih!”

“Gak lagi deh. Kan tadi malam udah. Lagian kalo aku terus-terusan nelpon, Surya gak bisa konsen nyari selingkuhan, tau…” tak ada yang tahu, kecuali Adit, bahwa Anggie berbohong. Sejujurnya ia memasang mata-kaki-kuping-hidung…

“Chuahahahahaha!!”

-BYURRR-

“ADUH! Kira-kira donk… ngakak ampe muncrat gini,” protes Anggie.

“Maap, Nggie. Maap juga kalo aku bilang cowok kamu itu aneh bin ajaib. Kok Tuhan bisa-bisanya sih nyiptain makhluk kayak dia?”

“Ehhh??? Ngehina pacarku ya? Biarpun tingkahnya rada aneh begitu, tapi aku cinta.”

“Iya, percaya. Udah tujuh taon gitu pacarannya. Kalo aku sih mana tahan pacaran ampe tujuh taon? Igh…”

“He’eh. Soalnya seminggu aja cowok-cowok dah pada minta putus hahaha… gak kuat traktirrrrrr…”

Obrolan dua sahabat ini terhenti tatkala HP Anggie berdering. Rupanya telepon dari pak Paijo, si direktur.

“…oh! Selamat malam, pak!”

“Besok pagi kamu jangan telat yah, Anggie.”

“Iya, pak.”

“Saya… uhm… guah…”

“Pake guah juga juga gak apa-apa kok, pak. Gak usah terlalu formil.”

“Ya ya ya. Guah pengen ditemani… ada timing di perusahaan MUNDUR NGGAK BERANI.”

“Timing? Miting kali maksudnya, pak?”

“Heee?? Udah diganti tho?”

-GUBRAK!!-

***

Adalah kesialan anak manusia sejenis Surya dan Adit. 2 hari mengejar para cewek SMU tapi belum berhasil juga. Surya sampai berkata, “Ampun ya Tuhan… emang apa salah gue? Masa iya selingkuh sekali aja gak boleh? Sumpah dicium monyet deh kalo gue bakal jatuh cinta sama tuh cewek… cinta gue nih cuma buat Anggie…”

*CUPST*

Tanpa sengaja bibir Surya tercium Adit. Pas Adit sedang mengulur-ulur kabel-terminal untuk komputer, pas Surya lagi nungging… sama-sama berbalik dan berciumanlah dua makhluk durjana ini. Berulang kali Surya meralat, “Ampun Tuhan… kok beneran ciuman sama monyet sih? Kan tadi cuma becanda…”

Setelah keadaan aman kembali dimana Adit tengah asik bermain game dan Surya tiduran di kasur, lagi-lagi mereka mulai memilah-milih nomor HP siapa yang bakal dihubungi. Apa mau dikata, sudah terlanjur ingin selingkuh, ya dijalani saja dulu!

“Dit, yang namanya Regine Vallasduitz ini gue coba dulu ya?”

“Cobain, gih! Kalo gak enak, kembaliin ke mamang penjual lontong sayurnya,” sahut Adit.

“Dudul lo!”

Surya mencoba-coba. Ibarat bermain bingo… pasang angka! Hayo hayo pasang angka!! Yang kalah sial, yang menang sial juga kalo ketangkep polisi!!

“Haluuuuuhhh…”

WAH! SUARANYA BIKIN LEMES JANTUNG NIH.

“Helow. Ini Rejin ya?” (Regine dibaca Rejin kan? Asal bukan resign aja :p)

“Iyah. Inih sapah yah?”

“Ingat gak dua hari lalu elo ngasih nomor hape ke siapa? Di depan sekolah lo?” Surya bersemangat.

“Oooo….”

“Ingat?”

“Lu…pa…”

-GUBRAK!!-

Surya harus mengisi amunisi kesabaran dan ketabahan bila masih tetap ingin berselingkuh. Kemudian ia mencoba nomor HP yang lain… Ritme Rima Melati Sars. Dari nama dan penampilannya sih kelihatan kalau si cewek tergolong cewek populer di SMU Angkasa. Rambut pirang, bola mata bulat bak bulan penuh (cie :p), bibir juga penuh… dan alisnya itu lho, tebal banget. More-less Surya masih mengingat wajah si Ritme Rima Melati Sars.

“SAPA NEH???!!”

BUSYET, KASAR AMIR!! Surya menghela nafas panjang dan berat… betapa susahpun mencari selingkuhan.

“Kamu benar yang bernama Ritme Rima….,”

“Oh ya benar. Saya si RRMS… tapi bukan Rumah Rakit Melahirkan Sosial lho…”

“Gleg…”

“Kamu siapa?? Ada perlu sama saya? Dari Badan mana? Panti mana?”

GUAH BUKAN PEKERJA SOSIAL TAU!!

“Halo? Halo???? Ini siapa sih? Iseng banget nelpon orang malam-malam tapi gak mau ngomong? Haloooooooooooooo… yang disitu gagu ya??? Eh om saya bilangin ya, kalo gagu jangan belagu nelpon… tempel tuh bibir di oven… biar melepuh sekalian…”

-KLIK-

“Busyet, Dit! Gue diterlantarkan! Resek nih cewek!” umpat Surya kesal.

“Oya???” Adit pura-pura tak tertarik… padahal sembari ia bermain Free-cell, onderdil kuping dikencangkan sekencang-kencangnya agar bisa memahami alur percakapan Surya di telepon.

***

“AMPYUNNN TUAN!! Jangan bunuh saya!”

“Hahahahaha….” *ketawa raksasa* “Saya suka membunuh orang, tau! Kamu pendosa! Pendosa!”

“Tapi selingkuh kan…”

“Bukan dosa?”

“Iya, kalo dilakukan terang-terangan…”

“Itu bukan selingkuh namanya… tapi…”

“Apa?”

“Istilahnya saya kurang paham.”

“…” ikut bingung.

“Ya sudah, rasakan cemeti saya ini… HA HA HA…”

-CETAR!!-

“AAAWWWW!!!”

Surya terpelanting dari kasur ke lantai. Ia mengaduh… membuka mata.. gelap.

“Heh? Kenapa lo, Sur?” tanya Adit seraya mengelap iler yang menetes…

“Gue mimpi… buruk.”

“Makanya kalo tidur duh bedo’a dulu…”

Surya tidak bisa tidur, memikirkan tentang mimpi buruknya barusan. Sial.
Kenapa gue susah banget dapetin cewek buat diselingkuhin??
Kenapa gue mimpi buruk???
ARGH!!

***

Pembaca yang tutehman… kasihan ya si Surya??

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 5

February 22, 2007

Pukul 10.45

SMU ANGKASA
Jl. Langit-Langit No. 4-7
Jakarta Selatan

Papan nama sekolah tersebut berada di seberang jalan; dari tempat Surya dan Adit duduk di atas sepeda motor pinjaman pemilik kantin kampus. Di dekat mereka pedagang majalah dan pop ice kaki lima sedang terlena sejuknya berteduh di bawah pohon… tertidur hingga ingus naik turunpun dibiarkan saja. Jorok nih…

Tujuan Adit mengajak Surya ke SMU Angkasa adalah tidak lain untuk mengincar calon selingkuhan. Seperti kata pepatah, tak ada rotan akar pun jadi, maka tak ada mahasiswi pelajar pun jadi. Apalagi promosi Adit, “Wuiihhh cewek esemu pan pake rok pendek diatas lutut tuh… paha mulus oih! Mana tahan!!”

Godaan Adit (omongannya, bukan pahanya) membuat iman Surya mengikuti kemana angin berhembus. Maka jadilah setelah kuliah tadi pagi, ia diboncengi Adit menuju areal SMU Angkasa.

“Dit…,”

“Kan gue udah bilang, tunggu bentar aja. Gue hafal jam istirahat kedua-nya sekolah ini! Jam sebelas! Limabelas menit lagi mata kita akan dipuasi hehehe…”

“Otak mesum lo.”

“Elo juga kan?” Adit menaikkan alis bangga pada diri sendiri. Lantas ditimpuknya penjual majalah dan pop ice dengan kunci motor, “IYA GAK BANG??”

Si abang penjual yang sedang asik di alam mimpi; berduet dengan Titi Kamal di panggung dangdutpun terkejut, “ADA YANG JABLAI! EH ADA YANG JABLAAAIII!!” si abang latah.

“Sumpe lo?” sambung Adit.

“Eh SUMPE LO LAGI JABLAI???” si abang tambah gila….

“Huahahaha.” Adit cekakakan geli. “Esnya dua, bang! Jualan kok molor melulu? Ntar rejekinya jauh lho…,” timpal Adit.

“Dosa lo. Orang lagi enakkan tidur juga dibangunin,” bisik Surya.

“Bodoooo. Haus ini,” balas Adit cuek.

Dan setelah menghabiskan pop ice rasa ‘durian-runtuh’, Adit dan Surya dibuat terkagum-kagum pada gerombolan murid SMU… yang berbondong-bondong menghampiri penjual pop ice… yang mana disinyalir di SMU Angkasa kantinnya hanya 1 sehingga tak mampu memenuhi keinginan para murid. Sudah seperti Jakarta saja yang sudah tak mampu menampung arus air hujan… sampai banjir dimana-mana.

“Tuh, yang pake bando pink… manis diah,” bisik Adit. Surya manggut-manggut setuju. Si Bando Pink memang manis. Hidungnya bangir…

“Halo adek…,” sapa Adit dan Surya berbarengan.

Si Bando Pink menoleh dan tersenyum… “HALO GANTENG!!”

-GUBRAK!!-

“Ini sekolah apa taman Lawang sih???” protes Surya keki. Adit menelan ludah. Ternyata fisik menipu kelamin!

***

“Nama saya Anggie Randiman, pak.”

“UHmm.. Anggie. Oke. Dan kamu?” tanya si bapak Personalia.

“Romala, pak.”

“Ooo. Kirain Suti Karno apa Pretty gitu.”

-GUBRAK!!-

Pintu yang mana diatasnya tertulis; direktur, membuka. Seraut wajah tampan muncul (hanya kepalanya saja) “Firman! Bantuin guah donk!!”

Si bapak Personalia yang bernama Firman buru-buru masuk ke ruangan direktur… tapi sebelumnya ia berbisik pada Anggie dan Romala, “Biasa… ada yang kejepit zipper celana sendiri… hik hik hik…”

-GUBRAK!!-

Anggie dan Romala sempat ragu. Benarkah kantor ini bernama P.T. MAJU DONK KALAU MUNDUR NTAR NABRAK??? Keraguan mereka bermula saat bertemu front-office di lantai dasar;

“Selamat pagi, mbak berdua. Ada yang bisa kami bantu?” sapa si Front-office, neng geulis yang berkulit cerah ceria.

“Bisa kami bertemu dengan kepala personalia di sini? Kami berdua dari Jakarta… dari Universitas ‘ANU’… sebelumnya sudah ada perjanjian untuk kami magang di kantor ini,” kata Anggie PD.

“Ooo. Emang anunya siapa yang di universitas, mbak? Di Jogjakarta ada ya anu yang ikutan kuliah???”

-BRHUAAGH!!-

Romala pingsan.

“Cakep-cakep kok bolot sih, mbak?” protes Anggie.

“Iya sih. Dulu saya emang diajak ngelawak sama om Bolot, tapi saya nolak. Masa tampang saya yang kayak Hillary Duff ini diajak main lawak? Saya kan cocoknya jadi bintang iklan sabun ekslusif… ganti’in Dian Sastro… iya gak, mbak?”

Anggie tersenyum sumringah. Romala bangkit dari pingsan secara tak ada yang ikhlas membopong tubuh bongsornya.

10 menit kemudian pak Firman keluar dari ruang direktur, “Dek Anggie dan karung beras Romala, silahkan masuk ke ruang direktur kami. Pak Paijo siap bertemu anda berdua.”

***

Hasil tebar pesona preman kampus ala Roger Danuarta, Surya dan Adit mengantongi 40 nomor HP dari cewek cakep berseragam SMU; rok diatas lutut… paha mulus semelehoi…

“Hahaha. Gue bilang juga apa! Jadi banyak kan kandidatnya?” Adit menepuk dada bangga. Saat ini Surya dan Adit sudah tiba di kamar kost yang pengap dipenuhi barang-barang tak berguna setelah sebelumnya mengembalikan motor pemilik kantin kampus.

“Otak lo emang hebat, Dit. Bisa jadi teroris,” balas Surya asal.

“Hehehe… ADIIIITTT…”

“Uhm. Mulai dari mana nih?” Surya membongkar-bongkar nomor-nomor HP yang tersimpan di HPnya juga di HP Adit. Begitu banyak cewek cakep di luar sana…. ternyata dunia bisa jadi sempit, bisa jadi sangat luas.

“Terserah. Ikutin filing aja…”

“Filingan padi?”

“Gilingan bego…”

“Hehehe. Well, gue coba dulu yang namanya Putri Patricuek ya?”

“Boljug tuh….”

Tak lama….

“…OOO… KAMU PREMAN YANG TADI DI DEPAN SEKOLAH SAYA, YA?? Yang nanyain nomor hape saya ya?” suara Putri dari seberang.

“Iya sayank… tapi gue bukan preman lho,” ujar Surya. Kali ini posisinya nungging di atas ranjang. Adit menghidupkan komputer, tak ingin mengganggu niat sobatnya berselingkuh.

“MASA SIH? Orang tampang kamu cocok jadi preman gitu. Kamu mau ngapain nelpon saya?”

“Uhm…” pengen ngerayu, dodol! Batin Surya.

“Kamu gak usah deh nelpon-nelpon saya, ntar papa saya marah-marah lagi…”

KALO GAK BOLEH TELPON KENAPA TADI ELO NGASIH NOMOR HAPE ELO KE GUE….???? Surya kehilangan kendali.

“Begini, say… gimana kalo besok…”

Belum Surya selesai bicara, Putri sudah memangkas, “Besok pagi saya kan sekolah. Besok siang les balet. Sorenya belajar kelompok dan malam ada acara keluarga. Lusa pagi saya sekolah. Lusa siang les piano. Sorenya belajar kelompok lagi dan malamnya makan malam sama papa dan mama di restoran termahal di Jakarta-raya! Besoklusa pagi saya kan sekolah juga… Besoklusa siang les suling. Sorenya belaj…,”

“…belajar kelompok dan malamnya makan malam sama pembantu…” Surya memencet tombol OFF di HP dan mendesah gelisah.

“Gimana, Sur?” tanya Adit yang saat ini tengah asik bermain free-cell.

“Delete nomornya. Gak ada gunanya nih cewek.”

“Hehehe. Coba lagi, bung!”

Surya mencoba nomor HP yang namanya tersimpan dengan; Lindtell Ikanlohan. Tak lama;

“HUATSIH!!! Maaf, lagi pilek gara-gara kebanyakan mimik es. Kamu siapa ya? Tau nomor hape saya dari siapa?” tanya Lindtell.

“Gue yang tadi siang di depan sekolah elu itu, Lind…” kali ini posisi Surya tiduran di lantai dengan 2 kaki naik ke ranjang.

“Uhmm… HUASTIH!! eh… HUATSIH!! Oh yang tadi siang. Pa kabar, bang?”

“Baik,” jawab Surya seolah mendapat angin segar dari lawan bicara. “Elo pa kabar, Lind?”

“Ngeflu dikit… HUAA.. HUA… gak jadi bersin deh. Uhm… ada apa gerangan si abang menelepon adinda yang kesepian di istana rembulan ini???”

HAAA??? KOK KAYAK PENYIAR RADIO DANGDUT SIH??? NAMA AJA NYAMA-NYAMAIN LINDSAY LOHAN! OMONGAN FETTY FERA ABISSSS!! Batin Surya komat-kamit.

“Begini, Lind. Gue pengen ngajak elo jalan… besok sore…”

“Sebetulnya adinda Lindtell pengen banget jalan berdua dibawah siraman matahari sore Jakarta yang tidak lembut ini, bang. Tetapi apa daya, adinda sedang terserang flu dan oleh sebab itu tentunya adinda dilarang keluar rumah oleh ibunda kalau belum syembuh… maafkan adinda yang hina ini, bang…”

Di benak Surya tergambar Ira Swara sedang berduet dengan Megi Z dalam nomor wahid milik Mukhsin Alatas.

Mari bermain tali
Bawah rumpun bambu
Aku kan memegang ujung sebelah sini…

-KLIK-

“Gimana, Sur?” tanya Adit perhatian.

“Uhm…. gagal lagi.”

“Hehehehe… selingkuh pake niat sih… gagal melulu.”

“Kok?”

“Iya. Coba elo pikir, di luar sana banyak pelajar yang hamil di luar nikah. Ironinya… banyak orang yang merit baik-baik yang terpaksa gigit jari karena gak punya anak, hehehe… jadi mirip kan?”

“Huuuu…”

***

Adit sedang di kamar mandi; berbicara di telepon.

“Belum.”

“Syukur deh. Elo bantuin dia nyariin calon selingkuhan, Dit?”

“Ya enggaklah! Gue kan seneng banget elo berdua jadian…”

“Oke… jangan lupa kabar-kabari gue ya..”

“Sip.”

***

Apakah Surya berhasil mendapatkan selingkuhan???
Chek dan richek di episode berikutnya yaaa….

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 4

February 22, 2007

Seperti kata Slank; hari berlalu angin tetap berhembus… cuaca berubah daun-daun tetap tumbuh… Seperti harapan Surya akan cewek yang bakal jadi selingkuhannya.

1 bulan mendapat SIS dari Anggie, Surya belum memulai aksinya untuk melirik cewek lain secara Anggie sendiri belum berangkat ke Bandung untuk magang. Berbeda dari Surya, Adit terlihat lebih bergairah dalam mendata cewek-cewek mana saja yang sekiranya pantas dan cocok untuk menjadi selingkuhan Surya. Dasar pitak gila.

***

“Kalo aku udah pergi nanti, kamu harus ngasih kabar setiap hari! Ingat itu!”

“Iya, gue pasti ingat kok… tapi…”

“Yaelah! Iya, ntar aku transfer ongkos kerja deh buat kamu. Dasar tukang plorot!”

“Plorotin rok cewek-cewek? Huahaha….”

“Huuuuu. Maunya!!”

***

“HWAAAAA!!”

Surya shocked. Foto yang dibawa Adit membuat jantungnya ingin berhenti berdetak saja!

“Hehehe. Gimana Sur?”

“Mayat hidup begini elo jadikan kandidat? Najis, tau.” Surya keki berat menatap foto di tangan Adit.

“Ini namanya Maya Romantis. Cewek teknik sipil yang sering jadi cela’an cowok-cowok hehehe.”

“Ogah! Masih mending foto yang kemarin, si… si siapa tuh?”

“Iyem, pembokat di kostan cewek gueh,” sahut Adit kalem. Surya menghela nafas kesal. Sebulan belakangan Adit dengan sangat antusias mencoba mendata para cewek dan rata-rata semuanya jauh dari keinginan Surya. Ada yang macan (manis cantik, gitu) tapi profesinya pembokat. Ada yang mahasiswi tapi tampangnya kayak mayat hidup. Ada yang memang maniiiisss banget, tapi rambutnya penuh kecoa. Pokoknya tidak ada yang beres. Sedangkan waktu semakin mepet… dua hari lagi Anggie berangkat ke Bandung… dua hari lagi Surya sudah sah berselingkuh.

Tapi yang jadi pertanyaannya sekarang… sama siapa??? Cewek yang bakal jadi selingkuhan saja belum ketemu.

“Elo banyak maunya! Kalo elo pengen cari cewek yang kayak Anggie, gue saranin elo gak usah selingkuh sekalian. Parah lo.”

“Tapi kan, selingkuh di masa pacaran it…,”

Adit memangkas omongan Surya yang mulai berfalsafah hasil memplagiat buku panduan sesat itu, “Alasannya hanya karena… biar kalo udah merit enggak perlu selingkuh lagi? Eh kutu kumpret, coba denger ya. Gue bilangin elo nih… jarang-jarang gue mau nasihatin orang… secara hari ini gue lagi bergembira, jadi gu…,”

“LAMA!!”

“Hehehe. Maksud gue, orang selingkuh tuh alasannya bukan karena pengen coba-coba. Perselingkuhan terjadi kalo kedua belah pihak udah enggak ngerasa cocok lagi. Ada yang kuranglah. Ada yang gak direspek lagilah. Ada yang bikin betelah… bukan karena alasan yang dikemukakan sama buku itu, tau.” ternyata, dibalik ke-gila-annya, memori Adit menyimpan secuil kepintaran berbahasa :p

“…”

Melihat Surya diam saja, Adit melanjutkan, “Coba pikir, elo sama Anggie tuh cocok. Anggienya cantik… elonya… hancur hehehe. Tyuuuus, selama ini kalian gak pernah berantem besar-besaran… kecuali di atas ranjang, hebohnya minta ampun… hahaha. Uhm… trus… apa lagi yak? Yaaa pokoknya secara spesifik elo gak punya alasan buat selingkuh.”

“Elo emang bener. Tapi gue udah dapet ijin selingkuh dari Anggie. Gue sukses ngebujuk dia! Masa iya SISnya dianggurin? Percuma donk gue ngerayu Anggie seharian…”

“Hehehe. Dasar tukang rayu lo.” Adit terkekeh. “Yasud, just do it, then. But, gue udah gak tau lagi cewek mana yang bisa dijadikan kandidat selingkuhan elo. Semua yang gue tawarin elo tolak. Padahal mereka dengan senang hati mau dijadikan selingkuhan lho…”

“Uhm… kita liat aja nanti. Semoga aja dua hari ke depan gue udah nemu ceweknya.”

“Semoga Tuhan enggak memberkati. Huahahaha…” Adit tertawa dan… “ADUH! Kira-kira donk! Nimpuk gue tuh pake cewek! Bukan sepatu! Kodoook!!!”

“Hahahaha…” gantian Surya yang tertawa-tawa melihat jidat Adit yang memerah-bata…

***

“Muacch…” Surya mencium pipi Anggie sekilas. Untung saja ini di stasiun kereta. Coba kalau tidak? Ufff…

“Hati-hati ya selingkuhnya,” pesan Anggie sesaat sebelum naik ke kereta yang akan membawanya ke Bandung.

“Iya, hati-hati! Jangan sampe tuh cewek kena bogem mentahnya Anggie,” sambar Romala, cewek gendut sahabat setia Anggie yang juga dapat lokasi magang di Bandung.

“Diem lo!” bentak Surya keki ke Romala yang memang bermulut usil. Ia lantas menatap Anggie mesra, “He’eh, yank. Kalo mo balik Jakarta nanti, elo telpon aja biar gue jemput,” pesan Surya.

“Okay… dadagh!!”

Kereta memacu, Surya berteriak, “YESS!!”

***

Malam yang indah. Meskipun cewek yang bakal jadi selingkuhan belum ketemu, tapi Surya sedang gembira karena baru saja Anggie menelepon. Heran, belum sampai 1 hari Anggie menghilang dari pandangan, Surya sudah kangen setengah mati. Namanya juga orang cinta ini… 7 tahun pula…

-PLUP!!-

“Aww…” Surya merintih. Matanya pasrah melihat dos rokok jatuh ke lantai.

“Hehehe. Gimana, Sur? Udah ketemu belum?” Adit muncul di kamar sembari cengengesan-kebiasaannya. Pasti Adit lagi senang juga soalnya baru balik dari kost ceweknya.

“Apanya?”

“Belagu bego lo. Ya bakal selingkuhan elo itu.”

“Ooo. Belum. Heran deh ya, udah selingkuhnya pake ijin segala… ceweknya yang gak dapet,” gerutu Surya.

“Gue punya ide cemerlang. Elo kan tau gimana otak gue ini… gue emang pintar sih… kata sodara gue yang tinggal di rsj sana… gue…,”

“LAMA!!”

“Hehehe. Besok elo ada kuliah gak?”

“Ada, jam delapan.”

“Gue jam sepuluh… ya sudahlah. Habis kuliah elo ikut gue!”

“Heee? Elo gak kuliah????”

“Gak. Males.”

“Tapi…” Surya ragu sejenak. Bukan karena Adit akan membolos kuliah lagi dan lagi, tapi Adit mau mengajaknya kemana??? Ke tempat prostitusi? Enggak banget lhaaaaa… “Emangnya kita mau kemana, Dit?”

“Ada deh!” jawab Adit seraya mengedip sebelah mata.

***

Apakah Surya akan menemukan cewek selingkuhannya?
Bagaimana dengan Adit sendiri? Jangan-jangan dia juga ‘mupeng’ ingin selingkuh juga?
Lantas…. mungkinkah Anggie setia sama Surya di saat jarak memisahkan? *Cokelat banget P*
Nantikan di part selanjutnya…

-bersambung-

h1

Various Artists – A Touch of Jazz: An Essential Female Vocals

February 21, 2007

a compilation album by blackmamba

Why I compiled this album?
Album ini gw buat khusus buat teman2 disini, dan penggemar jazz khususnya. Gw seleksi dan pilih single handedly, satu persatu, sehingga gw bisa garansi manis lagu2nya, penyanyinya bahkan kualitas suaranya.


What the hell is this about?
This is an album, where you can feel the touch of jazz. (makanya gw bikin judulnya jg itu hehe..) Album ini isinya variatif, baik dari aliran jazznya maupun penyanyinya. Semuanya easy listening, ga ada yg bikin pusing/mumet.. as for me, the main reason for me to jazzin’ my day is i wanna have a happy, relax and free life. Bagi yg udah tau lagu2nya, gw yakin seratus persen setuju ama gw, bagi yg belum tau, bakal rugi banget kalo sampai melewatkan album ini.

Who should listen to this?

well… everybody. serius. Bagi penggemar berat jazz, penggemar masing2 sub genre/aliran, jelas gw rekomen banget. Bagi yang baru/mau belajar kenalan ama jazz? ini bakal perfect banget.Disini ada nu-jazz, ada swing, ada bossa/samba, ada original jazz, ada “le parissien“, ada funk jazz, dan lain2. Penyanyi dari berbagai negara, semua gw rangkum jadi satu. Lagunya asik buat nyantai, buat nyetir, buat dinner dll. Ga percaya? coba deh.

Why I post this one in here?
Gw pengen ngenalin jazz ama temen2 yg blom terbiasa dengerin jazz.

tracklist

1. Madeleine Peyroux – Dance Me To The End Of Love (3:57)
2. Meja – Dindi (4:09)
3. Feist – Mushaboom (3:52)
4. Sitti – One Note Samba (2:10)
5. Maria Rita – Caminho Das Águas (3:11)
6. Renee Olstead – Midnight At The Oasis (3:21)
7. Lisa Ekdahl – It’s Oh So Quiet (Anais Anais) (2:38)
8. Jane Monheit – Over the Rainbow (6:40)
9. Jean Frye Sidewell – Alfle (5:18)
10. Noon – Sunny (3:23)
11. Carol Kidd – When I Dream (4:33)
12. Les Nubians – Si Je T’avais Ecute (4:16)
13. Diana Krall – Little Girl Blue (5:39)
14. Lisa Ono – So Danco Samba (2:35)
15. 15. Jeanette Lindstrom & Steve Dobrogosz – The Look of Love.mp3
16. Mindi Albair – Ordinary Love (3:44)
17. Da Costa – Acai (3:00)
18. Susan Wong – Cavatina (4:00)
19. Kahimi Karie – Zoom Up! (2:03)

Download

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 3

February 18, 2007

Setelah sekian lama Anggie berpikir akan memberikan jawaban apa kepada Surya, akhirnya Anggie mulai memecahkan keheningan diantara mereka.

“Bener kamu ingin tahu juga jawaban dari aku sekarang juga..?”

“Ya kalo bisa sich iya sayang..”jawab Surya.

“Hmm…terus terang aku sangat menghargai atas kejujuran kamu untuk memberitahukan kepada aku keinginan kamu itu, walaupun sebenarnya hati aku ini sedikit sedih ketika kamu mengucapkan keinginan kamu itu untuk selingkuh.”

“OK deh, aku mengizinkan kamu untuk mencoba mencari cewek lain. Hal itu boleh kamu lakukan ketika aku tidak ada disini biar aku tidak merasa terlalu sakit hati melihat kamu dekat dengan cewek lain. Dan masa itu adalah ketika aku mulai mengikuti magang semester depan. Aku akan mengambil magang pada suatu perusahaan swasta di Bandung,” kata Anggie yang akhirnya memberikan izin kepada Surya untuk melakukan niatnya itu.

“Ahh..yang bener sayang..?” tanya Surya tak percaya atas SIS yang dikeluarkan oleh Anggie meskipun secara lisan saja.

“Iya benar..lakukanlah yang kamu mau. tapi ingat aku hanya memberikan waktu satu semester saja untuk kamu. Aku rasa itu sudah cukup lama waktunya aku berikan kepada kamu. Dan jangan sampai terjadi apa-apa sama gadis selingkuhanmu itu.” Anggie membenarkan dengan nada sedikit tegas.

“Ok akan kuingat semua pesan elo sayang, terima kasih atas kepercayaan lo ke gue. Gue gak akan mengecewakan elo. Gue sayang elo!” jawab Surya sambil mendekat kepada Anggie dan merekapun BERPELUKAN *dah kayak Teletubbies aja yach huekeke..*

Dan permainanpun berlanjut kebabak selanjutnya. Dimana kedua muda mudi yang sedang berduaan didalam kamar. Tanpa diketahui oleh mereka ternyata ada satu lagi mahkluk yang ada disana yaitu SETAN. Yang telah ikut membakar gairah mereka berdua. Yang seharusnya belum boleh mereka lakukan sebelum adanya suatu ikatan. Namun apa ini pengaruh modernisasi atau keperosokan mental hal semacam itu saat ini sudah biasa terjadi. Dan permainanpun diakhiri dengan lenguhan panjang kedua insan tersebut. Dan tanpa terasa jam didinding yang penuh dengan poster-posternya Adit yang tidak jelas itu teman menunjukan jam 9 malam. Akhirnya Anggiepun berbenah diri untuk segera pulang kerumahnya.

Sekarang yang jadi masalah bagi si Surya, siapakah yang akan dia jadikan selingkuhan..? yang jelas sich bukan si Aditlah yach..huekekeke…biggrin

Ayo ada ga yach diantara pembaca yang mau jadi SELINGKUHANNYA si Surya..? kalo ada ayo tunjuk tangan..? P

***

Olrait then. Demikian cerita dari si bocah_klene *lirik* huahahaha biggrin Dan dengan sangat memohon sambil berlutut, bocah berkata, “Teh, tolong lanjutin cerita gua itu dunk huekekek… mentok nih ide…”

Jadi, bila nanti di part ke-4 dan seterusnya akan ada sedikit pengalihan gaya bertutur *walah bahasana, Teh ;p* dan lain-lainnya… mohon dimaklumi ya biggrin hehehe.

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 2

February 18, 2007

Kalau bukan karena Adit ini sahabat nyaris-senasib dan sepenanggungan, sudah Surya balas meludahi wajahnya! Enak saja main sembur-sembur kopi… kayak dukun, tau.

“Iya, selingkuh! Kenapa? Elo gak percaya sama gue?” tantang Surya.

“Huahaha. Apa gue gak salah denger tuh?” tanya Adit masih tidak mempercayai kupingnya. Surya ingin selingkuh? Wo! Ho!

“Gak. Kuping lo masih normal kok, Dit. Belum Bolot…” Surya menelan ludah pahit. “Kok elo ketawa sih?”

“Gimana gue gak ketawa? Elo pengen selingkuh gitu lho! Hahaha.” Adit masih terpingkal-pingkal. “Uhm…” Adit berdehem pelan melihat mimik wajah Surya yang super-serius, “emang alasannya apa sih sampe elo pengen selingkuh gitu?” tanya Adit berlagak serius juga.

“Yaaa… selama ini kan gue terkenal cowok baik-baik hehehe…” Surya tertawa narsis. Dinaikkan alis, memuji diri sendiri.

“Belagu lo!” Adit sadar bahwa Surya adalah the most narcis man in the world.

“Hehehe. But, gimana menurut elo?” tanya Surya. Ia ingin Adit benar-benar percaya akan niatnya untuk selingkuh.

Adit gelo menghembus nafas berat, berusaha menenangkan diri. “Gila juga lo… akhirnya tu beliz keluar juga hehehe…” Adi cengengesan, belum menanggapi pertanyaan Surya.

Dan Surya masih saja diam menantikan apa lagi yang akan dikatakan oleh temannya itu. Agar tidak lagi membuat kacau suasana.

“Apa sih yang kurang dari Anggie? Udah cantik, bahenol, baik, rajin trus… kaya lagi. Apa elo kurang puas sama dia? Ato… jangan-jangan elo udah bosen sama dia? Kalo emang bosen sih… gue siap kok jadi pengganti elo hahaha…” Adit tertawa lagi.

“Pete rebus! Gak bisa diajak ngomong serius dikittt aja,” protes Surya sambil menjitak kepala Adit.

“Aww…”

Cuek, Surya melanjutkan, “Bukannya gitu, Dit. Gue kan udah lumayan lama pacaran sama Anggi. Udah mau masuk tujuh taon, man. Sejak sama-sama kelas tiga es em pe. Lo bayangin aja… dah lama kan?” jelas Surya.

“That’s it!!” Adit menunjuk tampang Surya. “Itu yang bikin gue gak percaya niat elo selingkuh,” lanjutnya sembari menghisap rokok.

“…”

“Apa elo dah pikir masak-masak? Kalo belum, sono gih taruh dulu di atas kompor biar masak hahahaha…” Adit terkekeh geli.

“Uhm. Beneran nih. Udah gue pikir masak-masak, matang-matang, baik-baik. Saking masaknya udah hampir mendidih nih kepala gue,” jawab Surya nggak mau kalah menanggapi kelakar Adit. “Lagian lo kan pernah denger orang-orang bilang. Lebih baik bandel di masa muda dari pada bandel di masa tua. Lebih baik selingkuh waktu pacaran daripada selingkuh nanti pas udah merit.” Surya mulai berfalsafah. Adit mendengarkan saja. Tak ingin memangkas…

“Nah, setelah gue pikir-pikir dan banyak gue saksikan dari orang-orang yang ada di sekeliling gue, pernyataan itu emang banyak benernya. Makanya sebelum terlambat kan gak ada salahnya juga gue coba. Mumpung masih masa pacaran ini…” Surya coba menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi… matematik banget :p

“Ooo gitu.”

“Tapi… masih ada tapinya lho, Dit,” cela Surya sebelum Adit siap menanggapi omongannya. “Gue ini kan cowok terjujur sedunia… jadi gue maunya sih selingkuh yang jujur,” lanjut Surya agak pelan.

Mata Adit membeliak. Mana ada orang selingkuh jujur??? “Huahahahah!!!!” Adit tergelak lagi. Malam ini pipinya jadi kejang akibat kebanyakan tertawa. “Hehehe… gue jadi penasaran. Kayak gimana sih selingkuh yang jujur? Baru denger gue!! Gak ada di kamus Bahasa Indonesia kan yahh??” berondong Adit. Cela’an dan hina’an membumbui.

“Yeeee… ada lagi. Nanti gue yang bikin kamusnya,” bantah Surya sok.

“Hahaha. Gelo lo!”

“Huuu. Maksud gue tuh gini, Dit. Gue pengen slingkuh tapi atas ijin si Anggie.” Surya menatap ke Adit, terpaksa menerima ekspresi wajah Adit yang menahan tawa.

“Trus??? Ppffttt…” Adit nyaris ngompol.

“Nah, gue bakal minta ijin dulu sama Anggie. SIS alias Surat Ijin Selingkuh gitu. Uhm… gue ijin ke Anggie buat nyari cewek lain dulu, tapinya gue sama dia gak putus. Ato istilah sekarang itu HTSan lah sama cewek lain. Gue pasti akan ngasih alasan-alasan kenapa pengen selingkuh…” sampai disini Surya menghela nafas panjang. “Terserah Anggie aja,ngasih ijin apa gak. Gitu aja,” jelas Surya.

“Gimana ya. Kalo lo tanya pendapat gue sih… terserah elo aja. Kalo soal selingkuh menyelingkuh udah lo pikirin semasak-masaknya. Ingat, Sur, resiko lo tanggung kalo pas ngasih tau ke Anggie tiba-tiba dia ngamuk-ngamuk atau pengen bunuh elo,” sahut Adit asal.

“Yeee… kok gitu sih? Elo tega apa gue dibunuh? Mbok yaaa ngasih pendapat tuh yang enak didenger!”

“Yaelah nih bocah belum pernah ditinju ama Tyson kali. Kalo ditanya pendapat, ya pendapat gue kayak gitu tadi. Yang penting elo gak nyesel… semua keputusan kan di tangan elo, man! Oya, satu hal lagi, gue cuma pengen jadi penonton… gak ngikut.” Adit tak mau disalahkan atau ikut dijadikan kambing hitam oleh Anggi… di suatu hari kelak.

Dua sahabat ini terdiam agak lama. Adit menyulut sebatang rokok lagi lantas meneguk kopi yang tinggal sedikit hingga tandas. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Surya yang sibuk dengan pikiran gila-nya sendiri.

“Trus kapan elo mau bilang sama Anggie tentang niat selingkuh itu?” tanya Adit tiba-tiba, memecah kesunyian diantara mereka.

Surya mengerut kening, berpikir sejenak. “Besok. Besok kan dia dateng ke sini soalnya ada tugas laporan praktikum yang harus gue bantu. Dan gue harap besok suasananya bisa mendukung gue untuk menyatakan itu semuam” jawab Surya pelan.

“Ya deh. Good luck aja ye sama rencana selingkuh lo itu. Semoga elo dikasih ijin sama Anggie dan gak ada masalah diantara elo berdua nantinya,” ujar Adit sembari meletakkan gelas kopi bekas minum di sudut kamar. Lantas, cowok si preman pitak ini berkata, “Oya, gue mau ke kostan cewek gue dulu de… gue nginap di sana soalnya dah lama nih gak ganti oli hahahaha. Dan biar elo tenang juga mikirin niat busuk selingkuh lo itu hehehe…”

“Walah! Dasar lo gak jauh pikirannya.”

“Hahahaha.” Adit hanya bisa tertawa saja. Lalu ia mengambil jaket kulit butut yang aromanya ’sangat-mengundang-moment-untuk-pingsan’ yang tergantung dibalik pintu kamar. Setelahnya Aditpun pergi meninggalkan Surya yang masih suntuk sama niatan selingkuh.

Tak lama kemudian Surya bersiap-siap untuk tidur karena jam yang tergantung di dinding (yang dipenuhi poster-poster Bon Jovi, Nirvana dllnya milik Adit) telah menunjuk angka 12… malam.

***

KRING!! KRING!!

Ringtone HP (yang memang di-set sangat PTSN) membangunkan Surya dari alam mimpi. Ia bangkit dan mencari sumber alarm tersebut.

“Haloh???” sapa Surya dengan suara berat karena baru bangun tidur plus aroma NAGA.

“Alo sayank. Kamu baru bangun yah?” balas suara di seberang sana yang tidak lain tidak bukan adalah suara ANGGIE! Pacar si Surya.

“Eh yayank. Ada apa nih pagi-pagi nelpon? Kaget gue,” jawab Surya.

“Maap deh kalo aku bikin kamu kaget dan mengganggu mimpi indah kamu,” ucap Anggie, merasa bersalah.

“Hoaaamheeem… gak pa-pa kok, say. Emangnya sekarang jam berapa sih kok elo udah nelpon?”

“Aduh! Kebanyakan molor. Udah jam sepuluh. Kamu habis begadang yah? Tumben-tumbenan bangun siang gini? Udah kayak si Adit lagi. Jangan-jangan diajak ngegem ampe pagi sama si gelo itu?” tuduh Anggie.

“Gaklah, sayank. Makhluk ajaib yang satu itu lagi nginap di kostan pacarnya,” jawab Surya. Dalam hati ia membatin, ”Gak, gue semalam begadang sendiri mikir niat gue buat selingkuhin elo. Makanya gue jadi susah tidur, tau…”

“Ooo begitu. Kirain diajak begadang sama dia. Eh yank, aku dah mau berangkat ke kostan kamu nih. Kan kamu mau bantu aku ngerjain tugas laporan praktikum…”

“Yasud, elo dateng aja sekarang.”

“Hu’uh. See ya there, hun! Mwah…”

Sambungan terputus. Padahal belum sempat Surya menciumi HPnya sendiri Smile

Malas-malasan Surya meraih handuk dan pergi ke kamar mandi. Tidak lupa menggosok gigi. Habis manid kubantu ibu membersihkan tempat tidurku..* walah ko jadi lagu anak-anak gini sich..yach beginilah kalo penulisnya masih bocah yach huekekeke..*

Tak berapa lama, Anggie pun muncul karena memang jarak antara rumah Anggie dengan kostan Surya tidak begitu jauh. Dan lagipula Anggie perginya mengendarai mobil sendiri sehingga tidak perlu berlama-lama menunggu angkot yang penuh sesak… beraroma jeruk busuk.

Di saat Anggie datang, Surya sedang asik di depan komputernya mendengarkan lagu-lagu dari winamp sembari bermain game.

“Hi, sayank… mwaach…” sebuah kecupan ringan mendarat di bibir Surya.

“Mwach… alo juga hani bani tuti fruti…,” goda Surya. “Wew, pacar gue cantik banget hari ini,” katanya melihat penampilan Anggie yang mengenakan T-shirt ketat dan celana jins. Rambutnya yang panjang terurai.

“Idih ngerayu. Aku kan dah cantik sejak dulu kala. Makanya kamu naksir aku,” balas Anggie lantas duduk di pangkuan Surya. Mereka saling menatap mesra. Surya merengkuh Anggie.
.
“Gimana, say? Udah siap bantu aku kan?” tanya Anggie manja.

“Siap, bidadari gue yang cantik jelita yang slalu buat hati gue berbunga-bunga,” jawab Surya sok puitis.

Anggie mengeluarkan buku dan peralatan tulis dari dalam tas untuk mengerjakan laporan praktikum.
Selama 2 jam ke depan mereka sibuk mengerjakan tugas Anggie… diselingi dengan kecupan ringan…

“AKHIRNYA!! Selesai juga nih tugas,” desah Surya sambil merebahkan diri di kasur.

“Iyah, makasih ya, yank,” sambung Anggie sambil mendaratkan bibirnya di bibir Surya. Setelahnya, cewek cantik ini membereskan peralatan tulis menulis yang berserakkan di lantai kamar kost kekasihnya. Lantas ia ikutan tidur di samping Surya. Mereka bercengkerama… bercanda… membagi kasih…

Sembari bercanda, pikiran Surya kembali ke niatan untuk memberitahu Anggie… soal selingkuh itu. Ia memikirkan kata-kata yang sekiranya tepat, tidak membuat Anggie marah. Akan tetapi yang namanya selingkuh, baru mendengarkan saja, sudah membuat cewek-cewek menjerit kayak ngeliat tikus putih sekarat.

“Yank….,” panggil Surya pelan.

“Hmmm??” Anggie bergumam.

“Ki… kita kan dari dulu udah berjanji untuk saling terbuka, jujur… Dan saking terbukanya gue ampe tau kalo ada tahi lalat di bawah leher kamu itu…,” kata Surya sambil memeluk Anggie.

“Idih….” wajah Anggie bersemu merah. “Kalo didengar Adit, bisa syirik dia…”

“Biarin aja. Syirik kan tanda gak mampu. Nah si Adit tuh gak mampuan hehehehe…”

“Dasar kamu, yank,” balas Anggie sambil mentowel hidung Surya.

“Hmmm, yank… ada yang pengen gue omongin ke elo. Agak serius sih. Tapi elo janji ya gak boleh marah. Elo nanti cukup jawab boleh ato enggak. Dan… kalo elo jawab ‘enggak’, hubungan kita tetep seperti biasa. Anggap aja apa yang gue katakan ntar cuma angin lalu. Oke? Janji?” pintar Surya pelan… menahan nafas.

“Tergantung sih,” jawab Anggie.

“Uhhh.. pokoknya elo ikutin aja yang gue omongin tadi. Kan katanya elo sayang en cinta ma gue,” bujuk Surya memulai aksi cowok mupeng berselingkuh.

Akhirnya, setelah perjuangan yang cukup alot, Anggie mengangguk setuju.

“Makasih, yank…” Surya tersenyum lega, mengecup kening Anggie. “Begini… kemarin kan gue abis baca buku tentang masalah orang-orang yang suka berselingkuh. Baik yang masih pacaran maupun yang udah berrumah tangga. Nah, ada kalimat terakhir di buku itu yang menurut gue bagus banget, yank. Lebih baik kita selingkuh dimasa pacaran dari pada nanti setelah menikah. Yang kasian nanti bukan cuman diantara pasangan itu tapi juga buat anak-anak mereka jika mereka sudah dikaruniai anak.” sampai disini Surya memberi kesempatan pada paru-paru untuk berpesta-pora sejenak.

“Jadi pada intinya gue pengen mencoba juga bagaimana rasanya selingkuh itu. Tapi karena gue sangat-sangat sayang dan cinta sama elo, gue gak mau selingkuh di belakang elo. Gue mau elo tau kalo gue punya pacar lain selain elo. Ya bahasa prokemnya sih HTSlah. So… gimana pendapat elo, yank? Apa elo ngasih ijin ke gue ato enggak? Yang penting sekarang gue udah ngasih tau ke elo dan alasan gue pengen begitu…,” jelas Surya dengan berat hati.

Anggie yang tadi raut mukanya gembira berubah menjadi agak cemberut. Diapun melepaskan pelukan dari Surya dan duduk dengan bersandarkan dinding kamar kost.

“Bagaimana sayang…? Boleh atau enggak ini..? Elo mesti ingat janji yang tadi sebelum gue mengatakan semua ini…,” kejar Surya penasaran dan dengan sedikit rasa takut. Takut kalau tiba-tiba Anggie menangis dan teriak-teriak karena merasa dikhianati atau apa. Bisa jadi Anggie gila sesaat karena takut kehilangan Surya P

Sementara Anggie masih duduk bersandarkan dinding kamar itu dengan lutut ditekuk kebadannya. Sambil menatap mata Surya dalam seolah-olah dia bisa melihat apa isi hati kekasihnya itu.

“Bener kamu mau tahu jawaban aku sekarang?” tanya Anggie dengan nada agak berat dan sedih.

“Iya sayang,” jawab Surya pelan.

“Ya udah sayang.. aku mau kekamar mandi dulu yach… nanti aku kasih jawabannya,” balas Anggie dan diapun berdiri dan menuju kekamar mandi.

Sementara Surya menunggunya dengan penuh rasa gelisah dan perasaan bersalah yang mendalam karena dia dengan beraninya menyampaikan niat yang ada dihatinya itu kepada kekasihnya yang sudah dipacarinya selama hampir 7 tahun.

Tidak begitu lama pintu kamar mandipun terbuka. Namun bagi Surya penantian itu terasa sangat lama sekali karena rasa bersalahnya. Surya terus memperhatikan saja tiap langkah demi langkah sang gadis pujaan hatinya itu untuk duduk kembali serta menunggu ucapan apa yang akan keluar dari bibir mungil gadisnya ini.

Anggie menghembuskan nafas berat, lalu mulai mengeluarkan kata-kata “Bener nich kamu mau tau juga bagaimana jawaban aku sekarang ini..? Nggak menunggu atau memberikan kesempatan bagi aku untuk berpikir akan keinginan kamu ini..?”

“Ya terserah elo sajalah sayang. Kapan elo akan ngejawabnya. Gue akan menunggunya kok,” jawab Surya pelan.

“Hmmm…bagaimana kalo diepisode selanjutnya saja aku kasih jawabannya sama kamu..? biar pembaca jadi penasaran juga akan cerita SELINGKUHAN kita ini..? ” kata Anggi.
“Ya bener sayang nanti saja deh di episode berikutnya jawabanya..biarin saja deh tuch para pembacanya penasaran..asal jangan sampai mati penasaran saja sayang..nanti malah kita lagi yang digentayangi karena bikin mereka mati penasaran..huekekekeke..” balas Surya.

“YA MOHON MAAF PARA PEMBACA SEKALIAN YANG TELAH SUDI MEMBACA KISAH KAMI INI, NAMUN MAAF BERIBU KALI MAAF KAMI TIDAK BISA MENERUSKAN CERITA KAMI KARENA SANG PENGARANG CERITANYAPUN SUDAH SANGAT MENGANTUK SEKALI MENULIS CERITA INI SAMPAI JAM 3 DINI HARI. DAN KAMI JUGA MERASA KASIHAN SEKALI MELIHAT JARI JEMARINYA YANG MUNGIL SUDAH MENJADI KERITING KARENA SEHARIAN MENGETIK. JADI SELAMAT MENANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA SAJA YACH..CHERRSS..”,kata mereka berdua berbarengan.

NB : ya pembaca sekalian..kali ini bukan keputusan bocah menunda cerita ini..tapi dari tokoh dalam ceritanya yang mau menunda tuch..sorry deh yach..sampai ketemu lagi dicerita selanjutnya…kira-kira di IZINKAN GAK YACH AKU SELINGKUH SEKALI SAJA.

bersambung…

h1

I’m Online Again

February 17, 2007

After for a few days my internet conection in the office has a troble. And now i can post again n give u all gifts to download from me. all this review you can download at http://music.bocahklene.com

James Bond Soundtrack

James Bond Theme – The Monty Norman Orchestra
Underneath The Mango Tree – Tim Tim
From Russia With Love – Matt Monro
Goldfinger – Shirley Bassey
Thunderball – Tom Jones
Mr. Kiss Kiss Bang Bang – Dione Warwick & Shirley Bassey
You Only Live Twice – Nancy Sinatra
Casino Royale – Herb Alpert & The Tijuana Brass
The Look Of Love – Dusty Springfield
On Her Majesty’s Secret Service – The John Barry Orchestra
We Have All The Time In The World – Louis Armstrong
Diamonds Are Forever – Shirley Bassey
Live And Let Die – Wings
The Man With The Golden Gun – Lulu
Nobody Does It Better – Carly Simon
Moonraker – Shirley Bassey
For Your Eyes Only – Sheena Easton
All Time High – Rita Coolidge
Never Say Never Again – Lani Hall
A View To A Kill – Duran Duran
The Living Daylights – A-Ha
Licence To Kill – Gladys Knight
Goldeneye – Tina Turner
Tomorrow Never Dies – Sheryl Crowe
Surrender – K.D.Lang
The World Is Not Enough – Garbage
Only Myself To Blame – Scott Walker
Die Another Day – Madonna
You Know My Name – Chris Cornell
James Bond Theme – Moby

Mainstream Promo alternative Club February 2007

Tracklist:
01-kid beyond – mothership (mutaytor dublab remix)
02-black strobe – shining bright star (phones industrial version)
03-greenskeepers – 15 minutes (the rapture hushhush remix)
04-bittersweet – moving forward (charles webster vocal remix)
05-thunderball ft afrika bambaataa – electric shaka (album version)
06-depeche mode – martyr (paul van dyk vonyce lounge mix)
07-novalima – mayoral (album version)
08-justin martin – the water song (original version)
09-barsuk record – faster than a dead pony (pepe deluxe remix)
10-fedde le grand – put your hands up for detroit (tv rock and dirty south melbourne militia remix)
11-sander kleinenberg – this is new york (original mix)
12-gabriel and dresden ft jan burton – dangerous power (cicada full mix)
13-forward russia – nine (moons of neptune remix)

OST TAXI 4


01-black_eyed_peas-pump_it.mp3 02-sniper-quoi_quil_arrive.mp3 03-kery_james_feat._anissa_stili-symphonie_damour.mp3 04-melissa_feat._akhenaton-avec_tout_mon_amour.mp3 05-j-mi_sissoko_feat._lino-ghetto.mp3 06-bakar-etre_un_homme.mp3 07-shym-victoire_(remix).mp3 08-el_matador-generation_taxi.mp3 09-tunisiano-rien_a_foutre.mp3 10-saian_supa_crew-mets_les_gaz.mp3 11-k-reen_feat._ol_kainry-anticonformiste.mp3 12-medine-les_contraires.mp3 13-mafia_k1_fry-on_vous_gene.mp3 14-melissa_feat._khaled-benthi.mp3 15-tairo_feat._diams-qui_on_appelle.mp3 16-sir_samuel-frerot.mp3 17-akil-nahreg_alik.mp3 18-sinik-ennemi_detat.mp3 19-nessbeal_feat._k-reen-legende_dhiver.mp3 201_rimk_feat_gimenez.e_-_hommage.mp3 202_l.i.m_larsen_et_boulox_-_taximan.mp3 203_grodash_-_ennemi_public.mp3 204_kalash_lafro_(berreta)_-_retour_a_la_base.mp3

ASHLEY TISDALE – Headstrong

1. Intro
2. So Much For You
3. He Said, She Said
4. Be Good To Me
5. Not Like That
6. Unlove You
7. Positivity
8. Love Me For Me
9. Goin Crazy
10. Over It
11. Don’t Touch (The Zoom Song)
12. We’ll Be Together
13. Headstrong
14. Suddenly

TV Theme Soundtrack

TV Theme Soundtrack – Airwolf Theme.mp3
TV Theme Soundtrack – Bram Stoker’s Dracula.mp3
TV Theme Soundtrack – Superman.mp3
TV Theme soundtrack – the a team.mp3
TV Theme Soundttrack – Braveheart.mp3
TV Themes – Batman.mp3
TV Themes – Hunter theme.mp3
TV Themes – Itchy Snd Scratchy.mp3
TV Themes – McGyver.mp3
TV Themes – Tom and Jerry.mp3
TV Theme – 21Jump Streets.mp3
TV Theme – BJ And The Bear.mp3
TV Theme – Charlie’s_Angels.mp3
TV Theme – CHIPs(2).mp3
TV Theme – Combat.mp3
TV Theme – Dallas.mp3
TV Theme – Dora The Explorer.mp3
TV Theme – Growing Pains.mp3
TV Theme – Hulk.mp3
TV Theme – Little House On The Prairie.mp3
TV Theme – Oshin (NHKDrama).mp3
TV Theme – Rugrats.mp3
TV Theme – Simpsons.mp3
TV Theme – Six Million Dollar Man.mp3
TV Theme – soundtrack – the a team.mp3
TV Theme – SpongeBob SquarePants.mp3
TV Theme – Who’s The Boss.mp3

Anti Valentine Album



Track Listings:
01 I Don’t Give A Fuck – Peaches
02 I Hate Myself For Loving You – Joan Jett & The Blackhearts
03 Everyday I Love You Less And Less – Kaiser Chiefs
04 Who Needs Love – Razorlight
05 Girlfriend In A Coma – The Smiths
06 Stoppin’ The Love – KT Tunstall
07 Song for the Dumped – Ben Folds Five
08 Letter Read – Rachael Yamagata
09 Tearing – Rollins Band
10 Ever Fallen In Love (With Someone You Shouldn’t've With) – Buzzcocks
11 Die Die My Darling – Metallica
12 This Is Not A Love Song – Public Image Limited
13 Dancing With Myself – Billy Idol
14 Should I Stay Or Should I Go – The Clash
15 Fuck It Up – Towers Of London
16 Stabbed In The Heart – Damone
17 You’re The Reason I’m Leaving – Franz Ferdinand
18 Army Of Me – Bjork (feat. Skunk Anansie)

h1

OST Badai Pasti Berlalu

February 11, 2007

Badai Pasti Berlalu (Ari Lasso)
Merpati Putih (Astrid)
Pelangi (Glenn Fredly)
Semusim (Vinno and Raihannun)
Khayalku (Paul T Five)
Baju Pengantin (Marshanda)
Cintaku (Lucky Octavian)
Matahari (Nindi)
Angin Malam (Andi /Rif)
Merapih Alam (Audy)
Serasa (Ello)

Download Album

h1

ERIC CLAPTON – Cream of Clapton

February 11, 2007

1. I Feel Free – (with Cream)
2. Sunshine Of Your Love – (with Cream)
3. White Room – (with Cream)
4. Crossroads – (with Cream)
5. Badge – (with Cream)
6. Presence Of The Lord – (with Blind Faith)
7. Blues Power
8. After Midnight
9. Let It Rain
10. Bell Bottom Blues – (with Derek & The Dominos)
11. Layla – (with Derek & The Dominos)
12. I Shot The Sheriff
13. Let It Grow
14. Knockin’ On Heaven’s Door
15. Hello Old Friend
16. Cocaine
17. Wonderful Tonight
18. Promises
19. I Can’t Stand It

Download Album Please go to here

h1

Jamiroquai – High Times: Singles 1992-2006

February 11, 2007

Song Title
1. When You Gonna Learn
2. Too Young To Die
3. Blow Your Mind
4. Emergency On Planet Earth
5. Space Cowboy
6. Virtual Insanity
7. Cosmic Girl
8. Alright
9. High Times
10. Deeper Underground
11. Canned Heat
12. Little L
13. Love Foolosophy
14. Corner Of The Earth
15. Feels Just Like It Should
16. Seven Days In Sunny June
17. (Don’t) Give Hate A Chance
18. Runaway
19. Radio

Download 

h1

Romantic Valentine part 2

February 8, 2007

1. David Gates – Lady valentine (3:33)
2. George Benson and Roberta Flack – You’re the Love of Ly Life (2:47)
3. Nicole Scherzinger – I’ll Be Your Love (5:42)
4. Josh Groban – When You Say You Love Me (4:35)
5. Jamie Foxx & Beyonce – When I First Saw You (Duet) (3:01)
6. Kelly Clarkson – A Moment Like This (3:51)
7. Celine Dion – Because You Love Me (4:34)
8. Jay Graydon – When You Look In My Eyes (4:09)
9. Fourplay – Let’s Make Love (3:56)
10. Colin Raye & Susan Ashton – the gift (3:42)
11. Keith Martin – Never Find Someone Like You (4:32)
12. Rod Stewart – Have I told you lately that I (4:02)
13. Sarah Brightman & Cliff Richard – All I Ask Of You (4:33)
14. Ronan Keating – The Way You Make Me Feel (3:49)
15. All 4 One – I Will Be Right Here (4:24)
16. Backstreet Boys – Backstreet Boys – I Need You Tonight (4:23)
17. Nancy Wilson & Ramsey Lewis – The Two of Us (4:32)
18. George Benson – Nothing Gonna Change My Love For You (3:58)
19. Nicole Kidman – Moulin Rouge – Come What May (4:48)

Download

h1

THE USED – Berth

February 8, 2007

1. Take It Away
2. Listening
3. I Caught Fire
4. Taste Of Ink
5. All That I’ve Got
6. Blue And Yellow
7. I’m A Fake
8. Hard To Say
9. Maybe Memories

download 

h1

Katharine McPhee

February 8, 2007

1. Love Story
2. Over It
3. Open Toes
4. Home
5. Not Ur Girl
6. Each Other
7. Dangerous
8. Ordinary World
9. Do What You Do
10. Better Off Alone
11. Neglected
12. Everywhere I Go

Download

h1

LINKIN PARK – Reanitheory

February 8, 2007

Linkin Park – Reanitheory – Break.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Face Inside.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Forfeit.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Give It All Away.mp3

Linkin Park – Reanitheory – I Can’t Hold On.mp3

Linkin Park – Reanitheory – In The Memory.mp3

Linkin Park – Reanitheory – In Your Eyes.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Introduce.mp3

Linkin Park – Reanitheory – One Thing.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Open My Mind.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Raindrops.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Stay Away.mp3

Linkin Park – Reanitheory – Tomorrow.mp3

Download

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja

February 7, 2007

Ini merupakan sebuah cerbung gw dulu yang pernah gw coba karang sendiri.. tapi berhubung belakangan ini gw sudah tidak ada banyak waktu buat bikin2 cerita dan juga sudah tidak ada lagi ide buat melanjutkan ini cerita akhirnya gw minta dilanjutin oleh teman gw buat mengedit kosakata yang benarnya. Dan mungkin nanti jika ada perubahan gaya ceritanya berarti itu cerita sudah dilanjutkan oleh teman gw itu. Dan gw cuman bikin sampai part 4 saja..:D

Selamat membaca yach.. :D (itu juga kalau ada yang membaca.. hekekek..)

Part 1

“Dit…gi ngapain lo..?” teriak Surya tiba-tiba.

“Lah lo ga liat apa nich gue lagi asik main Spider Solitare..?” jawab Adit asal.

“Iya gue tau, dudul! Gue juga liat,” jawab Surya nggak mau kalah.

“Nah kalo udah tau kenapa lo tanya lagi?” balas Adit nggak mau kalah juga.

“Gak, maksud gue. Bijini lho… gue mo nanya lo ada kesibukan lain ga selain itu? Soalnya ada yang mau gue omongin sedikit nich sama lo. Lo khan teman sekamar kost gue yang paling baik sedunia Fantasi… hehehehe…,” balas Surya sambil cengengesan persis itik sekarat.

“Waduh lo pasti ada maunya deh nich sampe muji-muji gue kayak gitu,” ujar Adit anarki. “Wah, gue gak mau kalo cuman pujian duank..lo beliin gue kopi sekalian ma rokok dulu biar nanti gue bisa denger cerita lo dan memberikan solusi-solusi yang sehat segar dan ceria,” jawab Adit tanpa menoleh sedikitpun pada Surya karena dia masih serius memindahkan kartu demi kartu dalam permainnya itu.

“Alaaah lo kebiasaan deh Dit, tiap kali gue minta tolong dikit aja lo langsung minta imbalan. Payah lo jadi teman,” ledek Surya sambil melempar kotak rokok yang ada didekatnya ke kepala Adit.

“Aduuh…,” rintih Adit kesakitan karena memang kotak rokok yang dilempar Surya tepat mengenai kepala botak Adit yang penuh dengan senyuman pitak.

“Monyet lo! Sakit bego!” hardik Adit marah yang nggak terima diperlakukan seperti itu.

“Yeee gitu aja marah lo.., blom nanti kalo gue lempar sama buku KUHP yang tebalnya minta ampun ini makin tambah deh pitak deh kepala lo,” gerutu Surya yang sudah mulai emosi juga melihat kelakuan rekan sekamarnya itu.

“Lah gw bersyukur lagi kepala gue banyak pitaknya gini, ini anugrah man! Orang-orang atau gak artis-artis saja malah sengaja dibotakin trus dibikin pitak-pitak gitu. Sedangkan gw begitu dibotakin dah keliatan langsung pitak-pitaknya,” balas Adit lagi yang nggak mau kalahnya juga dilecehkan oleh teman sekamarnya itu.

“Udah-udah gak usah ceramah lagi deh lo, kalo mau ceramah di Masjid sono,” ujar Surya yang keki berat mendengar celotehan Adit tentang masalah perpitakan. Makanya nggak salah donk lo dikasih gelar Adit Pitak. Batin Surya.

“Dit udah donk lo main gamenya, close gamenya dan nyalain winampnya aja tuch. Gak bosen-bosen apa lo main game itu terus? Gue mau minta pendapat lo dikit nich,” kata Surya akhirnya. Tak tahan bete dicuekin terus sama si Adit Pitak.

“Gak ah, lagi asik,” jawab adit singkat.

Lalu dengan diam-diam surya mencabut colokan komputer itu yang kebetulan terletak disamping tempat tidurnya.

“Yaaaaaaa… mati!” Terdengar nada kecewa dari Adit. Surya terbahak-bahak melihat tampang Adit yang persis orang putus cinta itu.
“Ah rese lo.., gak boleh liat orang senang apa..?” protes Adit sewot karena telah Surya telah mengganggu kesenangnya.

“Bhahaha. Makanya elo tuh kudu bantuin temen dulu… baru lanjutin ngegemnya.”

“Ya udah… ya udah gue dengerin deh apa yang mau lo omongin, tapi mana duit lo? Sini’in duitnya, biar gue yang beli rokok sama kopinya deh. Khan gak asik ngobrol tanpa ada selingan-selingannya,” Adit tersenyum genit. “Lagian lo khan kemarin baru pulang, masak gak ada duit sich? Kalo gue mah emang ketahuan kagak ada duit karena jarang pulang kerumah serta penunggu setia kostan ini,” lanjutnya.

“Iya itu khan salah lo sendiri!” jawab Surya semakin keki sama tingkah sahabatnya ini. Tapi tak urung ia mengeluarkan lembaran duit yang masih terselip dikantong celana. “Sapa suruh lo jarang pulang? Dan lagian kalo lo balik khan juga percuma saja karena lo sudah ngak dianggap lagi dirumah,” ledek Surya dengan maksud memanas-manasi Adit; kebiasaan mereka berdua memang saling memanasi… kayak penggorengan martabak saja.

Adit langsung menyambar duit dari tangan Surya dan mengembangkan senyum kemenangan. Ia langsung saja ngeloyor keluar kamar untuk membeli kopi dan rokok.

“Dit, gue seperti biasa yach, jangan sampe salah lagi lo!” teriak Surya mengingatkan Adit.

“Siap boss!!” Jawaban Adit terdengar samar.

Lalu Surya kembali memasangkan colokan komputer yang sudah dia cabut tadi dan menyalakan kemputernya kembali untuk mendengarkan lagu-lagu favorit dari winamp.

“Dasar makhluk pitak gak punya otak, maunya enak sendiri aja. Tapi ko yach gue bisa betah juga yach sekamar sama makhluk seperti itu,” gerutu Surya sendiri sambil menunggu komputer yang sedang scan disk karena tadi mati secara paksa.

Tak lama Adit muncul lagi di kamar kost. Kepulang asap rokok terhembus dari hidung dan mulut.

“Bener-bener deh nich anak tanpa permisi sama pemiliknya langsung dibuka dan dibakar aja tuch rokok, bener-bener gak ada sopan santunnya,” protes Surya.

Menyueki gerutuan Surya, Adit bersiul riang gembira dan mulai mencuci gelas yang kotor semuanya di kamar mandi. Adalah tabiat gaya hidup anak kost (in case; para cowok)… piring gelas kotor berserakan, baju kotor nangkring di mana-mana, buku-buku sudah kayak balok mainan para bocah… dimaklumi saja deh… namanya juga anak kost! Keadaan kamar sudah tak pantas disebut ‘kamar’ lagi.

“Untungnya gue punya ce yang rajin,” desah Surya sambil teringat kekasihnya yang setiap kali datang ke kost pasti kerjanya bersih-bersih kamar.

Setelah mencuci gelas dan menyeduh kopi lalu Adit duduk disamping Surya yang sedang duduk juga disamping tempat tidur sambil membakar sebatang rokok lagi.

“Waduh..waduh dasar sudah kayak kereta api saja lo Dit, ngerokok nyambung terus. Baru satu habis dah dibakar lagi… kesempatan banget lo ya! Gue aja lom ngisep itu rokok.” Surya semakin sewot melihat adat Adit yang satu ini.

“Lah kapan lagi gue bisa ngerjain lo kayak gini? Lo khan jarang-jarang baeknya sama gue, teman sekamar lo yang malang ini…” Adit berlagak polos… innocent face!

“Huhhuhuhuhu!”

“Ya udah..ya udah.. gak usah ribut lagi..lo mau cerita apa ke gue, Sur?”

“Hmm… Lo barusan liat khan gue habis baca buku apa?” tanya Surya seraya menunjuk 1 buku lumayan tebal dengan judul; Selingkuh, Memperindah Hubungan Anda yang ditulis oleh Julius Bertetangga.

“Iya. Emang kenapa?”

“Gue kepikiran… Pengen nyoba juga seperti cerita yang baca ini ah sekali-kali, gue pengen selingkuh juga,” kata Surya pelan.

-BRUUUUUHHH!!!-

Kopi yang sedang diminum Adit menyembur keluar membasahi wajah Surya. Muncrat!! “APAAA??? Lo pengen selingkuh???” ulang Adit terkaget-kaget dan terbatuk-batuk akibat tersedak kopi gara-gara kata ‘SELINGKUH’ itu.

-bersambung-

h1

Romancing Valentine

February 6, 2007

This album has been created by me and my friend blackmamba. In this packet we also include with a cover if you want to burn this packet into cd and can be valentine gifts to your partner. So let’s get it now in here..

Track list :
1. Jim Brickman – Valentine (3:13)
2. Julia Fordham – Loving You (2:56)
3. Whitney Houston – Run To You (4:23)
4. Trisha Yearwood – How Do I Live (4:03)
5. Rachael Lampa – No Greater Love (4:25)
6. EVERYTIME I CLOSE MY EYES – BABYFACE,MARIAH C,KENNY G (4:58)
7. Eternal Feat – I Am Blessed (4:18)
8. Beyoncé Knowles – Listen (3:40)
9. Natalie Cole – Inseperable (2:23)
10. Michele Wright – Your Love (3:46)
11. Paebo Bryson & Roberto Flack – Tonight I celebrate my love (3:31)
12. You – Bazil Valdez (4:05)
13. Faith Hill – The Way You Love Me.mp3
14. gordon – miracle.mp3
15. Tata Young – For You I Will.mp3
16. mariah carey with 98 degrees – thank god i found you.mp3
17. George Benson and Roberta Flack – You’re the Love of My Life by bocah.mp3
18. Joy Enriques – how can i not
19. bon jovi – thank you for loving me

h1

Angela Aki – HOME

February 5, 2007

HQ 128 Kbps + art cover embedded
(just play it using iTUNES)

Review : (Rating 9/10)
Angela Aki, female singer from Shikoku (Japan-Italia-Amrik)
Shes very productive as songs writer, as released her indie album US before went back to Japan nd start to write her song in Japan and English.
This album rich with Piano instrumen and ound like Chantal Kreviazuk,, smooth, melodic dan energic. She also write a themesong for Final Fantasy, enjoy :D

Download

h1

List MP3 Download has been update

February 1, 2007

Ini ada file dalam bentuk excel yang sudah terisi daftar / list-list lagu yang bisa langsung untuk kamu-kamu semua yang ingin mendownload lagu. Dan kami juga menyediakan list-list lagu indo jadul dan malay serta lagu-lagu korea dan Japan. List ini update terbaru pertanggal 31 January 2007. So.. enjoy it..

 List Download

Atau lo-lo semua bisa melihat info lengkapnya di sini