Archive for May, 2004

h1

Malam Indah

May 23, 2004

us entah kemana

Kujajaki jalan demi jalan untuk merasakan hangatnya
Hingga kuterduduk karena semua orang sedang bergembira
Dan kutak tahan cuma melihat saja

Satu satu mereka bertemu lalu mereka pergi
Dan berlalu dari pada bodoh kayak pinokio
Mending ke disco aah ke disco

Hura hura hari ini jadinya karena malam ini
Malam yang indah bersama teman temanku
Kubercanda dan tertawa bebas lepas

Malam ini indah penuh dengan warna
Yang selalu menghiasi sudut kota
Malam ini indah penuh dengan cahaya
Yang selalu menerangi sudut kota

Pesta mulai meriah, meriah di mana mana
Karena semua orang sedang bergembira
Merayakan apa pun untuk mengisi malam indah ini

Musik musik mulai berisik mengusik usik
Mengajak kita untuk segera bergoyang
Asyik asyik asyik LD CD kaset dan TV yang selalu menemani

Kita sedih pun mengeluarkan keajaiban
Hei membuat semua orang jadi senang
Dan takkan diam mengganggu orang yang tenang
Agar semuanya menjadi tertawa diam
Karena malam ini terasa sangat indah
Membuat orang sedih jadi bergairah

Malam ini indah penuh dengan warna
Yang selalu menghiasi sudut kota
Malam ini indah penuh dengan cahaya
Yang selalu menerangi sudut kota

Malam ini indah penuh dengan warna
Yang selalu menghiasi sudut kota
Malam ini indah penuh dengan cahaya
Yang selalu menerangi sudut kota

Advertisements
h1

“Kerinduan Diakhir Agustus ” ( 3 )

May 17, 2004

Bandar lampung, 29 Agustus 2001

Entah mengapa tiba-tiba …
Aku merasa kerinduan yang menggelegar..
Hasratku menggebu ingin suatu perjumpaan
Mendekap wajah kasihku dalam pelukan
Wajahnya membayangi ku
Ingin kutumpahkan kerinduan ini
Pada kasihku yang aku sayangi
Pertemuan begitu lambat ku rasa
Dewaku….. datanglah dalam pelukku
Tak ada kah keriduan dihatimu untuk ku
Saat ini aku telah tenggelam dalam lautan kasihmu
Hingga aku hanyut terbuai rindu…..

” Rintihan Sukma “

Bandar Lampung, 12 Desember 2001

Ratapan hati menjerit …
Sukma yang terkoyak luka …
Menangsi kalbu yang tercuri ..
Dalam pekatnya malam …
Lantunan syair menggema
Mengisi relung hati …
Akankah terobati hati yang maya..
Fenomena ku semakin mengiris…
Seperti bayang semu dalam dekapan…
Tak sanggup kuraih ..
Walau jasadku meronta…

” Penantian “

Bandar Lampung, 22 January 2002

Kutatap mega…
Kulihat awan beriringan …
Menginggalkan ku dalam kesendirian ….
Sayup-sayup kudengar …
Lantunan kidung malam yang sunyi..
Aku terpaku dalam kesendirian
Ingin kutanya pada semilir angin
Adakah hatinya akan teringat padaku
Aku ingin jawabnya….

“Maafkan Aku “

Bandar Lampung, 05 February 2002

Mentari terbenam dalam peraduanya
Seiring kilas kegelapan mencekam mayapada
Semilir angin berhembus
Mengajakku dalam buainya….
Aku nelangsa menahan duka
Kepedihanku terukir
Bayang masa lalu ..
Menghantui langkahku
Peganganku tlah patah
Dihempas badai kemunafikan
Dimana kasih yang tulus
Jangan biarkan aku menahan duka
Yang akan menyiksaku dalam kalbu

” Separuh Cahaya Bulan “

Bandar Lampung, 28 February 2002

Dikala mentari terbenam diupuk barat
Duduk aku ditepi peraduan
Diam seorang diri
Mengenang kisah lalu yang terluka
Rembulan separuh muka
Mulai menampakkan dirinya
Menatap diriku penuh tanya
Kau tersenyum kala tahu jawabanya
Dan tinggal kan pesona dihatiku
Walau separuh cahayanya masih tertinggal ….
Namun masih dapat memberi ketenangan
Kini awan hitam muncul mereka beriring
Merayapi sang bulan…..
Cahayanya mulai pudar
Samar…
Dan …
Kini gelap yang kudapat….

“Sebuah Kerinduan “

Bandar Lampung, 18 maret 2002

Antara kerinduan dan kebencian
Terselip rasa mengasihi …..
Untuk ku ungkapkan …
Lewat syair ini…..
Agar kau dapat mengerti hati ini
Jauh dilubuk hatiku ….
Ku ukir namamu disetiap malam
Agar melekat selamanya….

“Cinta ku Padamu Memang Tulus”

Bandar Lampung, 28 Maret 2002

Cerita cinta ku gores dalam lubuk hati
Indah kurasa sampai ke sanubariku…
Namun jalinan ini masih semu
Tak pasti akan bersatu …..
Ada lautan pemisah antara kita
Kau jauh di julang langit
Untuk kudekap itu tak mungkin
Perahu kasihku coba untuk berlayar
Anganku terbang meraih wajahmu
Dalam rindu sertakan namamu
Aku terbuai dalam diamku
Mungkinkah akan bertemu
Untuk sekali saja dalam hidupku….
Mentari terus bersinar … aku tak tahu
Entah sampai kapan dia akan berhenti …
Menyinar wajah bumi dengan kasihnya…
Akankah terwujud impian semalam ….
Nyataku rasa …. Semu kupandang
Garis tangan telah terukir …..
Tulusnya cinta ku .…padamu
Usah lagi kau ragu …
Lihatlah hari esok masih akan menyapa kita
Untuk merajut kasih …….
Selamanya………….

“Terbanglah Cintaku “

Bandar Lampung, 19 April 2002

Terbang..terbanglah angan
Raih kasih peluk rinduku
Melayang keangkasa biru
Mendekap bayang wajah mu …
Putihnya cintamu
Membalut luka hatiku
Bagai pelepas rindu
Kau hinggap dihatiku
Pintu hatiku terbuka untuk mu
Menanti kasih tulusnya hatimu
Menyinari taman cintaku
Yang dulu Kehidupan ”

“Balada Syair Duka”

Bandar Lampung, 05 Mei 2002

Dari kata kata yang berserakan …
Kuhimpun sedikit demi sedikit
Kujadikan serangkaian syair
Untuk pengisi dalam sepi ku
Syairku… syair duka
Walau susah kurangkai
Namun akhir jerihku
Tercipta jua untain kata-kata yang tak bermakna
Yang sulit kuarti kan …
Syairku … syair duka
Duka dalam nestapa
Nestapa dalam duka
Nestapa dalam nelangsa
Putus tangkai bunga cinta
Layu kian luruh
Luruh kian layu
Dan kering serta berdebu
Syairku adalah nestapa jiwaku
Kesendirian adalah pengobat hatiku

Suatu ketika pernah dia menanyakan padaku manakah yg lebih aku pilih ‘Dia atau Kehidupanku’ lalu aku jawab aku pilih ‘Kehidupanku’, dan dia pergi berlalu begitu saja tanpa pernah mengetahui bahwa ‘Dia adalah bagian dari Kehidupanku’.

h1

“Awal Juli Yang Sepi ” ( 2 )

May 17, 2004

Yogyakarta, 02 July 2001

Senja itu memang cerah
Tapi tak secerah hatiku
Aku seakan menunggu cahaya rembulan
Dibawah awan gelap yang suram

h1

” Tak Ingin Dipermainkan ” ( 1 )

May 17, 2004

Beberapa puisi berikut ini adalah puisi dari seorang temanku dan dia tidak ingin disebutkan namanya n bocah menulis beberapa nomor dijudulnya tanda bahwa puisi ini dari dia..:D:P

Bandar Lampung, 16 Juni 2001

Saat aku mulai suka … kamu tak percaya
Saat aku mulai rindu …kau membisu …
Saat aku nelangsa … kau tertawa….
Waktupun berubah ….
Dan saat hatimu berubah …. Aku tak percaya
Saat hatimu kesepian … aku diam
Saat kau katakan cinta …..aku juga tak percaya
Hati manusia terus berubah
Hati tak ingin disakiti
Hati tak ingin dikerasi
Hati takingin dinodai
Hati tak ingin didustai
Hati ingin disayangi
Hati ingin dikasihi
Hati ingin dicintai
Hati mu …..
Hati ku ….
Adalah …
Sama ..

h1

Someone

May 17, 2004

Dia indah untuk dipandang
Dia memuaskan untuk disentuh
Ia menggemaskan saat bercanda
Ia menyenangkan saat bicara

Semua memang merasakan
Dan melihat keindahannya
Tapi…tak tahu apa kepahitannya
Yang menggores kehidupannya

Memang semua merasakan keindahannya
Tapi…semua tak tahu betapa besar kepahitannya
Yang dipendam dibalik hatinya…

Betapa pedih kehidupan
Yang menggores pipinya
Yang indah dan mulus itu

Tapi…kepahitannya dalam dirinya itu
Sama sekali tak ia perlihatkan
Pada sepotong temanpun
Tidak,hanya pada selembar kertas ini

h1

Cinta Lagi..cinta lagi..

May 17, 2004

Cinta….
Aku menginginkannya..
Yang bukan hanya sekedar deru nafas memburu..
Aku ingin merasakan kehangatan cinta yang tulus dari lubuk hatiku
Yang bisa bikin hati bergetar ketika menatap matamu
Menggenggam lembut jemarimu
Mengeceup lembut bibirmu
Dan merasakan hangatnya pelukanmu

Aku sudah jenuh akan kehangatan semu
Yang telah membutakan mata hatiku..
Membuat nafasku memburu
Dalam kubangan nafsu

# 7 Sept 03 #

h1

Kangen

May 17, 2004

disaat kusendiri terpaku
kuteringat akan dirimu
akan senyum manismu
indah gelak tawamu

namun…
semua itu hanya tinggal kenangan
kenangan manis yang takkan kulupa
sampai akhir hayatku