h1

“Kerinduan Diakhir Agustus ” ( 3 )

May 17, 2004

Bandar lampung, 29 Agustus 2001

Entah mengapa tiba-tiba …
Aku merasa kerinduan yang menggelegar..
Hasratku menggebu ingin suatu perjumpaan
Mendekap wajah kasihku dalam pelukan
Wajahnya membayangi ku
Ingin kutumpahkan kerinduan ini
Pada kasihku yang aku sayangi
Pertemuan begitu lambat ku rasa
Dewaku….. datanglah dalam pelukku
Tak ada kah keriduan dihatimu untuk ku
Saat ini aku telah tenggelam dalam lautan kasihmu
Hingga aku hanyut terbuai rindu…..

” Rintihan Sukma “

Bandar Lampung, 12 Desember 2001

Ratapan hati menjerit …
Sukma yang terkoyak luka …
Menangsi kalbu yang tercuri ..
Dalam pekatnya malam …
Lantunan syair menggema
Mengisi relung hati …
Akankah terobati hati yang maya..
Fenomena ku semakin mengiris…
Seperti bayang semu dalam dekapan…
Tak sanggup kuraih ..
Walau jasadku meronta…

” Penantian “

Bandar Lampung, 22 January 2002

Kutatap mega…
Kulihat awan beriringan …
Menginggalkan ku dalam kesendirian ….
Sayup-sayup kudengar …
Lantunan kidung malam yang sunyi..
Aku terpaku dalam kesendirian
Ingin kutanya pada semilir angin
Adakah hatinya akan teringat padaku
Aku ingin jawabnya….

“Maafkan Aku “

Bandar Lampung, 05 February 2002

Mentari terbenam dalam peraduanya
Seiring kilas kegelapan mencekam mayapada
Semilir angin berhembus
Mengajakku dalam buainya….
Aku nelangsa menahan duka
Kepedihanku terukir
Bayang masa lalu ..
Menghantui langkahku
Peganganku tlah patah
Dihempas badai kemunafikan
Dimana kasih yang tulus
Jangan biarkan aku menahan duka
Yang akan menyiksaku dalam kalbu

” Separuh Cahaya Bulan “

Bandar Lampung, 28 February 2002

Dikala mentari terbenam diupuk barat
Duduk aku ditepi peraduan
Diam seorang diri
Mengenang kisah lalu yang terluka
Rembulan separuh muka
Mulai menampakkan dirinya
Menatap diriku penuh tanya
Kau tersenyum kala tahu jawabanya
Dan tinggal kan pesona dihatiku
Walau separuh cahayanya masih tertinggal ….
Namun masih dapat memberi ketenangan
Kini awan hitam muncul mereka beriring
Merayapi sang bulan…..
Cahayanya mulai pudar
Samar…
Dan …
Kini gelap yang kudapat….

“Sebuah Kerinduan “

Bandar Lampung, 18 maret 2002

Antara kerinduan dan kebencian
Terselip rasa mengasihi …..
Untuk ku ungkapkan …
Lewat syair ini…..
Agar kau dapat mengerti hati ini
Jauh dilubuk hatiku ….
Ku ukir namamu disetiap malam
Agar melekat selamanya….

“Cinta ku Padamu Memang Tulus”

Bandar Lampung, 28 Maret 2002

Cerita cinta ku gores dalam lubuk hati
Indah kurasa sampai ke sanubariku…
Namun jalinan ini masih semu
Tak pasti akan bersatu …..
Ada lautan pemisah antara kita
Kau jauh di julang langit
Untuk kudekap itu tak mungkin
Perahu kasihku coba untuk berlayar
Anganku terbang meraih wajahmu
Dalam rindu sertakan namamu
Aku terbuai dalam diamku
Mungkinkah akan bertemu
Untuk sekali saja dalam hidupku….
Mentari terus bersinar … aku tak tahu
Entah sampai kapan dia akan berhenti …
Menyinar wajah bumi dengan kasihnya…
Akankah terwujud impian semalam ….
Nyataku rasa …. Semu kupandang
Garis tangan telah terukir …..
Tulusnya cinta ku .…padamu
Usah lagi kau ragu …
Lihatlah hari esok masih akan menyapa kita
Untuk merajut kasih …….
Selamanya………….

“Terbanglah Cintaku “

Bandar Lampung, 19 April 2002

Terbang..terbanglah angan
Raih kasih peluk rinduku
Melayang keangkasa biru
Mendekap bayang wajah mu …
Putihnya cintamu
Membalut luka hatiku
Bagai pelepas rindu
Kau hinggap dihatiku
Pintu hatiku terbuka untuk mu
Menanti kasih tulusnya hatimu
Menyinari taman cintaku
Yang dulu Kehidupan ”

“Balada Syair Duka”

Bandar Lampung, 05 Mei 2002

Dari kata kata yang berserakan …
Kuhimpun sedikit demi sedikit
Kujadikan serangkaian syair
Untuk pengisi dalam sepi ku
Syairku… syair duka
Walau susah kurangkai
Namun akhir jerihku
Tercipta jua untain kata-kata yang tak bermakna
Yang sulit kuarti kan …
Syairku … syair duka
Duka dalam nestapa
Nestapa dalam duka
Nestapa dalam nelangsa
Putus tangkai bunga cinta
Layu kian luruh
Luruh kian layu
Dan kering serta berdebu
Syairku adalah nestapa jiwaku
Kesendirian adalah pengobat hatiku

Suatu ketika pernah dia menanyakan padaku manakah yg lebih aku pilih ‘Dia atau Kehidupanku’ lalu aku jawab aku pilih ‘Kehidupanku’, dan dia pergi berlalu begitu saja tanpa pernah mengetahui bahwa ‘Dia adalah bagian dari Kehidupanku’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: