Archive for September, 2006

h1

OST – Gue Kapok Jatuh Cinta

September 29, 2006

The Mainstream – Gravity
Oka_Feat._Sabrina_-_So_Special
Sister_Duke_-_Kita
Anima_-_Disini_Ku_Menunggu
Steve_Respati_-_Another_Day_For_Love
Tobby_-_Bulan_dan_Bintang
Sister_Duke_-_Menunggumu
The_Mainstream_-_Bunga_Hati
Glady_Feat._Ron_-_Tonight
Charlie_Monroe_-_Evolution
7_Deadly_Sin_-_Nothing_Left__Bonus_Track
Paper_Gangster_-_Hope__Bonus_Track

Advertisements
h1

Be The Best You Can Be

September 28, 2006

“A man’s gift maketh room for him.”
King Solomon

“Kamu melukis pakai kaki bisa sebagus ini. Saya pakai tangan saja tidak bisa sebagus ini”. Komentar-komentar seperti itu acap kali diterima oleh Patricia Saerang, seorang wanita yang lahir tanpa tangan namun dikaruniai Tuhan talenta yang luar bisa untuk dapat
melukis dengan menggunakan kakinya.

Komentar yang sebetulnya bernada pujian itu tidak sepenuhnya dinikmati oleh Patricia. Mengapa? “Sebab dia membandingkan dirinya dengan saya yang belajar melukis bertahun-tahun sementara dia sendiri mungkin seorang sekretaris yang tidak pernah belajar melukis atau manager,” kata Patricia dalam sebuah wawancara dengan Metro TV.

Patricia sendiri mengaku lebih bangga jika lukisannya dinilai bukan berdasarkan proses ia melukis (dengan menggunakan kaki) melainkan ari hasil lukisan tersebut. “Saya lebih suka jika orang bilang lukisan saya bagus atau hampir mencapai seperti lukisan Afandi,”
katanya sambil tersenyum.

Ketika ditanya apakah kemampuan ia melukis merupakan suatu talenta atau ia kembangkan, Patricia dengan tegas menyatakan talenta yang tidak dikembangkan tidak akan berguna. “Bakat itu 1 persen dan 99 persen itu usaha. Saya kebetulan diberikan bakat oleh Tuhan dan saya kemudian mengembangkannya. Terkadang orang punya bakat namun ia tidak mengembangkannya sehingga bakat itu tidak menghasilkan apa-apa,” lanjut anggota AMFPA (Association of Mouth and Foot Painting Artists/asosiasi para pelukis cacat yang melukis dengan kaki atau mulutnya) yang berpusat di Swiss.

Pernyataan Patricia sungguh bermakna dalam. Disadari atau tidak, salah satu hambatan terbesar dalam proses pertumbuhan diri seseorang adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Jika kebiasaan ini dibiarkan, bisa jadi akan timbul berbagai efek negatif, seperti rasa iri kepada orang lain hingga menyalahkan Tuhan. Kebiasaan ini juga membuat seseorang tidak mampu untuk melihat talenta yang sebenarnya telah ada di dalam dirinya.

Seorang teman pernah berkata kalau patung indah sebenarnya sudah ada dalam sebuah pohon jati. Namun, hanya pematung yang jelilah yang dapat mengolah pohon jati tersebut menjadi sebuah patung yang indah. Mengapa? Karena ia mampu melihat potensi yang sebenarnya telah ada dalam pohon jati itu.

Saya sendiri sangat percaya kalau setiap orang diberikan talenta yang berbeda-beda oleh Tuhan. Saya juga percaya kalau Tuhan ingin setiap orang bersikap setia dalam mengembangkan talenta yang telah dipercayakan kepadanya. Jadilah diri Anda yang terbaik. ***

Sumber: Be The Best You Can Be oleh Paulus Winarto. Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa.

h1

The only difference between martyrdom and suicide is press coverage

September 25, 2006

Sit tight, I’m going to need you to keep time, come on just snap snap snap your fingers for me.
Good good, now we’re making some progress come on just tap tap tap your toes to the beat.
And I believe, this may call for a proper introduction.
And well, don’t you see? I’m the narrator, and this just the prologue.

Swear to shake it up if you swear to listen.
We’re still so young, desperate for attention
I aim to be your eyes
Trophy boys, trophy wives.

Swear to shake it up if you swear to listen
We’re still so young, desperate for attention
I aim to be your eyes
Trophy boys, Trophy wives

Applause! Applause! No, wait wait…

Dear studio audience,
I have an announcement to make.
It seems the artists these days are not who you think.
So we’ll pick back up on that on another page.

And I believe, this may call for a proper introduction.
And well, dont you see? I’m the narrator and this is just the prologue.

Swear to shake it up if you swear to listen.
We’re still so young, desperate for attention
I aim to be your eyes
Trophy boys, trophy wives.

Swear to shake it up if you swear to listen
We’re still so young, desperate for attention
I aim to be your eyes
Trophy boys, trophy wives.

Swear to shake it up, you swear to listen.
Swear to shake it up, you swear to listen.
Swear to shake it up, you swear to listen.
Swear to shake it up, swear to shake it up.

Swear to shake it up if you swear to listen.
We’re still so young, desperate for attention
I aim to be your eyes
Trophy boys, trophy wives.

Swear to shake it up if you swear to listen.
We’re still so young, desperate for attention
I aim to be… your eyes.

h1

Maneater

September 25, 2006

[Timbaland:]
Take it back, take it back…

Everybody look at me, me
I walk in the door you start screaming
Come on everybody whatchu here for?
Move your body around like a nympho
Everybody get your necks to crack around
All you crazy people come on jump around
I want to see you all on your knees, knees
You either want to be with me, or be me

Maneater, make you work hard
Make you spend hard
Make you want all, of her love
She’s a maneater
Make you buy cars
Make you cut cards
Make you fall real hard in love
She’s a maneater, make you work hard
Make you spend hard
Make you want all, all of her love
She’s a maneater
Make you buy cars
Make you cut cards
Wish you never ever met her at all

And when she walks she walks with passion
When she talks, she talks like she can handle it
When she asks for something she means it
Even if you never ever seen it
Everybody get your necks to crack around
All you crazy people come and jump around
You doing anything to keep her by your side
Because, she said she love you, love you long time

Maneater, make you work hard
Make you spend hard
Make you want all, of her love
She’s a maneater
Make you buy cars
Make you cut cards
Make you fall real hard in love
She’s a maneater, make you work hard
Make you spend hard
Make you want all, all of her love
She’s a maneater
Make you buy cars
Make you cut cards
Wish you never ever met her at all

[Chants]

Maneater, make you work hard
Make you spend hard
Make you want all, of her love
She’s a maneater
Make you buy cars
Make you cut cards
Make you fall real hard in love
She’s a maneater, make you work hard
Make you spend hard
Make you want all, all of her love
She’s a maneater
Make you buy cars
Make you cut cards
Wish you never ever met her at all

Never ever met her at all
You wish you never ever met her at all

h1

Marhaban Ya Ramadhan

September 24, 2006

Alhamdulilah hari ini gw sudah melewati hari pertama puasa gw ditahun ini. Sebenarnya gw masih belum siap untuk menyambut bulan yang penuh rahmat dan barokah ini. Gw itu masih kotor. Tapi yach gw berusaha saja untuk bisa berbuat kebaikan dan agar semua amal ibadah gw dibulan suci ini diterima  oleh Allah SWT dan mudah2an segala amal ibadah gw juga tidak stuck pas sewaktu bulan suci ini saja tapi bisa berlanjut juga untuk bulan2 lain setelahnya.

Oh iya gw mau ngucapin selamat menjalankan Ibadah puasa juga bagi teman2 gw yang menjalankannya dan Minal Aidzin Wal Faidzin Maaf lahir bathin atas semua kesalahan gw. N specially for my best friend yang mungkin sekarang sudah mengganggap gw sebagai onggokan sampah yang tidak berguna. Tapi mudah-mudahan nanti kamu bisa mengerti apa maksud dan tujuan aku berbuat dan berkelakuan seperti itu semua kekmu.

Dan juga buat mitra-mitra voucher elektronik kantor gw seperti emedia, alpha, kj   dan yang lainnya yang tidak bisa gw sebutin satu persatu.. Selamat menjalankan ibadah puasa juga bagi yang menjalankan dan jangan terlalu banyak komplen yach huekekeke.. :D:P

Sebenarnya ada banyak cerita yang ingin gw tuliskan lagi disini.. tapi berhubung kerjaan yang sibuk tidak menentu jadi seakan2 blog gw ini jadi terlantar saja deh kesannya.. walaupun kadang2 gw juga masih sering update lirik lagu juga disini.. 😀

h1

Gaji Tinggi Bukan Segalanya

September 7, 2006

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?

Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia . Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya canggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas, bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan. “Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini,” kata Lesmana.

“Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini”. Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja di perusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana. Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?

Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.

Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka. Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan. Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja.

“Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya, “kata para ahli SDM. Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya , bukan oleh hal lain.

Jika anda mengalami masalah turnover, maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah?. Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang ia dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka..

Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik. Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan
menderita karena berada di bawah atasan yang menyebalkan.

Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat
mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan.

Simak saja kisah yang dikutip langsung dari “medan perang” ini. Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun
hancur berantakan.

Nasib Agus juga setali tiga uang. Menceritakan “penyiksaan” yang dilakukan oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting antara keduanya. Atasan Agus benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan. “Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru,” keluh Agus. “Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya”. Lantaran tidak tahan lagi, lalu Agus mengundurkan diri.

Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan
memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk. Pada awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain. Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan “pasif”. Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya melakukan pekerjaan yang disuruh atau
menyembunyikan informasi penting. “Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita,” papar Agus.

Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya. Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas. Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang
diterima sebelumnya. Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan, “Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!”.

Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan
pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya atas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.. Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya
reputasi perusahaan. Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi “duta” untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu.

Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya.
“Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya, ” kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric. Umumnya nilai suatu perusahaan terletak “diantara telinga” para karyawannya. Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati…..

Sumber: Gaji Tinggi Bukan Segalanya oleh JUNIUS LEE,CEO & Managing Consultant JCI Kimberley Executive Search International (Recruitment Consultants)