h1

Tidak Ada Jalan Yang Rata Untuk Sukses

November 25, 2006

Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal.

Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.

Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya “Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung”.

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda.

“Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?”

“Kalau saya memilih sebelah kiri?”

“Sebelah kiri melewati banyak bebatuan.” Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek.

“Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan. Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?”

Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab, “Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?”

“Jika aku memilih jalan sebelah kanan?”

“Sebelah kanan banyak semak berduri.” Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek.

Dengan kelelahan si pemuda berkata, “Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh, rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga ke puncak gunung.”

Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas “Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan
buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?”

Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira dia menjawab “Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini.

Dengan senyum puas si kakek berkata, “Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu! Selamat berjuang!!!

Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!

Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut
tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.

Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.

Salam sukses luar biasa!

Sumber: Tidak Ada Jalan Yang Rata Untuk Sukses oleh Andrie Wongso

4 comments

  1. uyz… gi blogwalking, liyat blognya kamuh…
    kapan atuwh ketemuan? meuni sombong huhuhuu….


  2. bocah sudah sukses yaaa..🙂
    cah, bandung bikin acara lagi, dateng ya.


  3. Adi….Nita juga merasakan seperti pemuda yang hendak mendaki gunung itu,seringkali adi memberikan kesempatan untuk Nita rebah di bahu juga punggung adi saat Nita lelah…
    Padahal…mungkin adi jauh lebih lelah saat hendak mendaki gunung yang lain….
    Adi…maafin Nita ya…Nita sering bikin adi tambah lelah,Nita bersyukur,Nita bangga,Nita seneng banget bisa punya adi seperti dirimu….
    Mungkin tak sepenuhnya adi berperan untuk Nita,tapi adi setia untuk peduli dan ambil bagian atas Nita…
    Nita sayang sama adi….
    Nita rindu berbagi cerita dengan adi…
    Kelak jika mungkin adi lebih sampai pada puncak gunung itu,jangan lelah untuk tetap peduli dan ambil bagian untuk Nita ya di…
    Mungkin Nita dan adi akan tiba pada puncak gunung yang berbeda…tapi dimanapun keberadaan adi,Nita mo bilang Nita tetap sayang sama adi sebagai adi sampai kapanpun…
    Meski lelah…Nita percaya adi segera tiba pada puncak gunung yang adi daki…
    Dengan sayang Nita,Nita tetap bantu dan dukung adi dalam doa.
    Mari kita sama-sama mendaki gunung dengan penuh semangat dan kesungguhan,untuk segera tiba pada puncaknya…

    Nita sayang adi….
    Salam Nita untuk ina,jika adi sudah menemukan ina yang baru (pacar)….:-)

    ILU n GBU,my adi…

    Dengan cinta…
    Anita Sujiono.


  4. ko ga ada postingan baru, mas???
    gi sibuk kerja ya?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: