Archive for February, 2007

h1

Good Charlotte – Good Morning Revival

February 28, 2007

Artis : Good Charlotte
Album : Good Morning Revival
Released : 2007
Song : 13 song

Good Charlotte sebuah band yang mengusung genre pop punk ini kembali merilis album keempatnya yang mereka beri judul Good Morning Revival. Berbeda dengan album yang sebelum-sebelumnya yang mungkin bagi sebagian orang terlalu bising dan ribet. Tetapi di album ini mereka menyajikan dalam berbagai warna yang rada berbeda.

Album ini belum dilepas kepasaran. Rencana awal mereka album ini akan di pasarkan pada June 2006, tetapi mereka mengundurkan kebulan oktober dan di undur lagi ke bulan February. Dan Lead Vokalnya Joel Madden mengatakan lagi dalam salah satu wawancara bahwa album ini akan di undur lagi dan dilepas kepasaran pada bulan March 2007.

Tetapi tidak masalah bagi penggemar berat Good Charlotte ini yang sudah tidak sabar untuk segera mendengarkan aroma musik mereka di album ini. Bisa kita dengarkan di web mereka (http://www.goodcharlotte.com/) karena salah satu personil mereka Benji Madden sudah memposting sebuah video klip dari “Keep Your Hands Off My Girl”.

Dan single pertama mereka dalam album ini yang berjudul “The River” featuring lead vokalnya Avenged Sevenfold M Shadow dan gitaris Synyster Gates, sudah online semenjak 4th January 2007.

Tracklisting :
1. Good Morning Revival! (Intro)
2. Misery
3. The River (featuring M. Shadows and Synyster Gates)
4. Dance Floor Anthem
5. Keep Your Hands Off My Girl
6. Victims Of Love
7. Where Would We Be?
8. Break Her Heart
9. All Black
10. A Beautiful Place
11. Something Else
12. Broken Hearts Parade
13. March On

Bonus Track :

* Face The Strange
* Keep Your Hands Off My Girl (Broken Spindles Remix)
* The River (Acoustic)

Download 

Advertisements
h1

D’Cinnamons – Good Morning

February 28, 2007

Artis: D’Cinnamons
Album: Good Morning
Jumlah Lagu: 10
Tahun: 2007
Website : http://www.dcinnamons.com/

Salah satu pendatang baru dikancah music Indonesia saat ini yang menamakan dirinya D’Cinnamons. Walau sepintas kalau kita mendengarkan lagu-lagu mereka di Album terbaru mereka Good Morning mengingatkan kita pada Alanis Morisette, Cranberies atau mungkin The Corrs tapi masih terdengar renyah ditengah hingar bingar industri music ditanah air.

D’Cinnamons sendiri berdiri semenjak Sept 2004 di Bandung. Dan Personilnya terdiri dari Dodo / Diana Widoera (Lead Vokal dan akustik gitar), Bona / Ismail Bonaventura (akustik gitar) dan Laut / Louise Laura Lalitanaya (backing vokal dan bass gitar). D’Cinnamons ini mengusung musik unpluged acoustic. “Kami hanya mengedepankan konsep easy listening, khususnya dengan dengan Instrumen Akustik, dan vokal yang renyah, soulful dan natural celoteh Dodo salah satu vokalisnya.

Album perdananya yang bertitle GOOD MORNING telah dirilis semenjak Januari 2007 menyuguhkan 10 lagu dan salah satu andalannya berbahasa inggris yang berjudul “I LOVE YOU”.

Daftar Lagu

Ku Yakin Cinta.
Mayday, I’m In Love.
Loving You.
Super Girl.
Tak Takut!
I.M.U.L.
Good Morning.
Semua Yang Ada.
I Love You. Aduh.
So Would You Let Me Be…

Download 

h1

The Best Smooth Jazz ever Vol. 3

February 27, 2007

101_alma_cogan_101_when_i_fall_in_love
102_Dakota_staton_102_dedicated_to_you
103_Dean_martin_-_kiss
104-dick_haymes_-_the_more_i_see_you
105-dinah_shore_-_ive_got_you_under_my_skin
106-fred_astaire_-_cheek_to_cheek
107-helen_reddy_-_and_i_love_you_so
108-helen_shapiro_-_little_miss_lonely
109-julie_london_-_love_letters
110-kay_starr_-_crazy
111-nat_king_cole_-_l-o-v-e
112-peggu_lee_-_the_folks_who_live_on_the_hill
113-ronnie_hilton_-_magic_moments
114-stanley_turrentine_-_what_the_world_needs_now_is_love
115-vikki_carr_-_cant_take_my_eyes_off_you

201-alma_cogan_-_dreamboat
202-bobby_darin_-_a_nightingale_sang_in_berkeley_square
203-dinah_washington_-_youre_nobody_til_somebody_loves_you
204-gordon_macrae_-_youre_the_cream_in_my_coffee
205-judy_garland_-_zing_went_the_strings_of_my_heart
206-kay_starr_-_baby_wont_you_please_come_home
207-lex_baxter_-_poor_people_of_paris
208-louis_prima_-_when_youre_smiling_(the_whole_world_smiles_with_you_the_sheik_of_araby)
209-matt_monro_-_i_love_you_because
210-nancy_wilson_-_and_i_love_him
211-nat_king_cole_-_on_the_street_where_you_live
212-peggy_lee_-_somethin_stupid
213-ruthie_henshall_-_all_that_jazz
214-shirley_bassey_-_kiss_me_honey_honey_kiss_me
215-the_ron_goodwin_orchestra_-_i_say_a_little_prayer
216-tina_turner_-_night_time_in_the_right_time
217-wikki_carr_-_you_dont_have_to_say_you_love_me

301-danny_williams_-_portrait_of_my_love
302-dean_martin_-_memories_are_made_of_this
303-dinah_shore_-_it_had_to_be_you
304-ella_fitzgerald_-_its_only_love
305-joss_stone_-_for_the_love_of_you
306-julie_london_-_diamonds_are_a_girls_best_friend
307-keri_noble_-_falling
308-louis_proma_-_just_a_gigolo
309-mel_torme_-_careless_hands
310-nancy_wilson_-_the_very_thought_of_you
311-nat_king_cole_-_mona_lisa
312-peggy_lee_-_a_taste_of_honey
313-sarah_vaughan_-_evry_time_we_say_goodbye
314-soyka_-_somebody
315-stanley_turrentine_-_little_girl_blue

401-blue_cafe_-_kontrabas
402-dianne_reeves_-_smile
403-earth_kitt_-_moon_river
404-flabby_-_miss_you_all_the_time_(parole_parole)
405-gabin_-_the_thousand_and_one_nights
406-irma_thomas_-_time_is_on_my_side
407-julie_london_-_i_got_it_bad_(and_that_aint_good)
408-kanal_audytywny_-_radiowa_piosenka_o_niczym
409-keely_smith_-_someone_to_watch_over_me
410-keri_noble_-_look_at_me
411-lee_morgan_-_ill_wind
412-matt_monro_-_on_days_like_these_(italian_job_theme)
413-nancy_wilson_-_wives_and_lovers
414-nat_king_cole_-_tenderly
415-peggy_lee_-_boy_from_ipanema
416-vic_damone_-_tonight

Download Album

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 10

February 27, 2007

Kuping Anggie sakit. Sejak pukul 8 pagi ruang kerja pak Paijo di-back-sound-i oleh lagu-lagu dangdut dari album milik Sofian Alami. Dengan biadabnya Romala mentertawai sahabatnya itu di pantry (sambil mamam mi instan bersama petugas cleaning service).

“…kadang kala guah suka mendengarkan lagu dangdut disamping lagunya Obbie Mesakh,” celetuk pak Paijo. Selain membelikan 1 album untuk Anggie, ia pun memiliki satu… “Biar kompak gitu, Anggie…”

HALAH!! GAK NANYA!!

***

Kian lama, Dira terlihat semakin manis saja. Surya suka memperhatikan wajah imutnya sambil berkhayal yang tidak-tidak. Tapi pikiran busuk itu segera ia singkirkan. Surya baru hendak memasuki ruang kuliah tatkala HPnya berdering. Sms dari Dira;

‘km yg namanya Surya yak?’

“Hmm??? Aneh.” Surya mengerut kening.

‘sayank… ko nanyana gitu? wht happn?’

‘sy tmnnya Dira. dia pingsan!’

“APAAAAAA???”

Kalut, Surya membolos. Ia mencari-cari Adit yang tengah asik makan soto bersama pacarnya di kantin.

“Hoi! Temani gue donk,” pinta Surya. Wajahnya memelas. Ia sangat kuatir pada isi sms tadi.

***

“Waaaa…. pangeran Kumbang dari Bandung kecewa donk?”

“Biarin. Bosan banget gak sih dengerin celotehannya yang norak itu? Coba bayangkan, sejak pagi aku cuma dengerin lagu dangdut aja! Argh!”

“Hahaha. Masih mendingan kan banyak lagunya… dari pada dengerin suara Obbie Mesakh selama berjam-jam? Hihihii.”

Anggie sedang bad-mood.
Pikirannya sedang kacau. Yang pertama; informasi yang dibocorkan Adit selalu membuatnya kesal. Surya berhasil selingkuh dengan cewek SMU yang…. ARGH!!
Yang kedua; magang di Bandung membuatnya harus merelakan Roxette dan Fort Minor tersingkir untuk sementara secara di kantor (khususnya di ruang kerja pak Paijo) hanya boleh mendengarkan lagu-lagu favorit si direktur. Benar-benar sengsara luar-dalam deh. Belum lagi Romala yang sukanya mentertawakan kesialannya menjadi sekretaris sementara pak Paijo… siaaaaaal!! Dan semua ini masih harus dijalani Anggie selama 2 minggu ke depan!!

Anggie merasa menjadi orang tolol sedunia.

“Rom, habis makan siang aku gak kembali ke kantor. Bilang aja aku sakit atau apalah gitu. Oke?”

“…ya oke…”

***

Seperti kata lagu milik Young Favorit;

Ingin marah? Silahkan!
Ingin diam? Silahkan!
Asal jangan kau putuskan cintaku…
*oyeaaaccch!!*

Surya dikerjai. Tiba di depan SMU Angkasa, Dira telah menantinya di dekat abang penjual es dan majalah. Tersenyum nista Dira berkata, “Maaf bang, tadi saya iseng sama abang hehehe. Tapi beneran hari ini saya lagi males sekolah… gak tau mau kemana… main ke kost abang aja yuk???”

-GUBRAK!!-

Adit pingsan. Dia sudah ngebut setengah mati… nabrak batu, menerobos lampu merah… ternyata hanya karena diisengin anak SMU! Wooiiihh… nyawa dibalas nyawa :p

Surya ingin marah… tapi senang juga. Atas kesepakatan sebelah pihak; karena Adit terus memprotes, akhirnya Adit mau juga kembali ke kampus sendirian, mengantongi 2 bungkus rokok. Surya dan Dira lantas mencegat angkot, pergi ke kost…

***

Pak Paijo cemas setelah mendengar laporan Romala.

“…karung beras gak bohong?”

“Pak, nama saya Romala! Bukan karung beras!”

“Gak penting! Yang penting itu Anggie. Aduuuh Anggie sayang sakit apa ya kira-kira??? Guah perlu nyari dokter nih… minta alamat tempat tinggal kalian donk, Rom.”

“Heeee….???”

MAMPUS KAMU, NGGIE!!

***

“Menurut pengarang buku Sex in the Kost, Iip Wijayanto, kondisi pergaulan dan perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa sudah pada tahap yang mengkhawatirkan lho bang,” tanggap Dira yang asik bermain game tatkala Surya membuka topik tentang freeseks lagi dan lagi.

Mereka tengah bersantai di kost Surya yang masih amburadul (Tak ada Anggie yang siap membersihkan sih). Menilik dari pertanyaan-pertanyaan Surya… sebetulnya dia ingin mencari selingkuhan atau teman tidur yang lain sih? Kalau sekedar teman tidur, banyak tempat yang menyediakan asal dia juga menyediakan duit.. iya kan????

“Oya???” tanya Surya seraya mendekati Dira dan memeluk pinggangnya dari belakang. Diciuminya rambut Dira….

“Aduh, bang.”

“Kenapa?”

“Geli ah…”

“Hehehe… sini lo…”

Daun-daun boleh berguguran lantas terpeta di atas bumi karena memang begitulah adanya perputaran hidup mereka. Namun tatkala mereka hancur termakan ulat waktu, mereka menjadi salah satu penyokong bekas kehidupan itu sendiri…

*lho.. kok jadi pelajaran Bilogisafah?*
(Fyi; penulis sedang tertawa-tawa sendiri :p)

Seharusnya paragraf sebelum *lho.. kok jadi pelajaran Bilogisafah?* adalah:
Daun-daun terbang tertiup bayu, memaksa bayu memetakan mereka di anak sungai yang mengalir… jernih… bening. Bakal ikan menari-nari di dalam air yang bening bak cermin. Mereka berpadu, mendendangkan nyanyian alam yang hanya bisa terdengar tatkala hati dihiasi ketulusan, keikhlasan dan keinginan.

Surya adalah cowok pertama yang mencium bibir Dira. Akan tetapi romantisme kesiangan mereka terpangkas… DIRA SEOLAH NGELINDUR!

“Hhhmm… sudut lancip adalah…”

-GUBRAK!!-

Semangat Surya untuk bertindak sebagai guru yang baik pun patah!!

“Kok???” Surya wagu.

Dira memerah gigi. “Maaf, bang. Saya gugup.”

-GLEGH!!-

Lanjut? Lanjuuutttt!!
Setelah beberapa kali Dira mengutarakan kegugupannya dengan;
“Menurut Galileo…”
atau
“Menurut riset sebuah universitas di Jerman, sebatang cokelat setiap hari justru membantu kerja jantung…”
atau
“Kentut itu rumusnya… apa yak? Rumus asam urat. Eh, asam sulfur… aduuhh… mfffppttt…”
Dan berkali-kali bibir Surya terpeleset akibat bibir Dira yang terus menerus mengoceh… ia berhasil menciumi cewek SMU ini!!

*horee… tepuk tangan penonton*

1 jam kemudian Surya yang kehabisan nafas. Sekali diajari, Dira langsung mengerti bahkan tidak pernah bisa melupakan… Smile

“UHMM… bang.”

“He’eh? Mau lagi?”

“Nanti.” Dira mengibas tangan di udara kosong.

“Tyus?”

“LAPER NIH!!”

HWA…

***

TOK TOK TOK!!

Teman internet Romala (sayang sekali sejak awal nasibnya sial; tak-bernama :p) membuka pintu. Dia terkejut dan nyaris pipis di celana. Kalau yang dilihatnya ini bukan penggila dangdut, tentu orang gila!!

1. Celana cutbray warna putih.
2. Kemeja jengki warna putih garis hitam vertikal.
3. Kacamuka selebar daun kelor.
4. Sepatu kulit mengkilap.
5. …..senyumnya sangat Indonesia. TTTT (Tulus Tulus, Tidak Tulus).

“HELLOW. Anggienya ada?”

“Kamuh… saha?”

“Guah PAIJO SURIJO IJONAKODOQUE.”

“Dipanggil… IJO??”

“Salah. Panggil saya PAIJO PAIJO PAIJO…”
*dalam irama lagu Bento milik Iwan Fals*

“Oyeee!!!!”

Anggie mendengar ribut-ribut di luar. Ia keluar kamar dan… ‘TUHAAAN, BERIKAN HAMBA KETABAHAN DALAM MENJALANI HIDUP YANG NISTA INI…’
Dikutipnya salah satu lirik laru milik Sofian Alami.

“Eh Anggie. Kata si karung beras elu sakit ya? Nih… Guah bawakan sekeranjang buah-buahan…”

Dan daun-daun pun ogah diterbangkan bayu!!

***

Bagaimana nasib Anggie?
Lebih penting lagi… bagaimana perselingkuhan Surya?

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 9

February 27, 2007

Selingkuh. Surya telah resmi berselingkuh. Pada Dira ia mengaku masih jomblo sedangkan kenyataannya dia sudah memiliki seorang kekasih selama 7 tahun!

Jalan bersama Dira rasanya sangat jauh berbeda waktu jalan bersama Anggie. Ya jelaslah! Usia dua cewek itu jauh berbeda. Anggie sudah hampir kepala dua sedangkan Dira baru 16 tahun. Dalam hati Surya mengakui keberadaan dirinya yang ganteng abis–maksudnya; gantengnya sudah habis, tersisa jeleknya :p

Untuk saat ini; 1 minggu selingkuh, Surya belum bisa memastikan apa yang sedang bersemai di dalam hati.
Surya cinta Anggie. Sangat. Bersama Anggie Surya bisa melakukan apa saja yang diinginkan secara mereka sudah tahu-sama-tahu meskipun hanya tersirat melalui tatapan. Anggie tahu kapan Surya marah, senang, ‘mupeng’ sampai lagi tak ada uang. Surya tahu kapanpun Anggie selalu membutuhkan pelukan hangatnya…
Bersama Dira, Surya belum bisa berbuat banyak selain meyakinkan cewek SMU itu bahwa pacaran itu indah. Sekalinya Dira dekat dengan cowok, cowoknya adalah Surya… pria yang mendekatinya hanya karena ingin berselingkuh!

Ah… benar kata Alanis Morissette, hidup ini IRONI sekali.

Sore ini Surya telah berjanji untuk berkunjung ke rumah Dira. Sebetulnya Surya enggan… toh hanya selingkuh ini… akan tetapi demi meyakinkan Dira dan agar perselingkuhan ini berjalan nyaman, aman, sejahtera, sentausa (seperti impian Indonesia sejak dulu hingga kini), ia merelakan waktu ‘gratisan’ nongkrong di Starbuck bersama Adit dan pacarnya. Rugi? Tidak juga… toh di rumah Dira juga tersedia secangkir capuccino yang harganya tak sampai puluhan ribu rupiah :p

Tapi oh la la…
Sebelumnya Surya membayangkan sore-sore berdua’an dengan Dira di ruang tamu yang adem ayem…
Yang terjadi justru sebaliknya. Selain Dira dan secangkir capuccino instan, juga ada mama Dira, abangnya Dira dan pembantu Dira. Surya mati langkah. Berkedip sekali aja, semua mata tertuju ke matanya. Bergerak sedikit saja, semua mata langsung ikut… setiap kali ia menelan ludah, lehernya jadi incaran tatapan abang si Dira.

Mampusssss.

“…ooo… jadi dik Surya ini masih kuliah tho. Tante sangka udah bekerja,” kata mama Dira seraya tersenyum sinis.

“Kerja sih pasti, tante. Tapi selesai’in kuliah dulu,” jawab Surya hormat.

Dan Dira yang sangat sangat sangat kritis menantang, “Tapi kan banyak tuh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Bekerja tuh sudah seperti keharusan untuk manusia yang hidup di era globalisasi seperti sekarang ini, bang Sur.” tuuuh kan. Surya menelan ludah pahit.

“Benar elo belum punya pacar?” kali ini yang bertanya abang si Dira.

“Be… belum, bang,” jawab Surya dengan kepala tertunduk. Tuh abang si Dira penampilannya preman banget. Tubuh kekar, banyak tatto dan kacamata hitam sebesar kepalan tangan tak pernah lepas. Padahal Surya mereka-reka dimana kacamata itu dibeli… di pasar Minggu? Emperan toko? Tanah Abang? Huhuhuhu. Limabelasribu juga dapat… GAYA!!

“Kalo boleh Jessica tau, kesukaan om Surya apa yah? Biar nanti kapan-kapan kalo main kesini lagi Jessica ndak perlu nanya… mau minum apa om?”

AIR COMBERAN!!!!!

Pembantu Dira memang ajaib deh. Namanya JESSICA!

“Kopi atau teh saja, Jess.”

Acara ngobrol-ngobrol bersama keluarga Dira yang lebih tepatnya disebut interogasi berjalan selama hampir 1 jam. Setelahnya barulah Surya menghela nafas lega.

“Maaf ya, bang Sur… keluarga saya emang begini. Banyak teman sekolah yang cowok pada tobat datang ke rumah… mereka diinterogasi… padahal kan mereka bukan pacar saya.”

“Jadi gue beneran resmi jadi pacar elo, Dir?” pertanyaan yang ini sudah seringkali dilontarkan Surya. Secara ia ingin pacaran yang betul-betul pacaran… bisa menjarah dan merampok :p

“Kan saya udah bilang IYA, bang.”

“Mana buktinya coba… hayo…,” pancing Surya.

“Nggg… Hmmm…”

“He’eh?”

“Jangan sekarang deh buktinya. Nanti aja. Tapi sebetulnya orang pacaran juga gak perlu banyak bukti lho, bang.”

“Kok bisa?”

“Iya. Yang penting kan hati berbicara… bukan kelakuan. Banyak orang pacaran jarak jauh… jadian jarak jauh… tapi hubungan mereka tetap awet. Intinya kan hati… Sama-sama cinta, sama-sama percaya, sama-sama yakin… jadi deh.”

-TETTOOOTT!!-

Surya kena batunya.

Dan apa yang dibilang oleh Dira masih terngiang-ngiang di kuping Surya meskipun ia telah pamit pulang dari rumah cewek itu. Dira memang kritis, seperti pengakuannya saat Surya menelepon. Dira bukan tipe cewek yang ‘iya aja’. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang jauh berbeda dari apa yang dipikirkan oleh Surya maupun… Anggie.

Pernah Surya membahas masalah freeseks dan jawaban Dira membuatnya tersenyum sendiri;

“Saya setuju sama freeseks, bang. Tapi ef es setelah merit.”

“Kenapa?” tanya Surya polos.

“Jawabannya mudah saja kok. Agama. Agama kan kontrol diri, bang. Hehehe… Pendapat orang berbeda tentang hal itu, saya juga gak selamanya benar kok… Tapi menurut saya pribadi, selama Agama masih dipegang teguh, kontrol diri akan selalu ada. Jangan menyalahkan nafsu, karena nafsu diciptakan untuk menggerogoti akal sehat… Selebihnya abang tentu tau maksud saya.”

Sederhana tapi daleeeeem dan tajaaaaaam. Hati Surya seperti disilet-silet.

‘Pendapat orang berbeda-beda…’ itu memang benar, Dir! Batin Surya. Dan oleh karena itu terjadinya kegairahan hidup… karena pendapat yang berbeda-beda. Dunia tak hanya hitam saja… ada merah, kuning, hijau, lumut… :p

Setiba di kost, Surya mendapati Adit sedang ber’aduh’ di kasur.

“HOIII! KETEMU JUGA GITUAN… JAUHAN JUGA GITUAN… Giling lo! Padahal baru aja balik dari Starbuck. Iya kan?” hardik Surya.

“Uhhhmmm sayank, pending dulu ya. Ada gorila lepas nih. See you, muwah!! Luv you, say…” Adit membanting HP ke ranjang lantas menurunkan sarung kotak-kotak cap ‘Gajah-Boker’. “Rokok donk!” pintanya ke Surya.

“Dih!”

“Elo tuh udah gangguin acara romantis gue, tau.”

“Masih Maghrib juga udah gituan… dasar!”

“Biarin! Tadi pas di Starbuck yayank tiba-tiba nemu ide buat sekali-kali ganti suasana pas tuker oli hehehe… Ah! Elo ma Anggie juga gitu kan? Hehehe. Jangan nuduh gue kalo diri sendiri juga iya.”

“Biarin. Selama gue masih bisa nasehatin elo…,”

“BHAHAHA… Mana ada Iblis nasehatin Setan? JIakakaka…”

“Weeee…”

“Gimana acara sama selingkuhan lo itu?” tanya Adit, bangkit dari kasur dan beranjak ke kamar mandi. Terdengar guyuran air.

“BAIK,” jawab Surya. Dilepasnya sepatu dan menukar kemeja dengan kaos oblong.

Adit keluar kamar mandi. “Baik bagaimana?”

“Ya Diranya kan elo tau… baik. Trus mamanya juga baik… abangnya juga…”

“Busyet? Elo kuncar ato kunkel sih? Orang sekampung diajak serta,” ledek Adit.

“Ya namanya juga pemanasan hehehe.”

“Uhm… gak ingat Anggie lo?” pancing Adit.

“Ingatlah! Tanpa dia, gue gak mungkin selingkuh. Tapi nih, Dit. Rasanya kayak gue baru dilahirkan lagi pas jalan sama Dira.”

“Ouw.”

“…”

Sementara itu, jauh dari kostan Surya dan Adit, Anggie sedang memukul-mukul pundak Romala gara-gara ditertawain. Iya, ditertawain karena pak Paijo membelikan album lagu dangdut si Pangeran Dangdut Indonesia; Sofian Alami berjudul ‘KADUNG CINTA, GENGSI TURUN’. Fyi; album lagu dangdut yang ber-pita…

“Udah donk, Rom! Aku cekik beneran nih kamu!”

“Hehehe. Dangdut boooooo!!! Coba denger liriknya nih…” Romala, menyingkirkan rasa malu, meminjam tape di teman internetnya itu. “Ini yang judulnya Cinta Sampai Malu,” kata Romala seraya membaca kulit kasetnya.

“Lagu lagu lagu cinta…
Aku dendangkan untukmu
Biarkan malu disandang badan
Ragaku tak malu mengakui…”

“IIIIGGGHHH! ROMALAAAAAA!!!”

“Yihaaa!! Serrr! Serrr!! Tarieeek maaaaang! Jempol di ubun-ubun!!”

-GUBRAK!!-

Romala yang bak karung beras gergoyang dangdut? Akibatnya;
1. Gempa tubuhnik 10 SR.
2. Lemak-lemak bergelimpangan.
3. Merusak pemandangan!!

***

Bagaimana kisah berselingkuh Surya selanjutnya?
Bagaigama tanggapan Anggie terhadap sikap pak Paijo?
Bagaimana dengan…. P heheheheh.

-bersambung-

h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 8

February 27, 2007

Sungguh aneh tapi nyata
Takkan terlupa
Kisah kasih di sekolah
Dengan si dia…

Pak Paijo menyukai Obbie Mesakh karena biduan jaman baheula itu masih termasuk orang dari daerah timur. Dan lagu yang liriknya berada di atas paragraf ini adalah lagu favorit pak Paijo. Seleranya memang rada-rada… ya gitu deh. Suka sama semut yang berbaris di dinding… suka corat-coret dinding sekolah dengan gambar hati yang tertusuk panah… huhiiii deh pak Paijo.

Ruang kerja pak Paijo. Ruang kerja beraroma kapur barus. Sungguh, Anggie heran kenapa orang seperti pak Paijo bisa sukses di dunia bisnis padahal seleranya segitu ‘doank’. Saat ini Anggie sedang mengetik surat keluar untuk beberapa perusahaan… kongsi dagang dan tetek bengek lainnya. Pak Paijo sedang sibuk menghadap laptopnya… sesekali batuk-batuk mesra dengan tujuan untuk menarik perhatian Anggie. Anggie sudah hafal betul tabiat pak Paijo yang satu ini; sebelumnya juga sudah dibocorin oleh pak Firman, “Kalo lagi naksir cewek, bos saya suka batuk mesra, batuk romantis, batuk cinta…”

“Batuk kejang dan batuk berdarah juga gak?” imbuh Anggie tempo hari.

“Uhuk!” tuh kan… pak Paijo batuk.

Sekali batuk tak digubris Anggie.

“Uhuk! Uhuk!”

Anggie terganggu. “Pak, minum obat aja kalo bengeknya udah parah begitu,” sarannya.

“Guah gak apa-apa kok, Anggie.”

“…” IYA! TAPI BATUKNYA ITU LHO! SEHARI EMPATRATUS KALI!

“Anggie, elu suka lagu ini?” tanya pak Paijo. Suara Obbie Mesakh masih terdengar sendu… berkali-kali hingga Anggie hafal liriknya. Oh, kemanakah Roxette atau Fort Minor????

“Enggak, pak.”

“Kok dari tadi guah liat elu menikmati sekali???”

“…” TERPAKSA!

“Pasti suka kan? Hayoooo… kalo emang suka bilang aja. Begitu juga kalo Anggie suka sama guah…”

-GUBRAK!!-

“Hehehe.” Anggie cengengesan. Tak tahu harus membalas apa. Pak Paijo oh pak Paijo! Benar kata pak Firman, “Kayaknya bos kami naksir dek Anggie. Dan Romala sebaiknya dipulangkan saja karena stok mi instan kami habis… padahal itu yang kadaluarsa lho… gimana kalo gak kadaluarsa? Bisa bangkrut perusahaan kami…”

“Anggie, nanti malam temani guah ya?”

“Kemana, pak? Miting lagi?”

“Bukan… makan malam. Kan gak mungkin makan siang.”

-TITUT!-

***

Ini adalah taman kota. Dimana? Ya di kota.
Surya dan Dira sedang duduk di bangku taman sembari tertawa-tawa. Surya bisa membuat Dira tertawa 3 kali sehari (sudah kayak orang minum obat aja nih).

“Hahaha. Ah, yang bener? Masa gitu?”

“Iya. Jadi nih, si Adit kan rada blo’on, trus gue minta dia ngetes arus listrik pake jarinya… kesetrum diah hahaha.”

“Hahaha… bisa aja bang Surya ini.”

Kata demi kata, jalin dengan indah… Surya menatap ke dalam bola mata Dira sehingga yang ditatap seperti diremote… kaku. Dira tersipu malu tatkala Surya menyingkirkan daun kering dari atas rambutnya. Dira tertunduk malu saat Surya menyibak anak rambut yang jatuh di kening. Dira terjungkal saat Surya menampar nyamuk di pipinya dengan sadis.

-PLAAK!!-

“Adduuuhhh maaf sayank… gak sengaja…”

Bangkit dari kejatuhan, Dira nyengir kuda. “Enggak apa-apa kok bang Surya.”

“Uhm.”

GILA NIH CEWEK, DIGAMPOL JUGA FINE-FINE AJAH.

“Dir, elo beneran belum punya pacar?” tanya Surya. Langkah-langkah berselingkuh telah ia jalankan satu per satu. Sekarang saatnya penentuan.

“Belum, bang.”

“Mmm… Dira mau seandainya jadi pacar gue?” tanya Surya, menggenggam jemari halus Dira.

“…”

“Dir?”

“Emangnya bang Surya belum punya pacar?”

“Udah donk…” Surya menyadari kekeliruannya. “Sudah berkali-kali ditolak cewek nih.”

“Masa? Cowok kayak bang Surya kan yang paling saya sukai. Humoris, pintar dan… ganteng.”

“He he he…” ketawa narsis.

“Emang beneran nih abang suka sama saya?” tanya Dira, tak yakin betapa mudah cinta hinggap di taman hatinya.

“Kalo gak suka, ngapain juga gue ngajak elo jalan, Dir?”

“Ngg… soalnya belakangan ini temen-temen saya juga diajak jalan sama…”

“Oh itu… itu mah akting. Kebetulan di kampus lagi ada les akting untuk mahasiswa yang ingin menjadi artis.” Otak Surya cepat sekali bekerja. Dasar kecoa.

“Jangan-jangan sama saya juga sekedar akting, bang?”

“Enggak lha yaw…” ENGGAK SALAH MAKSUDNYA HEHEHE.

“Mmmm…”

“Kita jadian nih?”

Dira, yang mana merasa yakin Surya adalah si single-man yang tengah mencari cinta, terjebak dalam film 30 Hari Mencari Cinta, mengangguk setuju.

“Gue sayang elo, Dir,” rayu Surya… rayuan pulau kelapa. Dikecupnya punggung tangan Dira lembut… dan.. “HUEEEKKK!!”

“Maaf, bang. Tadi saya olesin air remasan daun pepaya yang anti nyamuk itu, soalnya abang kan pengen ngajak ke taman. Takut banyak nyamuk.”

“…” biru-biru deh hati Surya. Pahit-pahit deh ujung lidah Surya.

***

Anggie sedang gundah gulana. Pulang makan malam bersama pak Paijo ia ditelepon Adit. Ternyata Surya berhasil mendapatkan selingkuhan. Omongan Adit membuat Anggie ketar-ketir, “Wuiihh si Dira tuh cakep banget!! Putih, mulus, pintar lagi!”

PINTAR??? AKU KAN GAK GITU PINTARRRRR!!

Di dalam lubuk hati yang paling dalam, ada sedikit penyesalan, mengapa dulu Anggie menyetujui usul Surya untuk selingkuh? Gila memang ide itu dan Anggie jadi ikut-ikutan gila dengan menyetujuinya. Ia ragu apakah nantinya Surya tak akan tergoda? Fisik boleh tergoda tapi bagaimana dengan hati? Anggie tak sanggup hidup tanpa Surya (klise). Sekian lama pacaran, hanya Suryalah cowok yang benar-benar mengerti keadaannya. Yang mengetahuinya luar-dalam… yang paling disayangnya se-Jakarta raya.

Duuuh. Gimana nih kalo Surya beneran selingkuh hati juga?
Payaaah!

Ingin curhat pada Romala, si gajah bledug sudah mendengkur dari tadi. Kecapean membantu tugas cleaning service membersihkan semua perabot. Dijamin sepulang magang bobot Romala susut 12 kg. Anggie mengetuk-ngetuk jari di meja… ngelamun. Teringat masa-masa indahnya bersama Surya. Akankah masa indah berakhir tragis karena kesalahan Anggie meluluskan keinginan Surya?

AKU SETUJU AJA KARENA AKU SAYANG DIA!

Where’d you go?
I miss you so…

Ibarat kata pepatah; bila nasi telah menjadi bubur. Jangan sampai Anggie atau Surya menyesal…

***

Kata orang Ende; STT aka Selingkuh Tipis Tipis.
Lha… kalau STTB?? Surat Tanda Tamat Belajar.. goblok!!

-bersambung-

h1

Tompi – Playful

February 27, 2007

Balonku
Lulu Dan Siti
Salahkah
Jangan engkau ganggu cintaku
Can You Feel My Music
Valentine’s Day
Aku Tak Mau
Kekagumanku
I’m Falling In Love
Engkaulah satu-satunya
Even if ft. Groofologi
Soft Shoe
T Scat

Download Album