h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 10

February 27, 2007

Kuping Anggie sakit. Sejak pukul 8 pagi ruang kerja pak Paijo di-back-sound-i oleh lagu-lagu dangdut dari album milik Sofian Alami. Dengan biadabnya Romala mentertawai sahabatnya itu di pantry (sambil mamam mi instan bersama petugas cleaning service).

“…kadang kala guah suka mendengarkan lagu dangdut disamping lagunya Obbie Mesakh,” celetuk pak Paijo. Selain membelikan 1 album untuk Anggie, ia pun memiliki satu… “Biar kompak gitu, Anggie…”

HALAH!! GAK NANYA!!

***

Kian lama, Dira terlihat semakin manis saja. Surya suka memperhatikan wajah imutnya sambil berkhayal yang tidak-tidak. Tapi pikiran busuk itu segera ia singkirkan. Surya baru hendak memasuki ruang kuliah tatkala HPnya berdering. Sms dari Dira;

‘km yg namanya Surya yak?’

“Hmm??? Aneh.” Surya mengerut kening.

‘sayank… ko nanyana gitu? wht happn?’

‘sy tmnnya Dira. dia pingsan!’

“APAAAAAA???”

Kalut, Surya membolos. Ia mencari-cari Adit yang tengah asik makan soto bersama pacarnya di kantin.

“Hoi! Temani gue donk,” pinta Surya. Wajahnya memelas. Ia sangat kuatir pada isi sms tadi.

***

“Waaaa…. pangeran Kumbang dari Bandung kecewa donk?”

“Biarin. Bosan banget gak sih dengerin celotehannya yang norak itu? Coba bayangkan, sejak pagi aku cuma dengerin lagu dangdut aja! Argh!”

“Hahaha. Masih mendingan kan banyak lagunya… dari pada dengerin suara Obbie Mesakh selama berjam-jam? Hihihii.”

Anggie sedang bad-mood.
Pikirannya sedang kacau. Yang pertama; informasi yang dibocorkan Adit selalu membuatnya kesal. Surya berhasil selingkuh dengan cewek SMU yang…. ARGH!!
Yang kedua; magang di Bandung membuatnya harus merelakan Roxette dan Fort Minor tersingkir untuk sementara secara di kantor (khususnya di ruang kerja pak Paijo) hanya boleh mendengarkan lagu-lagu favorit si direktur. Benar-benar sengsara luar-dalam deh. Belum lagi Romala yang sukanya mentertawakan kesialannya menjadi sekretaris sementara pak Paijo… siaaaaaal!! Dan semua ini masih harus dijalani Anggie selama 2 minggu ke depan!!

Anggie merasa menjadi orang tolol sedunia.

“Rom, habis makan siang aku gak kembali ke kantor. Bilang aja aku sakit atau apalah gitu. Oke?”

“…ya oke…”

***

Seperti kata lagu milik Young Favorit;

Ingin marah? Silahkan!
Ingin diam? Silahkan!
Asal jangan kau putuskan cintaku…
*oyeaaaccch!!*

Surya dikerjai. Tiba di depan SMU Angkasa, Dira telah menantinya di dekat abang penjual es dan majalah. Tersenyum nista Dira berkata, “Maaf bang, tadi saya iseng sama abang hehehe. Tapi beneran hari ini saya lagi males sekolah… gak tau mau kemana… main ke kost abang aja yuk???”

-GUBRAK!!-

Adit pingsan. Dia sudah ngebut setengah mati… nabrak batu, menerobos lampu merah… ternyata hanya karena diisengin anak SMU! Wooiiihh… nyawa dibalas nyawa :p

Surya ingin marah… tapi senang juga. Atas kesepakatan sebelah pihak; karena Adit terus memprotes, akhirnya Adit mau juga kembali ke kampus sendirian, mengantongi 2 bungkus rokok. Surya dan Dira lantas mencegat angkot, pergi ke kost…

***

Pak Paijo cemas setelah mendengar laporan Romala.

“…karung beras gak bohong?”

“Pak, nama saya Romala! Bukan karung beras!”

“Gak penting! Yang penting itu Anggie. Aduuuh Anggie sayang sakit apa ya kira-kira??? Guah perlu nyari dokter nih… minta alamat tempat tinggal kalian donk, Rom.”

“Heeee….???”

MAMPUS KAMU, NGGIE!!

***

“Menurut pengarang buku Sex in the Kost, Iip Wijayanto, kondisi pergaulan dan perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa sudah pada tahap yang mengkhawatirkan lho bang,” tanggap Dira yang asik bermain game tatkala Surya membuka topik tentang freeseks lagi dan lagi.

Mereka tengah bersantai di kost Surya yang masih amburadul (Tak ada Anggie yang siap membersihkan sih). Menilik dari pertanyaan-pertanyaan Surya… sebetulnya dia ingin mencari selingkuhan atau teman tidur yang lain sih? Kalau sekedar teman tidur, banyak tempat yang menyediakan asal dia juga menyediakan duit.. iya kan????

“Oya???” tanya Surya seraya mendekati Dira dan memeluk pinggangnya dari belakang. Diciuminya rambut Dira….

“Aduh, bang.”

“Kenapa?”

“Geli ah…”

“Hehehe… sini lo…”

Daun-daun boleh berguguran lantas terpeta di atas bumi karena memang begitulah adanya perputaran hidup mereka. Namun tatkala mereka hancur termakan ulat waktu, mereka menjadi salah satu penyokong bekas kehidupan itu sendiri…

*lho.. kok jadi pelajaran Bilogisafah?*
(Fyi; penulis sedang tertawa-tawa sendiri :p)

Seharusnya paragraf sebelum *lho.. kok jadi pelajaran Bilogisafah?* adalah:
Daun-daun terbang tertiup bayu, memaksa bayu memetakan mereka di anak sungai yang mengalir… jernih… bening. Bakal ikan menari-nari di dalam air yang bening bak cermin. Mereka berpadu, mendendangkan nyanyian alam yang hanya bisa terdengar tatkala hati dihiasi ketulusan, keikhlasan dan keinginan.

Surya adalah cowok pertama yang mencium bibir Dira. Akan tetapi romantisme kesiangan mereka terpangkas… DIRA SEOLAH NGELINDUR!

“Hhhmm… sudut lancip adalah…”

-GUBRAK!!-

Semangat Surya untuk bertindak sebagai guru yang baik pun patah!!

“Kok???” Surya wagu.

Dira memerah gigi. “Maaf, bang. Saya gugup.”

-GLEGH!!-

Lanjut? Lanjuuutttt!!
Setelah beberapa kali Dira mengutarakan kegugupannya dengan;
“Menurut Galileo…”
atau
“Menurut riset sebuah universitas di Jerman, sebatang cokelat setiap hari justru membantu kerja jantung…”
atau
“Kentut itu rumusnya… apa yak? Rumus asam urat. Eh, asam sulfur… aduuhh… mfffppttt…”
Dan berkali-kali bibir Surya terpeleset akibat bibir Dira yang terus menerus mengoceh… ia berhasil menciumi cewek SMU ini!!

*horee… tepuk tangan penonton*

1 jam kemudian Surya yang kehabisan nafas. Sekali diajari, Dira langsung mengerti bahkan tidak pernah bisa melupakan… Smile

“UHMM… bang.”

“He’eh? Mau lagi?”

“Nanti.” Dira mengibas tangan di udara kosong.

“Tyus?”

“LAPER NIH!!”

HWA…

***

TOK TOK TOK!!

Teman internet Romala (sayang sekali sejak awal nasibnya sial; tak-bernama :p) membuka pintu. Dia terkejut dan nyaris pipis di celana. Kalau yang dilihatnya ini bukan penggila dangdut, tentu orang gila!!

1. Celana cutbray warna putih.
2. Kemeja jengki warna putih garis hitam vertikal.
3. Kacamuka selebar daun kelor.
4. Sepatu kulit mengkilap.
5. …..senyumnya sangat Indonesia. TTTT (Tulus Tulus, Tidak Tulus).

“HELLOW. Anggienya ada?”

“Kamuh… saha?”

“Guah PAIJO SURIJO IJONAKODOQUE.”

“Dipanggil… IJO??”

“Salah. Panggil saya PAIJO PAIJO PAIJO…”
*dalam irama lagu Bento milik Iwan Fals*

“Oyeee!!!!”

Anggie mendengar ribut-ribut di luar. Ia keluar kamar dan… ‘TUHAAAN, BERIKAN HAMBA KETABAHAN DALAM MENJALANI HIDUP YANG NISTA INI…’
Dikutipnya salah satu lirik laru milik Sofian Alami.

“Eh Anggie. Kata si karung beras elu sakit ya? Nih… Guah bawakan sekeranjang buah-buahan…”

Dan daun-daun pun ogah diterbangkan bayu!!

***

Bagaimana nasib Anggie?
Lebih penting lagi… bagaimana perselingkuhan Surya?

-bersambung-

One comment

  1. waaah..keren! Aku kopi aja semua cerita Ijinkan Aku Selingkuh yang masih bersambung ini. Tapi aku jg mau kasih pendapat dulu ah. Menurutku, kalau mau selingkuh, gak usah minta ijin lah! Gak seru! Langsung aja selingkuh. Hehehehe..Klo pacar ku yang minta ijin buat selingkuh, pasti kuijinkan, lha wong aku sendiri udah selingkuh kok. Ha ha ha ha!Mari Kita Masyarakatkan Selingkuh Dan Menyelingkuhi Masyarakat!!!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: