h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 8

February 27, 2007

Sungguh aneh tapi nyata
Takkan terlupa
Kisah kasih di sekolah
Dengan si dia…

Pak Paijo menyukai Obbie Mesakh karena biduan jaman baheula itu masih termasuk orang dari daerah timur. Dan lagu yang liriknya berada di atas paragraf ini adalah lagu favorit pak Paijo. Seleranya memang rada-rada… ya gitu deh. Suka sama semut yang berbaris di dinding… suka corat-coret dinding sekolah dengan gambar hati yang tertusuk panah… huhiiii deh pak Paijo.

Ruang kerja pak Paijo. Ruang kerja beraroma kapur barus. Sungguh, Anggie heran kenapa orang seperti pak Paijo bisa sukses di dunia bisnis padahal seleranya segitu ‘doank’. Saat ini Anggie sedang mengetik surat keluar untuk beberapa perusahaan… kongsi dagang dan tetek bengek lainnya. Pak Paijo sedang sibuk menghadap laptopnya… sesekali batuk-batuk mesra dengan tujuan untuk menarik perhatian Anggie. Anggie sudah hafal betul tabiat pak Paijo yang satu ini; sebelumnya juga sudah dibocorin oleh pak Firman, “Kalo lagi naksir cewek, bos saya suka batuk mesra, batuk romantis, batuk cinta…”

“Batuk kejang dan batuk berdarah juga gak?” imbuh Anggie tempo hari.

“Uhuk!” tuh kan… pak Paijo batuk.

Sekali batuk tak digubris Anggie.

“Uhuk! Uhuk!”

Anggie terganggu. “Pak, minum obat aja kalo bengeknya udah parah begitu,” sarannya.

“Guah gak apa-apa kok, Anggie.”

“…” IYA! TAPI BATUKNYA ITU LHO! SEHARI EMPATRATUS KALI!

“Anggie, elu suka lagu ini?” tanya pak Paijo. Suara Obbie Mesakh masih terdengar sendu… berkali-kali hingga Anggie hafal liriknya. Oh, kemanakah Roxette atau Fort Minor????

“Enggak, pak.”

“Kok dari tadi guah liat elu menikmati sekali???”

“…” TERPAKSA!

“Pasti suka kan? Hayoooo… kalo emang suka bilang aja. Begitu juga kalo Anggie suka sama guah…”

-GUBRAK!!-

“Hehehe.” Anggie cengengesan. Tak tahu harus membalas apa. Pak Paijo oh pak Paijo! Benar kata pak Firman, “Kayaknya bos kami naksir dek Anggie. Dan Romala sebaiknya dipulangkan saja karena stok mi instan kami habis… padahal itu yang kadaluarsa lho… gimana kalo gak kadaluarsa? Bisa bangkrut perusahaan kami…”

“Anggie, nanti malam temani guah ya?”

“Kemana, pak? Miting lagi?”

“Bukan… makan malam. Kan gak mungkin makan siang.”

-TITUT!-

***

Ini adalah taman kota. Dimana? Ya di kota.
Surya dan Dira sedang duduk di bangku taman sembari tertawa-tawa. Surya bisa membuat Dira tertawa 3 kali sehari (sudah kayak orang minum obat aja nih).

“Hahaha. Ah, yang bener? Masa gitu?”

“Iya. Jadi nih, si Adit kan rada blo’on, trus gue minta dia ngetes arus listrik pake jarinya… kesetrum diah hahaha.”

“Hahaha… bisa aja bang Surya ini.”

Kata demi kata, jalin dengan indah… Surya menatap ke dalam bola mata Dira sehingga yang ditatap seperti diremote… kaku. Dira tersipu malu tatkala Surya menyingkirkan daun kering dari atas rambutnya. Dira tertunduk malu saat Surya menyibak anak rambut yang jatuh di kening. Dira terjungkal saat Surya menampar nyamuk di pipinya dengan sadis.

-PLAAK!!-

“Adduuuhhh maaf sayank… gak sengaja…”

Bangkit dari kejatuhan, Dira nyengir kuda. “Enggak apa-apa kok bang Surya.”

“Uhm.”

GILA NIH CEWEK, DIGAMPOL JUGA FINE-FINE AJAH.

“Dir, elo beneran belum punya pacar?” tanya Surya. Langkah-langkah berselingkuh telah ia jalankan satu per satu. Sekarang saatnya penentuan.

“Belum, bang.”

“Mmm… Dira mau seandainya jadi pacar gue?” tanya Surya, menggenggam jemari halus Dira.

“…”

“Dir?”

“Emangnya bang Surya belum punya pacar?”

“Udah donk…” Surya menyadari kekeliruannya. “Sudah berkali-kali ditolak cewek nih.”

“Masa? Cowok kayak bang Surya kan yang paling saya sukai. Humoris, pintar dan… ganteng.”

“He he he…” ketawa narsis.

“Emang beneran nih abang suka sama saya?” tanya Dira, tak yakin betapa mudah cinta hinggap di taman hatinya.

“Kalo gak suka, ngapain juga gue ngajak elo jalan, Dir?”

“Ngg… soalnya belakangan ini temen-temen saya juga diajak jalan sama…”

“Oh itu… itu mah akting. Kebetulan di kampus lagi ada les akting untuk mahasiswa yang ingin menjadi artis.” Otak Surya cepat sekali bekerja. Dasar kecoa.

“Jangan-jangan sama saya juga sekedar akting, bang?”

“Enggak lha yaw…” ENGGAK SALAH MAKSUDNYA HEHEHE.

“Mmmm…”

“Kita jadian nih?”

Dira, yang mana merasa yakin Surya adalah si single-man yang tengah mencari cinta, terjebak dalam film 30 Hari Mencari Cinta, mengangguk setuju.

“Gue sayang elo, Dir,” rayu Surya… rayuan pulau kelapa. Dikecupnya punggung tangan Dira lembut… dan.. “HUEEEKKK!!”

“Maaf, bang. Tadi saya olesin air remasan daun pepaya yang anti nyamuk itu, soalnya abang kan pengen ngajak ke taman. Takut banyak nyamuk.”

“…” biru-biru deh hati Surya. Pahit-pahit deh ujung lidah Surya.

***

Anggie sedang gundah gulana. Pulang makan malam bersama pak Paijo ia ditelepon Adit. Ternyata Surya berhasil mendapatkan selingkuhan. Omongan Adit membuat Anggie ketar-ketir, “Wuiihh si Dira tuh cakep banget!! Putih, mulus, pintar lagi!”

PINTAR??? AKU KAN GAK GITU PINTARRRRR!!

Di dalam lubuk hati yang paling dalam, ada sedikit penyesalan, mengapa dulu Anggie menyetujui usul Surya untuk selingkuh? Gila memang ide itu dan Anggie jadi ikut-ikutan gila dengan menyetujuinya. Ia ragu apakah nantinya Surya tak akan tergoda? Fisik boleh tergoda tapi bagaimana dengan hati? Anggie tak sanggup hidup tanpa Surya (klise). Sekian lama pacaran, hanya Suryalah cowok yang benar-benar mengerti keadaannya. Yang mengetahuinya luar-dalam… yang paling disayangnya se-Jakarta raya.

Duuuh. Gimana nih kalo Surya beneran selingkuh hati juga?
Payaaah!

Ingin curhat pada Romala, si gajah bledug sudah mendengkur dari tadi. Kecapean membantu tugas cleaning service membersihkan semua perabot. Dijamin sepulang magang bobot Romala susut 12 kg. Anggie mengetuk-ngetuk jari di meja… ngelamun. Teringat masa-masa indahnya bersama Surya. Akankah masa indah berakhir tragis karena kesalahan Anggie meluluskan keinginan Surya?

AKU SETUJU AJA KARENA AKU SAYANG DIA!

Where’d you go?
I miss you so…

Ibarat kata pepatah; bila nasi telah menjadi bubur. Jangan sampai Anggie atau Surya menyesal…

***

Kata orang Ende; STT aka Selingkuh Tipis Tipis.
Lha… kalau STTB?? Surat Tanda Tamat Belajar.. goblok!!

-bersambung-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: