h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 9

February 27, 2007

Selingkuh. Surya telah resmi berselingkuh. Pada Dira ia mengaku masih jomblo sedangkan kenyataannya dia sudah memiliki seorang kekasih selama 7 tahun!

Jalan bersama Dira rasanya sangat jauh berbeda waktu jalan bersama Anggie. Ya jelaslah! Usia dua cewek itu jauh berbeda. Anggie sudah hampir kepala dua sedangkan Dira baru 16 tahun. Dalam hati Surya mengakui keberadaan dirinya yang ganteng abis–maksudnya; gantengnya sudah habis, tersisa jeleknya :p

Untuk saat ini; 1 minggu selingkuh, Surya belum bisa memastikan apa yang sedang bersemai di dalam hati.
Surya cinta Anggie. Sangat. Bersama Anggie Surya bisa melakukan apa saja yang diinginkan secara mereka sudah tahu-sama-tahu meskipun hanya tersirat melalui tatapan. Anggie tahu kapan Surya marah, senang, ‘mupeng’ sampai lagi tak ada uang. Surya tahu kapanpun Anggie selalu membutuhkan pelukan hangatnya…
Bersama Dira, Surya belum bisa berbuat banyak selain meyakinkan cewek SMU itu bahwa pacaran itu indah. Sekalinya Dira dekat dengan cowok, cowoknya adalah Surya… pria yang mendekatinya hanya karena ingin berselingkuh!

Ah… benar kata Alanis Morissette, hidup ini IRONI sekali.

Sore ini Surya telah berjanji untuk berkunjung ke rumah Dira. Sebetulnya Surya enggan… toh hanya selingkuh ini… akan tetapi demi meyakinkan Dira dan agar perselingkuhan ini berjalan nyaman, aman, sejahtera, sentausa (seperti impian Indonesia sejak dulu hingga kini), ia merelakan waktu ‘gratisan’ nongkrong di Starbuck bersama Adit dan pacarnya. Rugi? Tidak juga… toh di rumah Dira juga tersedia secangkir capuccino yang harganya tak sampai puluhan ribu rupiah :p

Tapi oh la la…
Sebelumnya Surya membayangkan sore-sore berdua’an dengan Dira di ruang tamu yang adem ayem…
Yang terjadi justru sebaliknya. Selain Dira dan secangkir capuccino instan, juga ada mama Dira, abangnya Dira dan pembantu Dira. Surya mati langkah. Berkedip sekali aja, semua mata tertuju ke matanya. Bergerak sedikit saja, semua mata langsung ikut… setiap kali ia menelan ludah, lehernya jadi incaran tatapan abang si Dira.

Mampusssss.

“…ooo… jadi dik Surya ini masih kuliah tho. Tante sangka udah bekerja,” kata mama Dira seraya tersenyum sinis.

“Kerja sih pasti, tante. Tapi selesai’in kuliah dulu,” jawab Surya hormat.

Dan Dira yang sangat sangat sangat kritis menantang, “Tapi kan banyak tuh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Bekerja tuh sudah seperti keharusan untuk manusia yang hidup di era globalisasi seperti sekarang ini, bang Sur.” tuuuh kan. Surya menelan ludah pahit.

“Benar elo belum punya pacar?” kali ini yang bertanya abang si Dira.

“Be… belum, bang,” jawab Surya dengan kepala tertunduk. Tuh abang si Dira penampilannya preman banget. Tubuh kekar, banyak tatto dan kacamata hitam sebesar kepalan tangan tak pernah lepas. Padahal Surya mereka-reka dimana kacamata itu dibeli… di pasar Minggu? Emperan toko? Tanah Abang? Huhuhuhu. Limabelasribu juga dapat… GAYA!!

“Kalo boleh Jessica tau, kesukaan om Surya apa yah? Biar nanti kapan-kapan kalo main kesini lagi Jessica ndak perlu nanya… mau minum apa om?”

AIR COMBERAN!!!!!

Pembantu Dira memang ajaib deh. Namanya JESSICA!

“Kopi atau teh saja, Jess.”

Acara ngobrol-ngobrol bersama keluarga Dira yang lebih tepatnya disebut interogasi berjalan selama hampir 1 jam. Setelahnya barulah Surya menghela nafas lega.

“Maaf ya, bang Sur… keluarga saya emang begini. Banyak teman sekolah yang cowok pada tobat datang ke rumah… mereka diinterogasi… padahal kan mereka bukan pacar saya.”

“Jadi gue beneran resmi jadi pacar elo, Dir?” pertanyaan yang ini sudah seringkali dilontarkan Surya. Secara ia ingin pacaran yang betul-betul pacaran… bisa menjarah dan merampok :p

“Kan saya udah bilang IYA, bang.”

“Mana buktinya coba… hayo…,” pancing Surya.

“Nggg… Hmmm…”

“He’eh?”

“Jangan sekarang deh buktinya. Nanti aja. Tapi sebetulnya orang pacaran juga gak perlu banyak bukti lho, bang.”

“Kok bisa?”

“Iya. Yang penting kan hati berbicara… bukan kelakuan. Banyak orang pacaran jarak jauh… jadian jarak jauh… tapi hubungan mereka tetap awet. Intinya kan hati… Sama-sama cinta, sama-sama percaya, sama-sama yakin… jadi deh.”

-TETTOOOTT!!-

Surya kena batunya.

Dan apa yang dibilang oleh Dira masih terngiang-ngiang di kuping Surya meskipun ia telah pamit pulang dari rumah cewek itu. Dira memang kritis, seperti pengakuannya saat Surya menelepon. Dira bukan tipe cewek yang ‘iya aja’. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang jauh berbeda dari apa yang dipikirkan oleh Surya maupun… Anggie.

Pernah Surya membahas masalah freeseks dan jawaban Dira membuatnya tersenyum sendiri;

“Saya setuju sama freeseks, bang. Tapi ef es setelah merit.”

“Kenapa?” tanya Surya polos.

“Jawabannya mudah saja kok. Agama. Agama kan kontrol diri, bang. Hehehe… Pendapat orang berbeda tentang hal itu, saya juga gak selamanya benar kok… Tapi menurut saya pribadi, selama Agama masih dipegang teguh, kontrol diri akan selalu ada. Jangan menyalahkan nafsu, karena nafsu diciptakan untuk menggerogoti akal sehat… Selebihnya abang tentu tau maksud saya.”

Sederhana tapi daleeeeem dan tajaaaaaam. Hati Surya seperti disilet-silet.

‘Pendapat orang berbeda-beda…’ itu memang benar, Dir! Batin Surya. Dan oleh karena itu terjadinya kegairahan hidup… karena pendapat yang berbeda-beda. Dunia tak hanya hitam saja… ada merah, kuning, hijau, lumut… :p

Setiba di kost, Surya mendapati Adit sedang ber’aduh’ di kasur.

“HOIII! KETEMU JUGA GITUAN… JAUHAN JUGA GITUAN… Giling lo! Padahal baru aja balik dari Starbuck. Iya kan?” hardik Surya.

“Uhhhmmm sayank, pending dulu ya. Ada gorila lepas nih. See you, muwah!! Luv you, say…” Adit membanting HP ke ranjang lantas menurunkan sarung kotak-kotak cap ‘Gajah-Boker’. “Rokok donk!” pintanya ke Surya.

“Dih!”

“Elo tuh udah gangguin acara romantis gue, tau.”

“Masih Maghrib juga udah gituan… dasar!”

“Biarin! Tadi pas di Starbuck yayank tiba-tiba nemu ide buat sekali-kali ganti suasana pas tuker oli hehehe… Ah! Elo ma Anggie juga gitu kan? Hehehe. Jangan nuduh gue kalo diri sendiri juga iya.”

“Biarin. Selama gue masih bisa nasehatin elo…,”

“BHAHAHA… Mana ada Iblis nasehatin Setan? JIakakaka…”

“Weeee…”

“Gimana acara sama selingkuhan lo itu?” tanya Adit, bangkit dari kasur dan beranjak ke kamar mandi. Terdengar guyuran air.

“BAIK,” jawab Surya. Dilepasnya sepatu dan menukar kemeja dengan kaos oblong.

Adit keluar kamar mandi. “Baik bagaimana?”

“Ya Diranya kan elo tau… baik. Trus mamanya juga baik… abangnya juga…”

“Busyet? Elo kuncar ato kunkel sih? Orang sekampung diajak serta,” ledek Adit.

“Ya namanya juga pemanasan hehehe.”

“Uhm… gak ingat Anggie lo?” pancing Adit.

“Ingatlah! Tanpa dia, gue gak mungkin selingkuh. Tapi nih, Dit. Rasanya kayak gue baru dilahirkan lagi pas jalan sama Dira.”

“Ouw.”

“…”

Sementara itu, jauh dari kostan Surya dan Adit, Anggie sedang memukul-mukul pundak Romala gara-gara ditertawain. Iya, ditertawain karena pak Paijo membelikan album lagu dangdut si Pangeran Dangdut Indonesia; Sofian Alami berjudul ‘KADUNG CINTA, GENGSI TURUN’. Fyi; album lagu dangdut yang ber-pita…

“Udah donk, Rom! Aku cekik beneran nih kamu!”

“Hehehe. Dangdut boooooo!!! Coba denger liriknya nih…” Romala, menyingkirkan rasa malu, meminjam tape di teman internetnya itu. “Ini yang judulnya Cinta Sampai Malu,” kata Romala seraya membaca kulit kasetnya.

“Lagu lagu lagu cinta…
Aku dendangkan untukmu
Biarkan malu disandang badan
Ragaku tak malu mengakui…”

“IIIIGGGHHH! ROMALAAAAAA!!!”

“Yihaaa!! Serrr! Serrr!! Tarieeek maaaaang! Jempol di ubun-ubun!!”

-GUBRAK!!-

Romala yang bak karung beras gergoyang dangdut? Akibatnya;
1. Gempa tubuhnik 10 SR.
2. Lemak-lemak bergelimpangan.
3. Merusak pemandangan!!

***

Bagaimana kisah berselingkuh Surya selanjutnya?
Bagaigama tanggapan Anggie terhadap sikap pak Paijo?
Bagaimana dengan…. P heheheheh.

-bersambung-

One comment

  1. wuduhhhhhhhh
    jangan selingkuh dunkk
    SETIA getO loh



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: