h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 13

March 28, 2007

Semua kesenangan harus berakhir, Sur! Elo harus taat pada janji. Janji itu utang makanya harus dilunais. Tar kalo elo mokat… enggak ditagih melulu.

Omongan Adit pitak terngiang-ngiang. Bagaimana caranya Surya ngomong ke Dira? Bahkan… sedikit niat pun belum terlintas di benaknya. Dia tidak tega menyakiti Dira. Cinta pertama Dira gitu lho.

“KACAU!”

Adit dan Surya lagi-lagi tengah asik dengan kegiatan masing-masing di dalam kamar. Adit menoleh, “Kacau napa, Sur?”

“Dira… Anggie…”

“Ah, kalo gue boleh bilang, elo udah jatuh cintrong ama Dira. Jadi sekarang elo bingung mo gimana. Semuanya jadi kacau. MAKAN TUH BUKU SESAT! Buku kok menghalalkan selingkuh… gini nih jadinya.”

“Tapi buku itu gak salah juga, Dit. Banyak kok orang selingkuh tanpa perlu membaca buku.”

“Iya. Tapi dalam kasus ini, elo jadi pengen selingkuh karena buku itu. Iya kan?”

“…” Surya tak kuasa menjawab. HPnya lantas berdering. Telepon dari Dira.

“BAH!!” Adit ngedumel.

***

Menatap indahnya senyuman di wajahmu…
:”>

Pak Paijo, dengan sangat terpaksa merelakan kepulangan Anggie ke Jakarta. Kalau Romala sih… lebih cepat dia angkat kaki lebih bagus! Anggie hanya bisa menghaturkan terima kasih berlimpah atas kemurahan hati pak Paijo. Bahkan pak Paijo mengantar mereka hingga ke stasiun…

“Hati-hati Anggie. Bersikaplah yang dewasa dan tenang. Meskipun guah tau kita gak mungkin jadi ehem ehem… tapi kita tetap bisa jadi sahabat kan? Ingat, kalo ada apa-apa elu tau harus nelpon ke mana. Jangan ke Romala… tar biaya nraktir lebih gede…”

“HUHUHUHUHU!!” untung Romala sudah biasa di-cap jelek sama orang-orang… sadar hukum alam Smile

“Iya, terima kasih pak,” sahut Anggie sembari terus mencoba menghubungi Surya. HPnya sibuk terus!

“Anggie, kalo elu kangen guah… yang mana jarang sekali bisa terjadi.. elu coba dengerin lagunya Obbie Mesakh sama lagu dangdut yang itu,” pesan pak Paijo sebelum kereta berangkat.

ZGZGZGZGZGZ… itu bunyi kereta api.
DEG DEG DEG… itu debar jantung Anggie.

***

“Iya Dira sayank… tar malam gue ke rumah elo deh,” janji Surya di telepon. “Bye… muaaacch!!”

“Huuuu. Sejauh-jauhnya bangau terbang, pulang juga ke rumah. Sejauhnya elo selingkuh… beraninya cuma nyiuuuum aja. Payah. Em El kek sekali-kali. Udah kepalang basah selingkuh gini…” Adit mengomel.

“Bah.”

HP Surya berdering kembali berdering. Telepon dari Anggie.

“ANGGIE???” Surya di HP.

“Kok kaget gitu, sayank? Uhm, yank, malam ini aku ke kostan kamu ya. Udah gak kuat kangen nih.”

“HAAAA???”

“Dapet ijin pulang duluan. Kebetulan bosnya baik hehehe. Awuwuwuwu… muwah!”

“HEEEEE???”

“Yank… siapin kamar kostnya ya. Harus yang rapih! Jangan biarin Adit ngerokok di dalam kamar dulu… semprot pengharum… nyalain lilin kita yang aromanya kayak rambutan botak itu…”

“…”

***

“…nyalain lilin kita yang aromanya kayak rambutan botak itu… muwaah!”

-KLIK-

“Kikikikiki.” Romala cekikikan.

“Hehehe. Surya kaget banget, Rom! Dia juga pasti kangen banget sama aku. Hahaha. Adoooh udah gak kuat nahan pengen meluk dia.”

“Pengen gitu-gituan kali? Katanya Kung… Kung…”

“Kunguru?”

“Bukan. Ada chickennya tuw nama grupnya. Ah lupa.”

***

“ADDDDIIIITTTT!!! ANTAR GUE KE ER ES JE!!”

Surya membanting diri di kasur. Belum sempat ia berpikir, HPnya kembali berdering. Kali ini gantian Dira lagi yang menelepon.

“HALO??”

“Bang Surya! Kaget deh saya. Bang, ntar malam kita rencanain acara hari jadi kita yang ke-sebulan yaaaaa… mwah. Jangan lupa mama pesen bolu coklat yang pernah abang beli’in untuk saya itu. Mwah lagi deh.”

-KLIK-

“MATI GUEEEEEEE!!!”

Refleks Surya meraih HP dan berniat mengirimkan sms ke Anggie.

‘yank, kok da pulang? kan blm 1bln? SISna msh brlaku kan?’

***

Membaca sms dari Surya, raut wajah Anggie langsung berubah. Dari senang ke bete. Melihat perubahan ini, Romala menegur, “Nggie, kenapa lagi? Gak mabuk kereta kan?”

“Nih, baca!”

‘yank, kok da pulang? kan blm 1bln? SISna msh brlaku kan?’

“Uhm.”

“Menurut kamu?”

“Kayaknya Surya asik banget sama selingkuhannya nih jadi dia enggak siap kalu kita pulang…”

“ARGH!!!”

“Dibales aja, Nggie!”

“Hmmmm.” agak lama Anggie berpikir. Lantas ia aktif memencet keypad HP.

‘gpp. aq pngn nonton km selingkuh, yank!”

***

Membaca sms dari Anggie… Suryapun semaput!

“Hoiiihhh!! Napah lo???? Giling pake acara pingsan segala!!!”

***

Malam tiba. Surya terbaring pasrah di ranjang dengan pikiran dan pakaian kusut masai. Tadi Adit sudah menelepon Dira bahwa Surya tidak bisa datang ke rumah cewek itu karena sedang sakit kepala. Tapi Surya tidak perlu dijenguk… biar malam ini Dira konsentrasi belajar.

Pukul 7; tepat, Anggie muncul di kost. Ia segera memeluk Surya yang terbaring di kasur sambil melirik Adit curiga. “Kamu gak apa-apain cowok aku kan, Dit? Kok keliatannya lemes gini?” tanya Anggie penuh tuduhan. Adit menggeleng tegas.

“Gak! Dia tadi pingsan habis bac…,”

“EMBER DEH LO, DIT!” serapah Surya keki.

“Ya sudah… selamat bersenang-senang, gue pergi aja aaaah…”

“Errr. Dit,” panggil Anggie. “Terima kasih ya.”

“Sama-sama, Nggie. Gue juga gak mau ngeliat elo ma Surya putus,” balas Adit pedis. Surya mengerut kening tak mengerti.

“Ada apa sih? Apa selama ini kalian berdua…”

Adit sudah tak mau campur tangan lagi. Tugasnya sudah selesai. Anggie menyilang telunjuk di bibir Surya, “Pssttt, huni. Kamu harusnya berterima kasih pada Adit. Dia gak pengen kita putus gara-gara kamu selingkuh hehehe. Yaaaa… anggap aja aku pulang untuk menonton kamu berselingkuh sama si…”

“Ehhmm.” Surya pura-pura batuk.

“DIRA.”

“Kok tau namanya?”

“Tau donk. Anggie gitu lho hehehe.”

Meskipun malam ini tidak ada lilin aroma terapi beraroma durian botak, namun Anggie tetap bertahan di kost Surya hingga pukul 10 malam. Letih yang ia rasakan, yang tertumpuk selama 2 minggu terakhir, seolah lunas terbayarkan setelah memeluk Surya kembali. Anggie sangat mencintai Surya dan ia tidak rela melepaskan cowok yang telah menjadi raja di istana hatinya ini.

Surya pura-pura memejamkan mata. Sesungguhnya jantung cowok ini sedang bekerja melebihi frekuensi harian. Bagaimana tidak? Saat hubungannya dengan Dira sedang hangat-hangat bolu kukus, Anggie malah pulang dari Bandung. Yang lebih membuat Surya ketar-ketir, Anggie berniat menontonnya berselingkuh! Gosh! Artinya setiap hari Anggie bakal jadi detektif dadakan yang mengekori kemanapun ia pergi. Bagaimana dengan Dira? Seharusnya Surya sudah mulai menjauhi cewek SMU itu, namun ia tidak juga melaksanakannya. Surya adalah cinta pertama Dira… sekalinya jatuh cinta, Dira jatuh cinta pada cowok yang hanya berniat menjadikannya selingkuh. Hubungan Surya-Dira, kian hari kian mesra saja! Adakah caranya keluar dari hubungan ini tanpa membuat Dira bunuh diri? Atau… membunuh Surya?

Tak dapat Surya bayangkan apa jadinya nanti. Benar-benar kacau. Ia tidak menyangka dampak berselingkuh akan sangat membingungkan seperti sekarang. Dulu, sebelum Anggie mengeluarkan SIS, ia juga bingung. Sekarang setelah SIS dikantonginya, ia juga bingung. Serba salah… serba serbi… serba…

Surya bangkit dari ranjang. Tak tahan juga bila terus berpura-pura tidur. Ia menuju kamar mandi… kebelet.

“Yank!” panggil Anggie yang tengah asik bermain game di komputer.

“Ntar, kebelet nih,” sahut Surya segera menutup pintu kamar mandi.

“BIASANYA JUGA AKU BOLEH LIAT KAMU PIPIS!!” protes Anggie. Surya mendengar (meskipun samar-samar). Ini kan aturannya Dira! Dira pernah ngamuk berat tatkala untuk pertama kalinya Surya melakukan ‘hajat’ di kamar mandi tanpa menutup pintu. “Bang Surya jorok ih! Ditutup donk pintunya…”

Keluar dari kamar mandi, Anggie langsung mengajak Surya bergabung dengannya di depan komputer, “Sini donk, yank. Keliatannya kamu gak suka aku pulang lebih awal ya?” tuduh Anggie.

“Nggg…”

“Kapan kamu dan Dira ngedet lagi?” tanya Anggie sembari mengelus pipi Surya.

“Rahasia,” jawab Surya asal.

“Oh ya?” Anggie menatap Surya serius. Keningnya berkerut. “Sejak kapan ada rahasia diantara kita? Sejak kapan kamu menyembunyikan sesuatu dari aku? Mau selingkuh aja kamu jujur! Sekarang setelah berselingkuh kamu…”

“Pssttt Anggie…”

“Apaan pst pst segala? Hayo jawab!”

“Nggg…”

Surya tak mampu menjawab. Anggie tak tega mendesak Surya untuk menjawab. Malam ini Anggie pulang ke rumahnya tanpa diantar Surya. Ada bermacam beban pikiran berkecamuk, membuat wajah Anggie seperti mak lampir dari Surga. Tak jauh beda dari Anggie, Surya terpekur di depan komputer tanpa melakukan apa-apa.

Sejauh mengenal dan pacaran dengan Anggie, tidak ada yang disembunyikan dari cewek itu pada Surya. Dan sekuat hati Suryapun melakukan hal yang sama. Ia selalu berusaha jujur pada Anggie… mereka punya komitmen untuk yang hal yang satu ini. Saling jujur. Oleh karenanya saat ide untuk berselingkuh itu terlintas, Surya ingin ijin dulu pada Anggie. Namun… setelah dekat dengan Dira, Surya seperti enggan menceritakan apa saja pada Anggie. Ia tak ingin Anggie mengetahui bagaimana dan seperti apa hubungan perselingkuhannya dengan Dira.

Sebenarnya… siapa sih selingkuhan Surya?
Dira atau Anggie?
Sebenarnya… siapa sih pacarnya Surya?
Anggie atau Dira?

GUE BINGUUUUUUUUUUUUUNG!!!

***

Wah… kayaknya seru nih :p

-bersambung-

One comment

  1. tnks



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: