h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 14

March 28, 2007

“Bang Surya kenapa kikuk begitu?” tanya Dira.

Bagaimana Surya tidak kikuk? Saat ini ia tengah ngedate dengan Dira di sebuah kafe di dekat kampus dan seorang cewek berkacamata yang duduknya di sudut terus memperhatikan mereka berdua. Cewek itu adalah ANGGIE!! Mampus.

MANA ADA ORANG SELINGKUH DITONTON, NGGIE??

“Uhm… terakhir datang ke rumah, sikap abang juga aneh. Ada apa sih, bang? Abang gak yakin sama cinta saya ya? Ugh… saya kan cinta banget sama abang,” lanjut Dira, tak peduli kalau cowok di hadapannya ini sedang di ambang sekarat.

SIS… SIS… 1 minggu lagi SIS gue bakal dicabut!! Dan gue gak tau harus bilang apa ke makhluk manis yang duduk di depan gue dengan tampang bayi ini!

“Oya bang. Kata mama, biar acara sebulan kita jadian enggak terganggu… mama akan mengajak semua anggota keluarga makan malam di luar.”

HANCURLAH!

Dira terus mengoceh. “Baru kali ini Dira benar-benar bahagia, bang. Jatuh cinta sama bang Surya… dengan cara yang aneh pula hhueheuew…”

“Errmmm.” kerongkongan Surya gatal tapi yang digaruk malah kepalanya yang tidak gatal. Sial.

“Bang… saya udah beli kado spesial untuk bang Surya lho… untuk hadiah sebulan kita jadian hehehe. Tapi saya gak nuntut abang harus belikan saya hadiah juga. Ini hanya… rules of abg kale hehehe.”

Ya. ABG dan dunia mereka terkadang membuat orang kagum, kadang jadi keki sendiri. Sebulan jadian dirayakan. Kalau telat membalas sms klewang melayang di udara. Tak ingat tanggal jadian, bisa ribut saru kampung. Kalau lupa tanggal ulangtahun, siap-siap mendekam di penjara deh! ABG juga tak pernah lepas dari diary dan diary. Semua diary diberi nama; LeBlanc, Armada sampai Mintari. Pokoknya kalau lagi nulis diary mereka akan merasa seperti sedang curhat pada manusia… hidup. Bukan mayat Smile

Namun ABG itu imut… dan ABG yang satu ini membuat Surya berhasil mendewasakan nafsu. Tak sembarangan melampiaskan nafsu. Tak berantakan lagi pola hidupnya. Semuanya lambat (dan meskipun hanya sebagian dari kehidupan Surya) laun teratur. Masuk kamar mandi pintunya ditutup. Bangun pagi sikat gigi dulu baru ngopi dan ngerokok. Kalau ngomong sama Adit jadi lebih sopan. Dira memang membawa dampak yang jauh positif ke dalam hidup Surya.

***

Biasanya setiap ada masalah hanya Anggielah yang menjadi orang pertama tahu. Akan tetapi untuk kasus yang satu ini, Surya memilih Adit. Meskipun sikap Adit terkadang membuat manusia normal serasa terserang ayan, namun ada sisi lain dari Adit yang bisa diandalkan. Sedikit sekali bagian dari otaknya menyimpan kepintaran P

“Pintu neraka udah dekat, Sur.”

“Iya. Gue bisa gila sendiri, Dit.”

“Sekarang saatnya. Coba elo berpikir yang jernih. Dimana posisi Dira di hati elo dan dimana posisi Anggie. Mereka gak mungkin duduk di singgasana yang sama. Mustahil. Jadi elo yang harus nentuin.” Adit menghisap dalam rokoknya. “Anggie udah tujuh tahun jadi belahan hati elo. Susah senang kalian bersama. Mungkin ada kejenuhan dari hubungan kalian, tapi hal itu toh harus disikapi dan dihadapi… dengan kepala dingin… positif. Semua hubungan juga ada titik jenuhnya kok, Sur. Tapi lagi nih, selalu ada cara agar hubungan itu gak jadi basi… ngebosenin.”

“…”

“Kalo ada yang mengganjal di hati elo tentang Anggie… kan elo bisa ngomong ke dia. Yaaa… dulu gue yakin di hati elo cuma ada Anggie tapi sekarang gue gak yakin mengingat elo sekarang kebingungan. Kayak orang linglung… sejak elo selingkuh sama Dira.”

“Hmm.”

“Elo gak bisa membagi cinta, Sur. Itu nyakitin. Jelek-jelek begini, gue cuma cinta sama pacar gue dan gue… maaf… gak pernah punya niat selingkuh baik diketahui sama pacar gue atau enggak. Gue cinta dia, dan oleh karenanya gue gak pengen dia sakit hati.”

“Jadi elo nuduh gue nyakitin Anggie?”

“Elo pernah nonton infotaimen gak? Tuh orang alim se-Indonesia yang berkoar-koar soal poligami ternyata berpoligami juga. Bini pertama ngakunya enggak sakit hati dan ikhlas. Tapi sebagai perempuan dia pasti menyimpan kecewa dan sakit hati. Suami yang selama ini disanjung, dipercayai, dicintai, disayangi, yang jadi ayah dari anak-anaknya… ternyata kawin lagi sama perempuan lain. Sakit hati bukan?” sampai disini Adit mematikan puntung rokok lantas menyulut satu lagi. “Walopun Anggie setuju elo selingkuh, tapi jauh di lubuk hatinya dia gak pengen. Itu karena dia pengen elo tau dia cinta elo dan apapun yang elo pengen dia setujui.”

“…”

“Cinta itu emang aneh kok, Sur. Nah, gue sebage cowok normal cuma bisa bilang… kalo elo pengen cewek yang laen, putusin dulu pacar elo, biar enggak ribet dan ribut. Buktinya gak perlu jauh-jauh… ya elo sendiri. Semua alasan dan sanggahan elo tetap gak bisa ngerubah keadaan kalo elo sebenarnya salah. Selingkuh jelas hanya bikin sakit hati dan kekacauan.” Adit menghembus asap rokok kuat-kuat, menampar wajah Surya. “Coba elo nonton tipi, jutaan kasus perselingkuhan berakhir dengan airmata. Apa elo tega bikin Anggie nangis setelah tujuh tahun dia sayang sama elo kayak orang sakit jiwa?”

“…”

“Ya gue gak tau mo ngomong apa lagi. Semua hak elo. Sekarang elo milih, Anggie atau Dira. Anggie itu sah pacar elo. Dira itu sah selingkuhan elo. Gue pergi dulu ye… janji kencan ma pacar gue nih hehehe…”

Adit berlalu tanpa basa-basi tapi tak lupa mengembat rokok milik Surya sedangkan Surya semakin dalam terpekur memikirkan nasib sendiri.

Dimanakah Anggie akan ia petakan di hatinya?
Lantas bagaimana dengan Dira?

Dira itu seperti putri bulan. Tenang dan kritis. Imut dan manja. Suka dimesrain tapi juga bersikap dewasa. Dira seperti sumur di tengah gurun… Surya tak yakin apakah betul-seperti kata Adit-dia sedang jenuh pada hubungannya dengan Anggie? Ide selingkuh ini total bermuasal dari buku yang ia baca!! Buka karena jenuh!! Dan satu hal yang tak bisa Surya pungkiri adalah bersama Dira, ada semangat baru yang meledak-ledak di dalam diri Surya. Ia seperti preman insyaf.

Anggie itu… seperti semua yang Surya kehendaki. Anggie tak pernah bisa menolak atas nama cinta. Penuh pengorbanan. Itulah Anggie.

Saat cinta mulai tergoda, sanggupkan kita mencari solusi untuk menghilangkan noda itu? Saat hati mulai ragu, sanggupkan kita menentukan pilihan yang tepat?

The question then; siapakah yang benar-benar kamu sayangi? Siapakah yang bisa menjadi pelita di dalam hatimu tatkala ia menjadi gelap karena PLN memutuskan listrik seketika?

Surya membuka jendela, menghirup udara sebanyak paru-paru sanggup menampung untuk masa beberapa detik, lantas dihembuskan kuat-kuat. Ia harus yakin dan mantap. Benar memang adanya; bahwa di dalam hidup kadang kita harus bisa melepaskan sesuatu yang mungkin berharga…

***

“Dir, kita harus ketemu.”

“Kan tadi siang udah?”

“Penting.”

“Aduh bang…”

“Gue ke rumah elo sekarang.”

“Uhm. Oke. Pasti abang pengen ngebahas lagi sebulan kita jadian kan? Hihihi… tadi siang aja belaga cuek… kan say…,”

-KLIK-

***

Hmmm Smile

-bersambung-

2 comments

  1. HHHHMMMMM,,,,Gue pernah ngalamin…tapi gak separah itu…
    emang pusying…
    palagi kalo ketauan…
    resikonya gede…
    mendingan jadi orang setia aza deh…
    nyaman aman tentram.,,.,.
    dijamin…
    hehehhee


  2. Ya……kalu nama nya selingkuh ya so pasti E N A K donk …….

    hm———————-<<MMMMM



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: