h1

Izinkan Aku Selingkuh Sekali Saja Part 15

March 28, 2007

Musim berganti terlalu cepat. Sepertinya hari semakin kencang berlari mengejar bayang-bayang.

“BANG SURYA?”

Surya, yang mana tengah asik memperhatikan seorang bocah bermain di Timezone sontak menoleh. Di dunia ini, selama ia hidup, hanya satu orang yang memangilnya dengan embel-embel ‘BANG’. Mata Surya membulat tatkala mengetahui siapa yang menyapanya.

“DIRA?”

“Hehehe. Apa kabar, bang? Baik? Kayaknya tambah sehat dan gendut aja nih,” ujar Dira dengan senyum manis yang mana senyum itu dulunya hanya dimiliki oleh Surya. Banyak yang berubah dari Dira… dia terlihat semakin dewasa.

“Uhm. Kabar baik. Kabar Dira sendiri?”

“Baik lah, bang.”

Seorang cowok berpenampilan elegant menghampiri Surya dan Dira. “Jalan yuk, say,” ajak cowok itu.

“Hei. Oya, mas… kenalin ini bang Surya,” kata Dira.

“Halo bang. Temannya Dira? Keluarga?”

Meskipun Dira tak memberitahu tapi Surya tahu dimana cowok ini terpeta di hati Dira. Di singgasana hatinya!!

“Oh bukan. Hanya teman main aja kok…”

“Saya duluan ya, bang.” Dira mengamit lengan cowok itu dan merekapun berlalu… Surya menatap sendu… tapi senyum hadir di wajahnya untuk pertama kali setiap mengingat Dira dalam 5 tahun terakhir.

“Elo emang beda, Dir. Elo juga pantas ngedapetin yang paling baik…”

“PAPPIIIIIIIII!!!” bocah yang sedari tadi diperhatikan Surya mendekat. Langkah kecilnya membuat Surya tersenyum lagi. Si 3 tahun yang diberikan Tuhan untuk Surya dan…. Anggie.

“Hati-hati Ju! Jangan kencang-kencang larinya… ntar jatuh lho…” Anggie, yang dipanggil mama oleh Junior mengikuti langkah kecil putra mereka menuju Surya.

“Helo jagoan!” Surya menggendong Ju erat. “Udah puas mainnya? Kita pulang sekarang yuk? Papi udah laper nih.”

“Huuu… papimu emang selalu lapar, Ju hehehe.” Anggie terkekeh.

“Ya. Untuk elo dan Ju… gue selalu laper hehehe…”

Surya telah mengambil keputusan tepat walaupun darinya ada satu hati terluka cukup parah. Surya tahu… Dira cukup tegar menghadapi ini semua. Jika saja ia salah mengambil keputusan maka Anggie tak akan tegar menghadapi keputusan itu…
Memang, harus ada yang dikorbankan dan Dira lah yang harus ditinggalkan Surya.

Anggie… segalanya untuk Surya.

Adakah yang terlewatkan dari cerita ini? ADA!!

***

“Hhhh… Hhhh…” Surya mengatur nafas sejenak, menopang tubuh yang nyaris limbung akibat letih di pokok pohon.

“ITU DIA! KEJJJJAAAAAAAAAAAAAARRR!!” itu suara abangnya Dira.

“JESSICA BANTUIIIIINN!! KEEJJJAAAARRR!!!”

“Mampus gue!” keluh Surya.

***

“Hayo! Kasih tau dimana kost si Surya!”

“Aduh ma… gak usah. Bang Surya…”

“Tinggal di kolong jembatan? Biar mampus dia digebukin sama abangmu! Enak saja menebar cinta… enak saja mutusin cinta… dia pikir kamu itu apa? Selingkuhan?”

EMANG BENAR, MA. SAYA HANYA SELINGKUHAN. ITU YANG BARU SAJA BANG SURYA KATAKAN…

-the-end-

4 comments

  1. BAGUS…!! 5 jempol deh.. hehehehe~ ada yg laennya g???


    • kok 5 jempol?


  2. nma gw Anggie, gw punya gbetan nmx surya!! pas gw tw cerbung nie,, ktawa ndiri gw!!! hwakakakakakakakakaka… bgus crta’na!!!


  3. Wah…. seru boooo…. 4 jempol deh…..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: